HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV TALKSHOW satu meja

Siapa Tutup Bantuan Medis Corona? | Dilema Lockdown Karena Corona - SATU MEJA THE FORUM (Bag5)

Minggu, 22 Maret 2020 | 15:38 WIB

Sosiolog UI Imam Prasodjo menyebut, banyak perusahaan yang ingin memberi bantuan medis untuk corona, namun hingga kini belum ada sistem yang dibuka oleh pemerintah.

Jumlah pasien positif Corona terus melonjak. Pemerintah kini merasakan tekanan yang semakin besar untuk mengambil langkah drastis demi mencegah penyebaran Virus Corona yang lebih meluas, yakni lockdown. 

Sebagian menilai langkah ini perlu diambil dalam kegentingan demi menyelamatkan kesehatan masyarakat. Pandangan lain mengatakan lockdown tak mungkin dilakukan. Pemerintah dan masyarakat tidak siap. Perekonomian pun akan jatuh. Pemerintah sendiri masih menutup diri terhadap opsi lockdown, dan masih meyakini upaya tracing akan mampu mengatasi penyebaran virus. 

Dalam UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, istilah Lockdown yang berarti “mengunci” merujuk pada Karantina Wilayah dan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Kedua tindakan ini ditetapkan oleh pemerintah pusat dan dilakukan dalam situasi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang juga ditetapkan oleh pemerintah pusat. Undang-undang ini menyebutkan pemerintah pusat wajib memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa Karantina Wilayah.

Lantas, sanggupkah pemerintah melakukan lockdown?

 

#SatuMejaTheForum #Corona #LockDown

Penulis : Novian Zainul Arifin



BERITA LAINNYA

Berita Daerah

Seorang Jurnalis TV Dibacok

Jumat, 10 April 2020 | 00:00 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
00:47
PEDULI MEREKA YANG KEHILANGAN PENGHASILAN DI TENGAH PANDEMI KORONA, DENGAN DONASI KE BIT.LY/KONSERAMALDARIRUMAH   KOMPAS TV BERSAMA DIDI KEMPOT DAN SOBAT AMBYAR MENGGELAR KONSER AMAL DARI RUMAH, SABTU, 11 APRIL 2020 PUKUL 19.00 WIB   JUMLAH KASUS KORONA DI DUNIA: 1.503.900 POSITIF KORONA, 340.112 SEMBUH, 89.931 MENINGGAL DUNIA   JUMLAH KASUS KORONA DI AS MELEBIHI TIONGKOK DAN TERTINGGI DI DUNIA DENGAN 432.579 KASUS   JUMLAH KASUS KORONA DI ITALIA: 139.422 POSITIF KORONA, 26.491 SEMBUH, 17.669 MENINGGAL DUNIA   ASOSIASI KESEHATAN ITALIA (FNOMCEO): 100 DOKTER DI ITALIA MENINGGAL AKIBAT VIRUS KORONA   KBRI SINGAPURA: ADA 45 WNI YANG TERINFEKSI KORONA DI SINGAPURA   SEORANG PERAWAT DI RSUP KARIADI SEMARANG MENINGGAL DUNIA AKIBAT TERINFEKSI KORONA   NEKAT MUDIK DI TENGAH PANDEMI KORONA, 725 WARGA JOMBANG DIKARANTINA DI GEDUNG SD   MENDAGRI MINTA PEMDA SIAPKAN JARING PENGAMAN SOSIAL HADAPI PANDEMI KORONA   SEBANYAK 3.630 ORANG JALANI "RAPID TEST" KORONA DI DEPOK, 176 DI ANTARANYA POSITIF TERJANGKIT   GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN SEBUT PSBB BERTUJUAN UNTUK MENYELAMATKAN KITA DARI PANDEMI KORONA   GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN: OJEK DARING HANYA BOLEH MENGANGKUT BARANG SELAMA PENERAPAN PSBB DI JAKARTA   GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN: OJEK DARING DILARANG MENGANGKUT PENUMPANG SELAMA PENERAPAN PSBB DI JAKARTA