Kompas TV klik360 cerita indonesia

Disebut Lebih Berhasil dari Anies dan Jokowi, Ternyata Ini Solusi Ahok Atasi Banjir...

Minggu, 27 September 2020 | 05:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Lembaga Survei Indo Barometer menyurvei isu permasalahan di DKI Jakarta, salah satunya penanganan banjir.

Hasilnya, mulai dari masa Jokowi (5 Oktober 2012-16 Oktober 2014), Basuki Tjahaja Purnama (16 Oktober 2014-9 Mei 2017), dan Anies Baswedan (16 Oktober 2017-sekarang), tak ada yang memuaskan.

Sebab, hasil persentase dari ketiga tokoh tersebut berada di bawah 50 persen.

Berikut persentase ketiga tokoh untuk masalah banjir:

Baca Juga: Beda Cara Ahok dan Anies Baswedan Atasi Banjir Jakarta

Berikut cara pengendalian banjir era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok):

-    Normalisasi sungai 

Normalisasi ini adalah langkah melebarkan sungai dengan cara memindahkan atau menggusur warga yang tinggal di bantaran sungai.

Setelah dipindahkan, pinggiran sungai itu kemudian dilakukan betonisasi.

Warga di bantaran sungai yang dipindah atau digusur kemudian dipindahkan ke rumah-rumah susun yang disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta.

-    Optimalisasi dan perbaikan pompa

Ahok juga menekankan perbaikan pompa-pompa yang rusak. Ahok meminta kepada camat dan lurah agar mengawasi pompa di wilayahnya. Hal itu ditekankan Ahok pada 2015. 

-    Pengendalian banjir lewat pembuatan situ, waduk, embung, dan kanal

Saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD 2014, di Gedung DPRD DKI, Senin (6/4/2015) Ahok mengklaim telah melakukan pengembangan situ hingga waduk.

"Pada program pembangunan prasarana dan sarana pengendali banjir telah dilaksanakan sejumlah kegiatan. Di antaranya pengembangan situ, waduk, embung dan kanal," kata Basuki.

-    Pembuatan sumur resapan hingga biopori

Di masa Ahok, Pemprov DKI juga telah melakukan persiapan pembangunan tanggul national Capital Integrated Coastal Development (NCICD), pembuatan 272 sumur resapan dan pembuatan 667.573 lubang biopori.

Ada pun sejumlah cara Ahok lainnya:

  • Menyiagakan pasukan oranye
  • Membangun tanggul
  • Memasang bronjong antara rumah warga dan sungai
  • Membersihkan sampah kabel

#Ahok #AniesBaswedan #BanjirJakarta

Editor : Desy Hartini



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Kampanye Pemilu Versus Perwali Samarinda

Minggu, 27 September 2020 | 04:15 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
05:41
MAIN BOARD GAME BARENG KELUARGA, DISKON 30% ALL PRODUCTS DI GERAI.KOMPAS.ID AKSES KLIK.KOMPAS.ID/MAINDIRUMAH    WEEKEND SERU DI RUMAH! DISKON 30% ALL PRODUCTS DI GERAI.KOMPAS.ID AKSES KLIK.KOMPAS.ID/MAINDIRUMAH    SEJUMLAH PEMIMPIN AMERIKA LATIN DESAK PBB UNTUK MEMBERIKAN AKSES GRATIS VAKSIN VIRUS KORONA   AKSES DI ALUN-ALUN KOTA TEGAL DITUTUP SEMENTARA PASCAKONSER DANGDUT DI TENGAH PANDEMI   WALI KOTA TEGAL DEDY YON SUPRIYONO MENGAKU TAK TAHU KEBERADAAN PANGGUNG DANGDUT DI HAJATAN WAKIL KETUA DPRD    KAPOLDA PAPUA: TIM GABUNGAN TNI-POLRI YANG SEDANG OLAH TKP DI HIPADIPA DITEMBAKI KKB, TIDAK ADA KORBAN JIWA   POLESTABES MEDAN UNGKAP SINDIKAT PEREDARAN 7 KG SABU, DUA TERSANGKA DITANGKAP DAN 1 PELAKU DITEMBAK MATI   POLRI: PENGUSAHA ANGKUTAN UMUM HARUS PATUHI PROTOKOL KESEHATAN TENTANG KAPASITAS PENUMPANG 50 PERSEN   DITLANTAS POLDA METRO JAYA DAN DINAS PERHUBUNGAN AKAN LAKUKAN OPERASI YUSTISI DENGAN MENYASAR ANGKUTAN UMUM    POLISI UNGKAP 10 TERSANGKA KLINIK ABORSI MASING-MASING BERPERAN SEBAGAI PEMILIK, TIM MEDIS, CALO, DAN PASIEN   POLDA METRO JAYA GELAR REKONSTRUKSI KASUS ABORSI DI JAKARTA PUSAT DENGAN 63 ADEGAN YANG DILAKUKAN PARA TERSANGKA   POLISI UNGKAP PERAN CALO KLINIK ABORSI JAKARTA PUSAT DENGAN PASANG IKLAN DI SITUS WEB DAN MENDAPAT IMBALAN 50 PERSEN   KAKORLANTAS POLRI SEBUT TERMINAL DAN PUL BUS MENJADI SALAH SATU LOKASI YANG SERING TERJADI KERUMUNAN    POLISI PERIKSA 10 SAKSI DALAM KASUS KONSER DANGDUT DI KOTA TEGAL DAN ADA DUGAAN UNSUR TINDAK PIDANA