HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 sisi tv

Pasien Corona Terus Melonjak, Perlukah Indonesia Lockdown?

Jumat, 20 Maret 2020 | 08:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Belakangan ini, wabah corona menjadi topik yang ramai diperbincangkan, bukan hanya di dunia nyata, tapi media sosial.

Data hingga 19 Maret 2020 (pada video update 18 Maret 2020) menyebutkan bahwa ada 309 kasus positif virus corona di Indonesia. Sementara itu, sebanyak 25 orang meninggal dunia dan 15 orang dinyatakan sembuh.

Wabah Covid-19 yang makin mengganas ini membuat sejumlah negara mengambil keputusan untuk me-lockdown negara mereka.

Baca Juga: Soal Potensi Jakarta Lockdown, Ini Jawaban Anies Baswedan!

Sebelumnya, pahami dulu apa itu lockdown dan perbedaannya dengan social distancing.

Jika lockdown diterapkan dalam kaitan pencegahan corona, maka pemerintah wajib mengunci seluruh akses masuk maupun keluar, dari suatu daerah maupun negara.

Maka semua fasilitas publik harus ditutup.

Sekolah, transportasi umum, tempat umum, perkantoran, bahkan pabrik harus ditutup dan tidak diperkenankan beraktivitas.

Aktivitas warganya pun dibatasi siang malam.

Baca Juga: Pemerintah Sudah Siapkan Anggaran Lockdown, Ini Skenarionya...

Sementara, dalam penerapan social distance measure merujuk pada tujuan untuk mencegah orang sakit melakukan kontak dengan orang lain dalam jarak dekat, sehingga mengurangi penularan virus dari orang ke orang.

Yang terpenting, menjauhi segala bentuk perkumpulan, menjaga jarak dengan manusia, dan menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang.

Dan hingga saat ini, setidaknya terdapat 8 negara yang menyatakan mengunci  wilayahnya secara nasional. Lalu perlukah Indonesia lockdown? Apa dampaknya bagi Indonesia bila itu terjadi? Simak bahasannya dalam program SISI TV berikut ini.

#Lockdown #Corona #Indonesia

Editor : Desy Hartini



VIDEO REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
01:09
PERKUAT LINI SERANG, ARSENAL TERTARIK DATANGKAN PEMAIN NEWCASTLE, ALLAN SAINT MAXIMIN   MANCHESTER UNITED TERTARIK DATANGKAN PEMAIN WOLVERHAMPTON, ADAMA TRAORE   NEMANJA MATIC SEPAKAT PERPANJANG KONTRAK DI MANCHESTER UNITED HINGGA 2023   POLISI DALAMI PENGAMBILAN JENAZAH PASIEN COVID-19 DI RSUD DAYA MAKASSAR   KPK DALAMI ALIRAN UANG DALAM KASUS DUGAAN KORUPSI PENJUALAN DAN PEMASARAN PADA PT DIRGANTARA INDONESIA   MENPAN RB TJAHJO KUMOLO PASTIKAN TAK ADA SELEKSI CPNS DAN PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA TAHUN INI   MENAKER IDA FAUZIAH TEGASKAN PEMERINTAH TERUS ADVOKASI PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA   PANDEMI KORONA, BKSDA GARUT, JAWA BARAT, PERKETAT IZIN PENDAKIAN KE GUNUNG GUNTUR   MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN PASTIKAN PEMBUATAN SURAT IZIN PENANGKAPAN IKAN UNTUK KAPAL DI ATAS 30 GT SATU JAM   KPK EKSEKUSI TERDAKWA PENYUAP EKS KOMISIONER KPU WAHYU SETIAWAN, SAEFUL BAHRI, KE LAPAS SUKAMISKIN   KOMISI II DPR MINTA KEMENPAN RB TINGKATKAN KEMAMPUAN ASN MANFAATKAN TEKNOLOGI SELAMA BEKERJA DARI RUMAH   DISDIKPORA CATAT SEBAGIAN BESAR SD DAN SMP DI GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA, KEKURANGAN MURID   KETUA GUGUS TUGAS COVID-19 JAWA BARAT OPTIMISTIS KEGIATAN KEAGAMAAN DAN PENDIDIKAN CEPAT PULIH   KEMENDAGRI: KUOTA PPDB JALUR ZONASI DKI JAKARTA SUDAH SESUAI PERMENDIKBUD