HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 cerita indonesia

Fakta Penggerebekan Masker Ilegal: Bahan Produksi dari China Hingga Raup Rp250 Juta per Hari

Jumat, 28 Februari 2020 | 15:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menggerebek gudang penimbunan dan produksi masker ilegal di pergudangan Central Cakung Blok i nomor 11, Cakung Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (27/2/2020).

Gudang penimbunan dan produksi masker itu merupakan milik PT Uno Mitra Persada sebagai perusahaan pemasaran.

Sementara PT Unotec Mega Persada sebagai perusahaan produksi masker.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, mereka memproduksi masker secara ilegal yang tak memiliki izin edar atau produksi dari Kementerian Kesehatan RI.

Baca Juga: Pertama Kali di Jepang! Wanita Ini Dua Kali Terinfeksi Virus Corona

Yusri mengungkapkan, perusahaan makser ilegal itu bisa memproduksi sekitar 17 kardus yang berisi 50 boks masker.

Kemudian, mereka menjual satu boks masker seharga Rp230.000. 

Saat penggerebekan, polisi mengamankan 600 kardus berisi 30.000 masker siap edar.

"Setelah kita lakukan penggerebekan dan penggeledahan di lokasi ini, ternyata di tempat ini bukan hanya menimbun, bahkan memproduksi secara ilegal, yang tidak sesuai dengan standar, tidak memiliki ijin dari Kementerian Kesehatan," kata Yusri di pergudangan Central Cakung, Cakung Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (28/2/2020).

Yusri menjelaskan, penggerebekan gudang itu berawal dari informasi masyarakat terkait kelangkaan masker yang diduga disebabkan penimbunan masker.

Baca Juga: Indonesia Bebas Corona, Menlu Retno Marsudi Pertanyakan Penangguhan Umrah

Saat digerebek, polisi mengamankan 10 orang, masing-masing berinisial YRH ,EE, F, DK, SL, SF, ER, D, S dan, LF.

Sementara itu, polisi masih memburu pemilik gudang yang juga beperan sebagai pimpinan perusahaan produsen masker.

Adapun, berdasarkan keterangan awal para tersangka, gudang produksi masker ilegal itu mulai beroperasi sejak Januari 2020.

Atas perbuatannya, para tersangka terancam dijerat Undang-Undang Kesehatan dan Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

"Ancaman sanksi pidana penjara maksimal 5 tahun dan atau pidana denda maksimal Rp 50 miliar," ungkap Yusri.

#MaskerIlegal #Penggerebekan #Corona

Penulis : Desy Hartini



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
18:58
ADA 1.677 KASUS POSITIF KORONA DI INDONESIA, 103 DI ANTARANYA TELAH DINYATAKAN SEMBUH   WHITE HORSE GROUP BEKERJA SAMA DENGAN KEMENPAREKRAF SIAPKAN 6 BUS ANTAR-JEMPUT TENAGA MEDIS VIRUS KORONA   PRESIDEN JOKOWI MINTA KEPALA DAERAH SATU VISI DALAM MENANGANI PANDEMI VIRUS KORONA   PRESIDEN JOKOWI PASTIKAN FASILITAS ISOLASI DI PULAU GALANG, BATAM, BEROPERASI PADA 6 APRIL 2020   WAKIL BUPATI LUWU TIMUR, SULSEL, IRWAN BACHRI SYAM SUMBANGKAN SELURUH GAJINYA UNTUK TANGGULANGI KORONA   OJK INGATKAN KEPADA INDUSTRI KEUANGAN TIDAK MENGAMBIL KEUNTUNGAN ATAS KONDISI YANG TERJADI AKIBAT KORONA   MENKEU SRI MULYANI SUNTIK DANA RP 3 TRILIUN KE BPJS KESEHATAN UNTUK BISA SEGERA BAYAR TAGIHAN RS   KEMENTERIAN ESDM: PELANGGAN LISTRIK PRABAYAR GOLONGAN 450 VA & 900 VA AKAN DAPAT TOKEN GRATIS SELAMA 3 BULAN KE DEPAN   DITLANTAS POLDA METRO JAYA UNDUR WAKTU PENYERAHAN BARANG BUKTI TILANG KE KEJARI DKI AKIBAT ADA PANDEMI KORONA   PEMKAB KEPULAUAN SERIBU SEDIAKAN "RAPID TEST" KORONA DI PUSKESMAS DAN RSUD DI PULAU PRAMUKA   PEMKAB KEPULAUAN SERIBU SIAPKAN DUA PULAU SEBAGAI TEMPAT ISOLASI PASIEN KORONA   DOKTER SPESIALIS PARU ERLINA BURHAN INGATKAN MASYARAKAT TIDAK "PANIC BUYING" BELI MASKER DI TENGAH PANDEMI KORONA   MENSOS JULIARI BATUBARA: PROGRAM BANTUAN SOSIAL SELAMA PANDEMI KORONA SEGERA DISALURKAN   PRESIDEN JOKOWI DIGUGAT OLEH KELOMPOK PEDAGANG ECERAN KARENA DIANGGAP LALAI ANTISIPASI PANDEMI VIRUS KORONA