Kompas TV regional berita daerah

Langka Dipasaran, Mahasiswa FTI Umi Buat Hand Sanitizer

Selasa, 17 Maret 2020 | 15:10 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.TV - Dalam rangka mencegah penyebaran virus corona dan kelangkaan hand sanitizer dipasaran  mahasiswa teknik kimia fakultas teknologi industri universitas muslim makassar berinisiatif membuat hand sanitizer. cara pembuatannya bahkan di demonstrasikan di laboratorium pengantar teknik kimia UMI.

Mahasiswa teknik kimia fakultas teknologi industri universitas muslim indonesia  makassar sulawesi selatan  membuat hand sanitizer atau gel pembersih tangan, pembuat formula hand sanitizer ini di demonstrasikan  dilaboratorium pengantar teknik kimia 14/03/2020.

Inisiatif pembuatan hand sanitizer ini sebagai respon atas langkanya produk serupa dipasaran sejak merebaknya virus corona  diharapkan masyrakat  bisa membuat sendiri hand sanitizer lantaran bahannya yang mudah ditemukan.

Adapun bahan bahan untuk membuat handsanitizer ini seperti alkohol gel lidah buaya  minyak ekstraksi atau essential oil dari kulit jeruk.

Bahan seperti alkohol 70 persen dicampur dengan perbandingan satu banding tiga yakni misalnya aloe vera misalnya 50 gram maka alkohol 70 persen  sebanyak 150 mililiter.

Kedua bahan tersebut kemudian dicampur dan diaduk hingga lima belas sampai dua puluh menit sampai tercampur rata setelah itu ditambahkan esential oil yang didapatkan dari kulit jeruk sebanyak sepuluh atau hingga dua puluh tetes,adapun esential oil dari kulit jeruk ini sebagai pewangi, sementara alkohol berfungsi sebagai anti septic, sementara aloe vera atau lidah buaya berfungsi untuk melembutkan kulit sehingga tidak terjadi iritasi.

Bahan handsanitizer ini kemudian di masukan ke dalam botol, dalam sekali pembuatan /bisa mengemas hingga sepuluh botol .

Adapun pembuatan hand sanitizer secara mandiri ini merujuk pada sejumlah literatur penelitian ilmiah yang diterbitkan dari berbagai sumber, namun pihaknya menambahkan dengan beberapa variabel berbeda misalnya kulit jeruk sebagai esential oil.

Hand sanitizer ini untuk sementara tidak diperjual belikan adapun penggunaanya sebatas untuk mahasiswa di lingkup fakultas teknologi universitas muslim indonesia.

#coronavirus
#Senitizer
#UmiMakassar

Penulis : KompasTV Makassar





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:27
BMKG SEBUT SECARA KESELURUHAN WILAYAH JABAR AKAN MASUK MUSIM KEMARAU PADA JUNI 2021   PRESIDEN JOKOWI MEWAJIBKAN SETIAP PMI ATAU TKI MENDAPATKAN HAK CUTI DAN JAMINAN SOSIAL   MAJELIS HAKIM PN JAKPUS TUNDA SIDANG GUGATAN AD/ART PARTAI DEMOKRAT HINGGA PEKAN DEPAN   KEJAGUNG DUGA TERSANGKA KASUS DUGAAN KORUPSI PT ASABRI MELAKUKAN PENCUCIAN UANG LEWAT TRANSAKSI BITCOIN   HARGA EMAS BATANGAN PT ANTAM PADA 20 APRIL 2021 TURUN RP 6.000 MENJADI RP 933.000 PER GRAM   KEMENLU BELUM DAPAT PASTIKAN KEDATANGAN PEMIMPIN JUNTA MILITER MYANMAR DALAM PERTEMUAN KTT DI JAKARTA   SEKRETARIAT ASEAN MEMASTIKAN KRISIS MYANMAR AKAN MENJADI TOPIK PEMBAHASAN UTAMA DALAM KTT   ASOSIASI SERIKAT PEKERJA BERHARAP KEMENAKER MAKSIMALKAN FUNGSI PENGAWASAN PADA PEMBAYARAN THR 2021   RSPAD GATOT SOEBROTO TARGETKAN PROSES PENELITIAN TERAPI SEL DENDRITIK DALAM WAKTU 2,5 BULAN KE DEPAN    MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY UNGKAP PPKM ADALAH STRATEGI BARU PEMERINTAH TANGANI COVID-19   MENDAGRI TITO KARNAVIAN PERINTAHKAN KEPALA DAERAH TERAPKAN LARANGAN MUDIK    KEMENHUB MENYATAKAN SURAT EDARAN LARANGAN MUDIK SELAMA 6-17 MEI 2021 AKAN TERBIT PEKAN INI   MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY: PEMERINTAH TAK INGIN LEBARAN 2021 JADI PEMICU UTAMA NAIKNYA KASUS COVID-19    MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY MEMPREDIKSI 13 PERSEN DARI 80 JUTA PEMUDIK NEKAT MUDIK MESKI DILARANG