HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 cerita indonesia

Tenaga Medis di Bengkulu Hadapi Pandemi Corona dengan Jas Hujan

Kamis, 26 Maret 2020 | 23:10 WIB

BENGKULU, KOMPAS.TV - Sejumlah tenaga medis di Bengkulu terpaksa menggunakan jas hujan sebagai alat pelindung diri saat menghadapi pasien di tengah pandemi virus corona.

Kondisi ini terlihat di Rumah Sakit Umum Kota Bengkulu. Sejumlah tenaga medis tidak mendapatkan alat pelindung diri yang memenuhi standar kesehatan untuk menghadapi wabah.

Minimnya alat pelindung diri bagi tenaga medis ini tidak hanya terjadi di rumah sakit Kota Bengkulu, namun juga di beberapa puskemsas. Penggunaan jas hujan plastik sebagai alat pelindung diri ini diakui wali kota Bengkulu cukup menyedihkan.

Namun langkanya wali kota menyatakan, pihaknya kesulitan mendapatkan APD di pasaran meski telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 miliar.

Kondisi ini sudah dilaporkan ke Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk meminta penambahan APD bagi tenaga medis.

"APD satupun kita belum dapat dari pemerintah provinsi. Ya kita punya keluhan untuk tenaga medis kita, mereka kan warga negara juga yang harus dilindungi keselamatannya," ujar Helmi Hasan, Wali Kota Bengkulu.

Hingga saat ini Provinsi Bengkulu masih dalam zona hijau karena belum ada laporan kasus positif corona. Saat ini rumah sakit tengah merawat tiga orang warga bengkulu yang masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) dan ada 29 orang dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP).

Baca Juga: Jokowi Pastikan 105.000 APD Sudah Diserahkan Ke Sejumlah Provinsi

Penulis : Laura Elvina



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
17:24
CEGAH PENYEBARAN VIRUS KORONA, KEMENTERIAN PAN-RB LARANG SELURUH ASN MUDIK SAAT LEBARAN 2020   KEMENTERIAN PAN-RB: KEBIJAKAN KERJA DARI RUMAH BAGI ASN DIPERPANJANG HINGGA 21 APRIL 2020   ANTISIPASI PENYEBARAN VIRUS KORONA, GUBERNUR SUMATERA BARAT MINTA PERBATASAN DARAT DAN LAUT DIPERKETAT   DAMPAK VIRUS KORONA, KERETA BANDARA SOEKARNO-HATTA KURANGI JADWAL OPERASIONAL HANYA 10 PERJALANAN   GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19 MENYATAKAN CAIRAN DISINFEKTAN SEHARUSNYA HANYA DISEMPROTKAN PADA BENDA MATI   GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19: CAIRAN DISINFEKTAN KURANG EFEKTIF LINDUNGI MANUSIA DARI VIRUS KORONA   KEMENAG AKAN SIAPKAN ASRAMA HAJI SEBAGAI ALTERNATIF RUMAH SAKIT DARURAT PASIEN VIRUS KORONA   MENDAGRI KELUARKAN SURAT EDARAN SOAL PEMBENTUKAN GUGUS TUGAS PENANGANAN VIRUS KORONA DI DAERAH   KEMENLU: 122 WNI DINYATAKAN POSITIF VIRUS KORONA PER 30 MARET 2020   YLBHI MINTA DPR BATALKAN PEMBAHASAN "OMNIBUS LAW" RUU CIPTA KERJA DAN PRIORITASKAN PENANGANAN KORONA   FRAKSI PKS DPRD DKI MINTA PEMPROV DKI PASTIKAN KETERSEDIAAN PANGAN UNTUK WARGA JIKA TERAPKAN "LOCKDOWN"   PRESIDEN JOKOWI AKAN TERBITKAN PERPRES DAN INPRES UNTUK MENGATUR ARUS MUDIK LEBARAN 2020   PRESIDEN MINTA GUBERNUR, BUPATI, DAN WALI KOTA TINGKATKAN PENGAWASAN PEMUDIK DI WILAYAH MASING-MASING   PRESIDEN JOKOWI MENILAI PERLU LANGKAH TEGAS UNTUK CEGAH MASYARAKAT DI WILAYAH JABODETABEK MUDIK