HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional sapa indonesia

Lockdown Sebabkan Kekacauan di India, Bagaimana Kabar WNI di sana?

Minggu, 29 Maret 2020 | 22:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Perdana Menteri India, Narendra Modi, meminta maaf atas kebijakan lockdown guna memerangi virus corona yang menimpa 1,3 miliar rakyatnya. 

Pada Selasa waktu setempat (24/3/2020), Negeri "Bollywood" resmi memasuki karantina massal yang berdurasi selama 21 hari. 

Baca Juga: Dubes: WNI di India 1042 Orang, 37 Terjebak “Lockdown”

Video yang berseliweran di dunia maya memperlihatkan bagaimana polisi India memukul warga yang masih berkeliaran di tengah karantina.

Namun memasuki hari kelima, ribuan pekerja migran di seantero India mulai mudik karena mereka tidak mempunyai pekerjaan selama lockdown

Dalam pernyataan di radio Mann Ki Baat, Modi mengatakan hanya kebijakan ini yang bisa menyelamatkan mereka dari wabah virus corona

"Masyarakat pasti berpikir saya PM macam apa. Tapi lockdown hanya solusi satu-satunya," kata Modi dikutip NDTV Minggu (29/3/2020). 

"Saya minta maaf karena cara ini memberi kesulitan bagi hidup Anda, terutama bagi rakyat miskin. Saya mengerti jika kalian marah pada saya," ujar dia. 

Tetapi PM India yang menjabat sejak 2014 itu menerangkan, saat ini dia tidak punya pilihan lain dalam mencegah penyebaran Covid-19.
 

Editor : Merlion Gusti



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
14:16
INGGRIS MEREVISI ANGKA KEMATIAN AKIBAT KORONA MENJADI 46.000 ORANG   JUBIR PEMERINTAH UNTUK PENANGANAN VIRUS KORONA ACHMAD YURIANTO SEBUT UPAYA PENEMUAN VAKSIN KORONA BELUM BERHASIL   KASAT LANTAS POLRES KARAWANG: KENDARAAN YANG DIMINTA PUTAR BALIK DI TOL JAKARTA-CIKAMPEK DIDOMINASI MOBIL PRIBADI   KEMENHUB PERKETAT PENGAWASAN TRANSPORTASI DARAT MENUJU JAKARTA   PEMPROV YOGYAKARTA SUSUN ATURAN PENERAPAN TATANAN NORMAL BARU   ARAB SAUDI LONGGARKAN "LOCKDOWN", MASJID NABAWI DIBUKA 31 MEI 2020   GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES BASWEDAN SEBUT PEMBUKAAN MAL DI JAKARTA HARUS MENUNGGU HASIL EVALUASI PSBB   TANGGAPI KABAR MAL BUKA 5 JUNI 2020, GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN: ITU IMAJINASI, ITU FIKSI   WHO: BENUA AMERIKA JADI EPISENTRUM BARU VIRUS KORONA   PEMERINTAH HONGARIA BERENCANA MENCABUT STATUS DARURAT KORONA   JERMAN PERPANJANG ATURAN "SOCIAL DISTANCING" HINGGA 29 JUNI 2020   PRESIDEN FILIPINA RODRIGO DUTERTE TAK IZINKAN SEKOLAH BUKA SEBELUM ADA VAKSIN KORONA   KPU PREDIKSI BIAYA PILKADA 2020 MENINGKAT JIKA DIGELAR DI MASA PANDEMI KORONA   PEMPROV DKI GODOK PROTOKOL KESEHATAN UNTUK KENORMALAN BARU DI JAKARTA