HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 cerita indonesia

Suasana Haru Bahagia Kepulangan WNI Pasca Observasi di Natuna

Senin, 17 Februari 2020 | 05:30 WIB

JAKARTA, KOMPASTV - Lebih dari dua ratus Warga Negara Indonesia yang diobservasi selama dua pekan di Natuna kini sudah bertemu keluarganya. Setiap orang dilengkapi sertifikat yang menandakan bahwa dirinya sehat.

Wajah bahagia juga terpancar dari 237 peserta observasi yang baru tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta.

Mereka telah selesai diobservasi selama 14 hari pasca kedatangan dari Wuhan, China pada Sabtu (01/02/2020) akibat merebaknya virus corona di wilayah tersebut.

Selama 2 pekan itu sebanyak 237 orang kini dinyatakan sehat dan dilengkapi dengan sertifikat kesehatan mulai dari hasil pemeriksaan hingga pemantauan selama observasi.

Selama observasi berlangsung lancar dan tidak ada gangguan. Bahkan para WNI disediakan fasilitas-fasilitas yang lengkap seperti televisi, mesin cuci, karaoke untuk mengisi kegiatan selama observasi.

Dilansir dari Kompas.com, Innesa Alviani Nur Fadilah utarakan kegembiraan saat tiba di samarinda

"Senang banget. Masyarakat bisa terima kami. Bisa ketemu keluarga. Masyarakat juga terima kami dengan senang. Tidak membedakan kami yang membawa virus," kata Innes sapaannya.

Selama menjalani karantina, Innes mengaku senang. Karena semua kegiatan yang dijalani baik dan teratur. Bahkan dirinya merasa nyaman selama disana. Kesan kebersamaan selalu dia ingat.

"Nyaman banget di sana. Serasa bukan karantina," kata perempuan berhijab ini.

Selain itu para awak kabin dari pesawat yang mengevakuasi WNI dari Wuhan juga telah diobservasi dan diperbolehkan pulang.

Penulis : Theo Reza



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
20:53
PEDULI MEREKA YANG KEHILANGAN PENGHASILAN DI TENGAH PANDEMI KORONA, DENGAN DONASI KE BIT.LY/KONSERAMALDARIRUMAH   KOMPAS TV BERSAMA DIDI KEMPOT DAN SOBAT AMBYAR MENGGELAR KONSER AMAL DARI RUMAH, SABTU, 11 APRIL 2020 PUKUL 19.00 WIB   BACA EPAPER KOMPAS GRATIS DARI RUMAH. GUNAKAN KODE KOMPASWFH. AKSES: KLIK.KOMPAS.ID/EPAPERKOMPAS   BRUNEI DARUSSALAM SEBUT SUDAH 4 HARI TIDAK ADA KASUS BARU VIRUS KORONA DI NEGARANYA   DUA ORANG DI AS DIJERAT DENGAN PASAL TERORISME SETELAH MEREKA MENGKLAIM DENGAN SENGAJA MENYEBARKAN KORONA   PERHIMPUNAN HOTEL & RESTORAN INDONESIA (PHRI): 1.266 HOTEL DI SELURUH INDONESIA DITUTUP SEMENTARA KARENA KORONA   TRANSJAKARTA TERAPKAN PEMBATASAN JUMLAH PENUMPANG SAAT PSBB BESOK DIBERLAKUKAN   13 KORIDOR UTAMA TRANSJAKARTA TETAP BEROPERASI SAAT PSBB BESOK DIBERLAKUKAN   SEBANYAK 4,2 JUTA WARGA DI JABODETABEK AKAN MENDAPAT BANSOS SEMBAKO DARI PEMERINTAH   PEMERINTAH ANGGARKAN RP 360 MILIAR UNTUK INSENTIF BAGI SOPIR TAKSI, BUS, TRUK, DAN KERNET   PRESIDEN JOKOWI: SOPIR TAKSI, BUS, TRUK, DAN KERNET AKAN DAPAT INSENTIF RP 600.000 PER BULAN SELAMA 3 BULAN   KOMNAS HAM MINTA PEMERINTAH PASTIKAN NARAPIDANA KORUPSI JAGA JARAK DI TENGAH PANDEMI KORONA   PEMERINTAH: LEBIH DARI 18.000 ORANG MENDAFTAR SEBAGAI RELAWAN PENANGGULANGAN KORONA   PEMERINTAH: SAAT INI ADA LEBIH DARI 35.000 DOKTER YANG MENANGANI PASIEN KORONA DI INDONESIA