HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional kompas petang

Sakit, Sekjen Sunda Empire Rangga Sasana Ajukan Penangguhan Penahanan

Rabu, 19 Februari 2020 | 20:24 WIB

BANDUNG, KOMPAS.TV - Tersangka kelompok Sunda Empire, Rangga Sasana, mengajukan penangguhan penahanan.

Ia sebelumnya menjadi tersangka atas kasus berita bohong dan menyebabkan keonaran.

Rangga sasana mengajukan penangguhan penahanan dengan alasan kesehatan.

Baca Juga: Petinggi Sunda Empire Rangga Sasana Ditangkap Saat Berkunjung ke Rumah Saudara

Ia mengaku ingin berobat, dan menyatakan pernah dirawat di salah satu rumah sakit di Jawa Tengah.

Rangga juga mengklaim dirinya tidak membuat kegaduhan dan berharap penangguhan penahanannya dikabulkan polisi.

Baca Juga: Rangga Sasana Tanggalkan Baju Kebesaran Sunda Empire, Berganti Baju Tahanan

Polda Jawa Barat, belum memutuskan permintaan penangguhan penahanan Rangga Sasana.

Polisi menganalisis soal risiko, jika tersangka tidak ditahan.

Termasuk juga pertimbangan soal investigasi penyidik.

Baca Juga: 3 Petinggi Sunda Empire Rangga Sasana dkk Ditetapkan Tersangka

Polisi juga memastikan tiga tersangka, dalam kondisi sehat, fisik dan psikologis.

Munculnya Sunda Empire, akhirnya membuat polisi turun tangan.

Keberadaannya menimbulkan kontroversi karena berbagai klaim, dan membelokkan sejumlah fakta sejarah.

Di antaranya soal klaim PBB dan pentagon lahir di Bandung, Jawa Barat.

Hingga akhirnya tiga orang yang disebut petinggi Sunda Empire ditangkap polisi pada akhir Januari lalu.

Baca Juga: [FULL] Ngalor-Ngidul! Pernyataan Petinggi Sunda Empire Rangga Sasana Usai Jadi Tersangka

Mereka, Nasri Banks, Ratna Ningrum, dan Rangga Sasana, menjadi tersangka dalam kasus penyebaran berita bohong dan membuat keonaran.

Satu tersangka, Rangga Sasana adalah anggota Sunda Empire yang paling sering membuat pernyataan atas klaim-klaim kelompok itu.

Mereka terancam hukuman hingga 10 tahun penjara.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti.

Antara lain seragam, surat-surat dan dokumen, termasuk surat yang berkaitan dengan keuangan.

Penulis : Aleksandra Nugroho



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
12:36
GEMPA BERMAGNITUDO 5,2 YANG GUNCANG WILAYAH LAUT BANDA PADA MINGGU PAGI TAK BERPOTENSI TSUNAMI   WAGUB JABAR UU RUZHANUL ULUM: KEPUTUSAN "LOCKDOWN" MERUPAKAN KEWENANGAN DARI PEMERINTAH PUSAT   WAGUB JABAR UU RUZHANUL ULUM INGATKAN BUPATI & WALI KOTA TAK BUAT KEPUTUSAN "LOCKDOWN" SECARA SEPIHAK   DPRD KABUPATEN CIANJUR DORONG PEMDA TERAPKAN "LOCKDOWN" UNTUK CEGAH PENULARAN VIRUS KORONA   CEGAH PENULARAN KORONA, PEMPROV GORONTALO AKAN LARANG WNA MASUK DAN KELUAR MULAI 31 MARET 2020   MABES POLRI PERINTAHKAN JAJARANNYA MELAKUKAN PENYEMPROTAN DISINFEKTAN MASSAL UNTUK CEGAH VIRUS KORONA   PALANG MERAH INDONESIA MELAKUKAN PENYEMPROTAN DISINFEKTAN MASSAL DI 6.839 TITIK DI WILAYAH INDONESIA   OPERASIONAL TERMINAL 1 DAN 2 BANDARA SOEKARNO-HATTA DIBATASI SEMENTARA KARENA DAMPAK VIRUS KORONA   CEGAH PENYEBARAN KORONA, PEMKAB LEBAK MINTA KRL HINGGA BUS ANTARKOTA ANTARPROVINSI TAK BEROPERASI SEMENTARA   DINAS KESEHATAN SEBUT JUMLAH PASIEN POSITIF VIRUS KORONA DI KALIMANTAN TIMUR BERTAMBAH JADI 17 ORANG   PEMPROV SUMBAR TERAPKAN KEBIJAKAN PEMBATASAN SELEKTIF BAGI PERANTAU UNTUK CEGAH VIRUS KORONA   KAPOLDA METRO JAYA IMBAU WARGA TAK TINGGALKAN JAKARTA UNTUK MUDIK LEBIH AWAL KE KAMPUNG HALAMAN   CEGAH PENULARAN KORONA, MUI SARANKAN PEMERINTAH SEGERA REALOKASI ANGGARAN HINGGA "LOCKDOWN"   WALI KOTA JAKBAR RUSTAM EFFENDI: 39 ODP YANG DIISOLASI DI MASJID TAMAN SARI DIPINDAHKAN KE WISMA ATLET KEMAYORAN