Kompas TV nasional sapa indonesia

Duh! Rekayasa Keributan di MH Thamrin Ternyata "Collab" Dosen dan Mahasiswi

Kamis, 20 Februari 2020 | 19:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Polisi menangkap seorang dosen dan 1 mahasiswi yang merupakan pembuat dan penyebar video rekayasa keributan di jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.   

Video rekayasa dibuat untuk meningkatkan popularitas pelaku di media sosial.

Berikut ini adalah video keributan di Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, yang sempat viral di media sosial. 

Baca Juga: Kebelet Viral, Dosen dan Mahasiswi Buat Video Hoaks di Thamrin

Setelah diusut, video ini ternyata adalah rekayasa yang dibuat oleh seorang dosen dan mahasiswi salah satu Universitas Swasta, di Jakarta.

Kedua content creator ini membayar 4 orang, sebesar Rp 500.000 untuk berakting melakukan perannya.  

Agar viral, sang dosen pun mengirimkan video rekayasanya ke sejumlah akun instagram yang memiliki pengikut melimpah.

Baca Juga: Berharap Videonya Viral, Dosen dan Mahasiswi Malah Ditangkap Polisi

Dua orang pembuat konten, kini telah ditangkap polisi dari polsek metro menteng. Dari hasil pemeriksaan sang dosen yang juga pelaku mengakui perbuatannya merekayasa adegan video untuk menaikan popularitas di media sosila, melalui penyebaran berita palsu.

Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto menyebutkan bila Pihak Kepolisian tak hanya menangkap 2 pelaku, nemun juga menyita menyita barang bukti berupa 2 buah telepon seluler, flashdisk, tas serta hasil tangkapan layar video perkelahian yang viral di media sosial. 

Karena membuat kegaduhan keduanya akan dijerat oleh undang-undang ITE, tentang peraturan hukum pidana dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Penulis : Anjani Nur Permatasari


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:22
PERTAMINA PASTIKAN STOK BBM DAN ELPIJI DI MAMUJU DAN MAJENE AMAN, MASYARAKAT DIHARAP TETAP TENANG   BNPB: GUNUNG SEMERU KEMBALI KELUARKAN AWAN PANAS GUGURAN SEJAUH 4,5 KILOMETER   TIONGKOK BANGUN RUMAH SAKIT DENGAN KAPASITAS 1.500 KAMAR UNTUK PASIEN COVID-19 DALAM WAKTU HANYA LIMA HARI   PT PLN (PERSERO) PULIHKAN 552 DARI 872 GARDU LISTRIK TERDAMPAK GEMPA DI SULBAR   BNPB MENYATAKAN AKAN MENGGELAR TES CEPAT ANTIGEN DI TEMPAT PENGUNGSIAN   BMKG PASANG SEISMOMETER, ALAT UNTUK MENGUKUR PERGERAKAN TANAH, DI LOKASI PERGESERAN TANAH DI ACEH BESAR   TIONGKOK SUMBANGKAN 1 JUTA DOSIS VAKSIN KORONA BUATAN SINOVAC KE KAMBOJA   TIM SAR TEMUKAN 8 KORBAN RERUNTUHAN DI RS MANAKARRA DI KABUPATEN MAMUJU, SULBAR, 4 DI ANTARANYA MENINGGAL DUNIA    KOMANDAN LANTAMAL VI MENGATAKAN KRI TONGKOL 813 ANGKUT BANTUAN LOGISTIK UNTUK KORBAN GEMPA SULBAR   PERTAMINA PASTIKAN KEBUTUHAN BBM DAN ELPIJI AMAN PASCA-BANJIR BANDANG DI KALIMANTAN SELATAN    BMKG SEBUT GEMPA BERMAGNITUDO 5,4 BERPUSAT DI PESISIR BARAT LAMPUNG TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI    PEMPROV DKI MENCATAT ADA 3.536 KASUS BARU COVID-19 DI JAKARTA PADA SABTU, 16 JANUARI 2021    SABTU SORE, BASARNAS TERIMA 17 KANTONG JENAZAH KORBAN KECELAKAAN SRIWIJAYA AIR SJ182   KETUA IDI MENILAI MENKES BUDI GUNADI SADIKIN BELUM MAKSIMAL TEKAN PENULARAN COVID-19