Kompas TV nasional berita kompas tv

Energi Positif di Tengah Merebaknya Corona, Warga dan Tim Medis Saling Menguatkan

Kamis, 19 Maret 2020 | 17:30 WIB

JAKARTA, KOMPASTV - Ada energi positif di tengah mewabahnya virus corona di tanah air. Warga dan paramedis saling menguatkan dalam mengahadapi wabah corona. 

Di antaranya karangan bunga yang terus berdatangan bagi paramedis yang bekerja melawan virus corona di RSPI Sulianti Saroso.

Baca Juga: Sosok Nama di Balik RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso

Karangan bunga di depan pintu masuk rumah sakit terus berdatangan sejak Rabu pagi (18/3). 

Tak hanya dukungan untuk tim medis, doa agar wabah corona cepat berlalu juga dipanjatkan.

Baca Juga: Doa Agar Terhindar dari Wabah Virus Corona

Tak hanya di rumah sakit, dukungan juga ramai digaungkan di media sosial.

Terutama untuk Dokter Handoko Gunawan, dokter berusia 80 tahun yang memilih menjadi garda terdepan dalam menangani pasien corona. Hampir setiap hari, Dokter Gunawan pulang pukul tiga dini hari demi menangani pasien corona.

Meski sempat disarankan keluarga untuk tak terjun langsung menangani virus corona Dokter Gunawan tetap memilih maju di garda terdepan.

“Kalau saya mati juga gak apa-apa sudah tua masih bisa lakukan hal yang berguna bagi orang banyak.” Itu yang disampaikan Dokter Gunawan saat dilarang keluarga.

Baca Juga: Viral Dokter Pahlawan Corona Handoko Gunawan: Kalau Saya Mati Juga Gak Apa-Apa

Di dalam rumah sakit, paramedis juga minta bantuan warga. Mereka menyebar pesan agar masyarakat tetap di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sayang, tak sedikit warga yang seakan tak peduli dengan virus corona. Padahal data hingga Rabu malam (18/3) sudah 227 orang di Indonesia positif corona 19 orang meninggal dunia.

Editor : edika ipelona



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:27
PT GARUDA INDONESIA AKHIRI KONTRAK 700 KARYAWAN AKIBAT TERDAMPAK PANDEMI COVID-19   10 PEGAWAI RSUD BATARA GURU BELOPA, KABUPATEN LUWU, SULSEL, TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19   KOMNAS PEREMPUAN MINTA BAWASLU TANGSEL TINDAK TEGAS PASLON YANG LECEHKAN RAHAYU SARASWATI DJOJOHADIKUSUMO   PETUGAS LAPAS KELAS B KUALA TUNGKAL, JAMBI, GAGALKAN PENYELUNDUPAN SABU DI DALAM PEMPEK KAPAL SELAM   RIBUAN WARGA BANGLADESH BERUNJUK RASA DI DHAKA SERUKAN BOIKOT PRODUK PERANCIS DAN ANTI-PERANCIS   POLDA JABAR KERAHKAN 14.000 POLISI UNTUK MENJAGA LIBUR CUTI BERSAMA AKHIR OKTOBER 2020   MENKO BIDANG PEREKONOMIAN AIRLANGGA HARTARTO SEBUT IZIN PENGGUNAAN VAKSIN COVID-19 SINOVAC TETAP DARI BPOM   TERPIDANA BENNY TJOKRO AJUKAN BANDING KASUS JIWASRAYA YANG MEMUTUS HUKUMAN SEUMUR HIDUP UNTUK DIRINYA   POLDA METRO JAYA KERAHKAN 2.999 PERSONEL DI PUSAT PERBELANJAAN, TEMPAT WISATA, & TITIK KERAMAIAN SAAT LIBUR PANJANG   MENAKER MENILAI UNJUK RASA YANG DILAKUKAN DALAM KONDISI PANDEMI COVID-19 TIDAK BIJAK   POLRES BANDARA SOEKARNO-HATTA TETAPKAN 3 TERSANGKA DALAM KASUS KEPEMILIKAN SENJATA API   JUBIR PONPES HUSNUL KHOTIMAH DI KUNINGAN, JAWA BARAT, MENGATAKAN 388 ORANG TELAH SEMBUH DARI COVID-19   KEMLU TELAH MEMANGGIL DUBES PERANCIS UNTUK INDONESIA, OLIVIER CHAMBARD, SOAL PERNYATAAN PRESIDEN EMMANUEL MACRON   MENLU RETNO MARSUDI: INDONESIA KECAM PERNYATAAN PRESIDEN PERANCIS EMMANUEL MACRON YANG MENGHINA AGAMA ISLAM