HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV regional berita daerah

Perajin di Lampung Selatan Sulap Bambu Jadi Perabotan Rumah

Selasa, 25 Februari 2020 | 16:30 WIB

LAMPUNG, KOMPAS.TV - Puluhan tahun Mbah Maniyem warga Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten  Lampung selatan, menekuni diri sebagai perajin bambu. Hasil karya tanganya ini berupa perabotan rumah tangga dari bahan dasar bambu, yang mampu menghasilkan uang bagi keluarga..

Sudah empat puluh tahun lebih Mbah Maniyem beserta suami, dibantu oleh dua anak perempuanya, menjadi perajin pengayam bilah bambu menjadi perabotan rumah tangga. Dengan keuletan dan ketelitian penganyaman bambu yang dilakukan mbah maniyem dilakukan dengan cara tradisional.

Meski diera saat ini perbotan rumah tangga lebih banyak menggunakan bahan plastik, stainless ataupun lainnya, namun tidak menyurutkan semangat Mbah Maniyem sebagai pengrajin bambu, tentunya ini dilakukan juga sebagai melestarikan budaya agar tidak hilang termakan zaman.

Diusianya yang sudah tidak muda lagi Mbah Maniyem dan sang suami Mbah Dangun masih begitu cekatan dalam menganyam bilah bambu jenis apus yang akan dijadikan tompo  dan jenis lainya yang  biasa  dipesan oleh tengkulak.

Proses membuat kerajinan wadah anyaman dari bilah bambu ini, sebenarnya cukup rumit dan butuh ketilitian. Mulai dari memilih jenis bambu apus yang pantas untuk ditebang, memotong, membelah hingga menjadi irisan tipis , lalu dijemur dibawah sinar matahari sampai benar benar kering dengan lekukan yang diinginkan, setelah itu baru bambu bisa dianyam.,

Bambu yang digunakan untuk membuat perabotan rumah tanggan ini, biasanya jenis bambu item, jenis bambu ini didapatkan dari penjual bambu dengan harga lima puluh ribu rupiah per sepuluh meter.

Baca Juga: Pulau Pasaran Sentra Pengolahan Ikan Terbesar di Lampung

Hasil karya tangan Mbah Maniyem dari bahan dasar bambu ini biasanya sperti kerinjing, pidi, dan copil. Kemudian benda-benda ini kepada tengkulak atau langsung dijual di pasar tradisional. Harganya bervariasi mulai dari Rp. 20.000 hingga Rp. 50.000 tergantung jenis dan kerumitan pembuatannya.

#perajinbambu #anyamanunik #perabotantradisional 

 

 

Penulis : Kompastv Lampung



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
01:43
PEDULI MEREKA YANG KEHILANGAN PENGHASILAN DI TENGAH PANDEMI KORONA, DENGAN DONASI KE BIT.LY/KONSERAMALDARIRUMAH   KOMPAS TV BERSAMA DIDI KEMPOT DAN SOBAT AMBYAR MENGGELAR KONSER AMAL DARI RUMAH, SABTU, 11 APRIL 2020 PUKUL 19.00 WIB   DINAS PARIWISATA NTB: 4.000 KARYAWAN HOTEL DAN RESTORAN DIRUMAHKAN KARENA SEPI PENGUNJUNG AKIBAT KORONA   DISBUDPAR JAWA BARAT: 575 HOTEL DI JABAR TUTUP SEMENTARA, 25.000 KARYAWAN DIRUMAHKAN AKIBAT KORONA   ISTRI DARI CAMAT BEKASI UTARA LUKMAN NULHAKIM BESERTA SOPIRNYA POSITIF TERINFEKSI KORONA   UNTUK BULAN APRIL, PESERTA PENERIMA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) AKAN MENDAPAT BANTUAN DUA KALI LIPAT   KEMENKEU: JANGAN SAMPAI PENERIMA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) GUNAKAN UANGNYA UNTUK BAYAR CICILAN   PEMERINTAH AKAN MENGGELONTORKAN RP 75 TRILIUN UNTUK PENANGANAN KORONA   DUA KOMISIONER OMBUDSMAN YANG DIRAWAT DI RS BRIMOB KELAPA DUA DEPOK DINYATAKAN SEMBUH DARI KORONA   SRI SULTAN HB X MENILAI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BELUM CUKUP SYARAT UNTUK AJUKAN PSBB   PEMKOT TANGERANG AJUKAN STATUS PSBB KE PEMPROV BANTEN   PEMERINTAH: JANGAN MELAKUKAN PERJALANAN KE MANA PUN DI TENGAH PANDEMI KORONA   PEMERINTAH: CUCI TANGAN MENGGUNAKAN SABUN DENGAN AIR MENGALIR UNTUK MENCEGAH PENYEBARAN KORONA   PEMERINTAH: FAKTOR PEMBAWA PENYEBARAN KORONA ADALAH MANUSIA