HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV religi beranda islami

Begini Cara Sholat Tenaga Medis Perawat Pasien Corona Berdasarkan Fatwa MUI

Kamis, 26 Maret 2020 | 21:51 WIB
begini-cara-sholat-tenaga-medis-perawat-pasien-corona-berdasarkan-fatwa-mui
Petugas medis RSPI Sulianti Saroso sedang melakukan penanganan pasien (gambar Ilustrasi) (Sumber: RSPI Sulianti Saroso.com)

Jumlah penderita Corona (Covid-19) di Indonesia bertambah setiap harinya. Hal ini membuat tenaga medis kewalahan, terlebih mereka yang berada di garda terdepan dan bertugas langsung menangani pasien. Berdekatan dengan pasien, tim medis harus mengenakan pakaian khusus atau Alat Pelindung Diri (APD). Menutup seluruh badan, aktivitas pun jadi tak leluasa. Meski demikian, bagi tim kesehatan yang beragama Islam, menjalankan salat lima waktu tetap wajib hukumnya.

Di tengah kegamangan bagaimana menjalankan ibadah salat lima waktu sambil fokus menangani pasien, Majelis Ulama Indonesia pun mengeluarkan Fatwa Nomor 17 Tahun 2020, tentang Pedoman Kaifiat Salat Bagi Tenaga Kesehatan Yang Memakai Alat Pelindung Diri Saat Merawat dan Menangani Pasien Covid-19. Ada 11 poin yang ditekankan Komisi Fatwa MUI, yaitu:

1. Tenaga kesehatan muslim yang bertugas merawat pasien COVID-19 dengan memakai APD tetap wajib melaksanakan shalat fardhu dengan berbagai kondisinya.

2. Dalam kondisi ketika jam kerjanya sudah selesai atau sebelum mulai kerja ia masih mendapati waktu shalat, maka  wajib melaksanakan shalat fardlu sebagaimana mestinya.

3. Dalam kondisi ia bertugas mulai sebelum masuk waktu zhuhur atau maghrib dan berakhir masih berada di waktu shalat ashar atau isya’ maka ia boleh melaksanakan shalat dengan jama’ ta’khir.

4. Dalam kondisi ia bertugas mulai saat waktu zhuhur atau maghrib dan diperkirakan tidak dapat melaksanakan shalat ashar atau isya maka ia boleh melaksanakan shalat dengan jama’ taqdim.

5. Dalam kondisi ketika jam kerjanya berada dalam rentang waktu dua shalat yang bisa dijamak (zhuhur dan ashar serta maghrib dan isya’), maka ia boleh melaksanakan shalat dengan jama’.

Penulis : Agung Pribadi

1
2



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
17:44
CEGAH PENYEBARAN VIRUS KORONA, KEMENTERIAN PAN-RB LARANG SELURUH ASN MUDIK SAAT LEBARAN 2020   KEMENTERIAN PAN-RB: KEBIJAKAN KERJA DARI RUMAH BAGI ASN DIPERPANJANG HINGGA 21 APRIL 2020   ANTISIPASI PENYEBARAN VIRUS KORONA, GUBERNUR SUMATERA BARAT MINTA PERBATASAN DARAT DAN LAUT DIPERKETAT   DAMPAK VIRUS KORONA, KERETA BANDARA SOEKARNO-HATTA KURANGI JADWAL OPERASIONAL HANYA 10 PERJALANAN   GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19 MENYATAKAN CAIRAN DISINFEKTAN SEHARUSNYA HANYA DISEMPROTKAN PADA BENDA MATI   GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19: CAIRAN DISINFEKTAN KURANG EFEKTIF LINDUNGI MANUSIA DARI VIRUS KORONA   KEMENAG AKAN SIAPKAN ASRAMA HAJI SEBAGAI ALTERNATIF RUMAH SAKIT DARURAT PASIEN VIRUS KORONA   MENDAGRI KELUARKAN SURAT EDARAN SOAL PEMBENTUKAN GUGUS TUGAS PENANGANAN VIRUS KORONA DI DAERAH   KEMENLU: 122 WNI DINYATAKAN POSITIF VIRUS KORONA PER 30 MARET 2020   YLBHI MINTA DPR BATALKAN PEMBAHASAN "OMNIBUS LAW" RUU CIPTA KERJA DAN PRIORITASKAN PENANGANAN KORONA   FRAKSI PKS DPRD DKI MINTA PEMPROV DKI PASTIKAN KETERSEDIAAN PANGAN UNTUK WARGA JIKA TERAPKAN "LOCKDOWN"   PRESIDEN JOKOWI AKAN TERBITKAN PERPRES DAN INPRES UNTUK MENGATUR ARUS MUDIK LEBARAN 2020   PRESIDEN MINTA GUBERNUR, BUPATI, DAN WALI KOTA TINGKATKAN PENGAWASAN PEMUDIK DI WILAYAH MASING-MASING   PRESIDEN JOKOWI MENILAI PERLU LANGKAH TEGAS UNTUK CEGAH MASYARAKAT DI WILAYAH JABODETABEK MUDIK