HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional aiman

Peneliti Sebut 4 Kriteria "Gubernur" yang Tepat - AIMAN (Bag 5)

Sabtu, 21 Maret 2020 | 18:03 WIB

Masuknya nama Basuki Tjahaja Purnama dalam daftar calon Pimpinan di ibu kota baru tentu mengundang reaksi yang bermacam-macam di masyarakat. Ada pihak yang pro lantaran rekam jejaknya dalam keberhasilan menertibkan kawasan Kalijodo dan relokasi banjir di Kampung Pulo saat menjabat sebagai Gubernur Jakarta. Namun pihak yang kontra mengklaim bahwa Ahok adalah sosok yang blak-blakan dan kerap melanggar aturan saat menjabat. Ia pun merupakan mantan narapidana kasus penistaan agama pada 2017 silam.

Lalu, apakah sebenarnya tugas dari Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara Baru (IKN)? Dan bagaimana kriteria yang tepat dalam memilih "gubernur di ibu kota baru ini?

Menurut salah satu pengamat kebijakan publik Agus Pambagio, tugas seorang Kepala Badan Otorita sendiri mirip dengan Kepala daerah yaitu berfungsi untuk menyiapkan wilayah yang dikelola menjadi lebih baik, namun dalam hal ini Badan Otorita harus menyiapkan wilayah yang ditunjuk sebagai Ibu Kota. Agus Pambagio menjelaskan lebih lanjut kriteria pimpinan dalam Badan Otorita nantinya harus memiliki 4 syarat yaitu berintegritas, leadership (mempunyai jiwa pemimpin), smart (pintar), cepat belajar dan “kenyang” dalam arti sudah kenyang urusan dunia sehingga tak memikirkan celah untuk Korupsi.

Lantas siapakah sosok dari keempat nama yang telah disebut Presiden Joko Widodo yang tepat dalam memimpin proses perpindahan ibu kota baru? Jurnalis Kompas TV, Aiman Witjaksono membicarakannya bersama dengan Agus Pambagio yang merupakan peneliti kebijakan publik. Simak penjelasannya di tayangan AIMAN episode Ahok & Utak-Atik "Gubernur" Ibu Kota Baru bagian lima berikut ini.

#aiman #btp #ahok

Editor : Yudho Priambodo



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
00:47
KPU PREDIKSI BIAYA PILKADA 2020 MENINGKAT JIKA DIGELAR DI MASA PANDEMI COVID-19   HINDARI KERUMUNAN MASSA, KPAI SARANKAN PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU DILAKUKAN SECARA DARING   KETUA KOMISI X DPR SYAIFUL HUDA TOLAK WACANA PEMBUKAAN SEKOLAH DI ZONA MERAH PENYEBARAN VIRUS KORONA   WALI KOTA BEKASI IZINKAN WARGA YANG TINGGAL DI ZONA HIJAU COVID-19 SHALAT JUMAT DI MASJID MULAI PEKAN DEPAN   PEMKOT JAKARTA BARAT FUNGSIKAN MASJID KH HASYIM ASYARI UNTUK ISOLASI PEMUDIK YANG BALIK KE JAKARTA   YLKI TOLAK RENCANA PEMBUKAAN MAL DI DKI JAKARTA PADA 5 JUNI 2020   PSBB DIPERPANJANG, PEMKOT BOGOR PERKETAT PROTOKOL KESEHATAN DAN ARUS KELUAR MASUK   POLDA SUMATERA BARAT SIAPKAN 6.000 PERSONEL UNTUK DUKUNG KEBIJAKAN KENORMALAN BARU   MENTERI PUPR MINTA BADAN PENGEMBANGAN SDM SIAPKAN MODUL “E-LEARNING” DI ERA KENORMALAN BARU   TIDAK PERPANJANG PSBB, PEMKOT MALANG SIAPKAN SKEMA KENORMALAN BARU   PEMKOT SOLO PERPANJANG STATUS KEJADIAN LUAR BIASA VIRUS KORONA HINGGA 7 JUNI 2020   GUBERNUR JATENG AKAN BERI MODAL DAN PELATIHAN KERJA UNTUK WARGA YANG TAK KEMBALI KE JAKARTA   GUBERNUR JATENG GANJAR PRANOWO LARANG WARGA YANG TERLANJUR MUDIK UNTUK KEMBALI KE JAKARTA   GUGUS TUGAS COVID-19: WARGA YANG AKAN KEMBALI KE JAKARTA HARUS UNDUH APLIKASI BERSATU LAWAN COVID (BLC)