HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional berita kompas tv

Pasca Observasi Natuna, Kepulangan Para TNI ke Daerah Asal Ini Juga Mengharukan!

Senin, 17 Februari 2020 | 05:01 WIB

KOMPAS.TV - Proses pemulangan 238 WNI yang telah selesai diobservasi di Natuna, menuju kampung halaman masing-masing, terus berlangsung.

Salah satunya, tujuh mahasiswa asal kalimataan selatan, yang hari ini tiba di bandara syamsudin noor banjarbaru.

Kedatangan ketujuh mahasiswa ini disambut hangat anggota keluarga dan pemerintah provinsi kalimantan selatan.

Semuanya tampak lega, karena pulang dalam kondisi sehat, setelah diobservasi selama 14 hari.

Sementara terkait perkuliahan, para mahasiswa akan melakukan kuliah daring, hingga kondisi membaik di pusat wabah, Wuhan, China.

Kedatangan 5 mahasisiwi yang sempat terjebak di pusat wabah disambut sukacita keluarga. Apalagi, kondisi kelimanya sehat lahir dan batin.

Mahasiswi Asal Balikpapan, Marina Febriana Charia menyebutkan jika ia banyak mengalami pengalaman yang cukup menegangkan hingga akhirnya  berujung observasi di Natuna.

Namun, hal ini tidak membuat generasi muda Indonesia ini kapok melanjutkan studi.

Seperti 3 mahasiswa asal Lombok dan NTB yang kini bisa berkumpul kembali bersama sanak saudara. 

Ketiganya berharap situasi kembali normal, agar bisa segera kembali ke Wuhan, untuk melanjutkan pendidikan.

Pengalaman di Natuna pun sangat diapresiasi oleh mereka agar selalu disiplin menjaga kesehatan.

Selain para mahasiswa yang juga bisa bernafas lega kembali ke kampung halaman, begitupula dengan para tentara yang terlibat dalam misi penjemputan. 
25 personel TNI Angkatan Udara dari Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan disambut haru oleh kerabat dan keluarga.

Tugas menjalankan misi kemanusiaan, turut mengharuskan mereka diobservasi di natuna, selama 14 hari. 

Dan kini, semuanya telah dinyatakan sehat dan bebas dari infeksi virus corona.
 

Penulis : Anjani Nur Permatasari



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
21:28
PEDULI MEREKA YANG KEHILANGAN PENGHASILAN DI TENGAH PANDEMI KORONA, DENGAN DONASI KE BIT.LY/KONSERAMALDARIRUMAH   KOMPAS TV BERSAMA DIDI KEMPOT DAN SOBAT AMBYAR MENGGELAR KONSER AMAL DARI RUMAH, SABTU, 11 APRIL 2020 PUKUL 19.00 WIB   BACA EPAPER KOMPAS GRATIS DARI RUMAH. GUNAKAN KODE KOMPASWFH. AKSES: KLIK.KOMPAS.ID/EPAPERKOMPAS   KEMENKOP & UKM AJAK PELAKU KOPERASI DAN UMKM MEMPRODUKSI MASKER KAIN DI TENGAH PANDEMI KORONA   PEMKOT TANGSEL SIAPKAN RP 100 MILIAR UNTUK PENANGANAN KORONA   WALI KOTA DEPOK SEBUT BERKAS USULAN PSBB UNTUK WILAYAHNYA SUDAH LENGKAP   WALI KOTA DEPOK M IDRIS USULKAN PSBB DI BODEBEK AGAR PEMBATASAN ANGKUTAN UMUM TERINTEGRASI   BLUE BIRD BATASI KAPASITAS PENUMPANG HANYA 50% SAAT PSBB DIBERLAKUKAN DI JAKARTA   GRAB INDONESIA MINTA LAYANAN TRANSPORTASI RODA 2 TETAP DIPERBOLEHKAN ANGKUT PENUMPANG SAAT PSBB DI JAKARTA   OPERASIONAL KERETA BANDARA SOEKARNO-HATTA DAN KUALANAMU DIHENTIKAN SEMENTARA MULAI 12 APRIL-31 MEI 2020   RUAS TOL JORR SEKSI S, JAKARTA, DISEMPROT DISINFEKTAN UNTUK CEGAH PENYEBARAN KORONA   KEMENTERIAN PPPA BELUM MEMILIKI DATA JUMLAH ANAK-ANAK YANG TERPAPAR VIRUS KORONA   PEMERINTAH MENGGESER CUTI BERSAMA HARI RAYA IDUL FITRI DARI MEI 2020 KE DESEMBER 2020 AKIBAT PANDEMI KORONA   PEMERINTAH TELAH MENGANGGARKAN RP 405,1 TRILIUN UNTUK PENANGANAN KORONA