HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional sapa indonesia

Puncak Kasus Corona Diprediksi pada Akhir April 2020

Jumat, 27 Maret 2020 | 02:55 WIB

KOMPAS.TV - Kasus positif virus corona terus bertambah dan sejumlah prediksi menyebut penyebarannya akan mencapai puncak pada bulan April 2020 nanti.

Bagaimana rumah sakit mengantisipasinya? Dan bagaimana upaya menggalang relawan untuk membantu petugas medis yang tengah berjuang melawan penyebaran virus corona?

Untuk mengantisipasi sebaran wabah corona yang kian masif, sejumlah kota di wilayah Jabodetabek sudah hampir merampungkan pelaksanaan rapid test corona. Namun, warga diimbau untuk tidak berbondong-bondong datang ke puskesmas karena tes corona ini diprioritaskan untuk orang dalam pemantauan atau ODP, pasien dalam pengawasan atau PDP, dan petugas medis.

Kota Bekasi masuk dalam kategori zona merah corona. Tercatat warga yang positif corona meningkat dari 15 menjadi 19 orang. Sebanyak 200 petugas analis dikerahkan untuk menguji sampel darah terhadap petugas medis rumah sakit dan puskesmas yang masuk dalam zona merah.

Di Kabupaten Bogor, sebanyak 1.600 warga menjalani rapid test di hari terakhir pelaksanaan. Sudah 161 warga Bogor berstatus sebagai ODP, sedangkan PDP berjumlah 58 orang.

Di Jakarta, rapid test corona juga dilakukan di Puskesmas Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Tes ini dilakukan bagi sejumlah tenaga medis PDP dan ODP. Pemprov DKI Jakarta telah memprioritaskan pemeriksaan secara cepat diutamakan bagi para tenaga medis yang menangani wabah virus corona.

Pelaksanaan rapid test corona juga diharapkan dapat dilakukan secara menyeluruh di Tanah Air, mengingat jumlah pasien positif corona kini hampir menyentuh angka 900 orang.

Penulis : Christandi Dimas



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
16:46
CEGAH PENYEBARAN VIRUS KORONA, KEMENTERIAN PAN-RB LARANG SELURUH ASN MUDIK SAAT LEBARAN 2020   KEMENTERIAN PAN-RB: KEBIJAKAN KERJA DARI RUMAH BAGI ASN DIPERPANJANG HINGGA 21 APRIL 2020   ANTISIPASI PENYEBARAN VIRUS KORONA, GUBERNUR SUMATERA BARAT MINTA PERBATASAN DARAT DAN LAUT DIPERKETAT   DAMPAK VIRUS KORONA, KERETA BANDARA SOEKARNO-HATTA KURANGI JADWAL OPERASIONAL HANYA 10 PERJALANAN   GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19 MENYATAKAN CAIRAN DISINFEKTAN SEHARUSNYA HANYA DISEMPROTKAN PADA BENDA MATI   GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19: CAIRAN DISINFEKTAN KURANG EFEKTIF LINDUNGI MANUSIA DARI VIRUS KORONA   KEMENAG AKAN SIAPKAN ASRAMA HAJI SEBAGAI ALTERNATIF RUMAH SAKIT DARURAT PASIEN VIRUS KORONA   MENDAGRI KELUARKAN SURAT EDARAN SOAL PEMBENTUKAN GUGUS TUGAS PENANGANAN VIRUS KORONA DI DAERAH   KEMENLU: 122 WNI DINYATAKAN POSITIF VIRUS KORONA PER 30 MARET 2020   YLBHI MINTA DPR BATALKAN PEMBAHASAN "OMNIBUS LAW" RUU CIPTA KERJA DAN PRIORITASKAN PENANGANAN KORONA   FRAKSI PKS DPRD DKI MINTA PEMPROV DKI PASTIKAN KETERSEDIAAN PANGAN UNTUK WARGA JIKA TERAPKAN "LOCKDOWN"   PRESIDEN JOKOWI AKAN TERBITKAN PERPRES DAN INPRES UNTUK MENGATUR ARUS MUDIK LEBARAN 2020   PRESIDEN MINTA GUBERNUR, BUPATI, DAN WALI KOTA TINGKATKAN PENGAWASAN PEMUDIK DI WILAYAH MASING-MASING   PRESIDEN JOKOWI MENILAI PERLU LANGKAH TEGAS UNTUK CEGAH MASYARAKAT DI WILAYAH JABODETABEK MUDIK