HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional berita kompas tv

WNI yang Selesai Observasi di Natuna Langsung Pulang ke Keluarga dan Kampung Halaman

Sabtu, 15 Februari 2020 | 18:30 WIB
wni-yang-selesai-observasi-di-natuna-langsung-pulang-ke-keluarga-dan-kampung-halaman
Beberapa hari menjelang berakhirnya proses observasi dan karantina yang dilakukan di hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) terhadap 238 WNI dari Wuhan, China dan 47 tim penjemput. 700 personil yang tergabung dalam misi kemanusiaan ini, yakni Komando Tugas Gabungan Terpadu Operasi Kemanusiaan Natuna (Kogasgabpad) dikunjungi Panglima TNI dan Kapolri, Kamis (13/2/2020) (Sumber: (KOMPAS.COM/HADI MAULANA))

JAKARTA, KOMPASTV - WNI yang selesai menjalani observasi di Natuna akan kembali ke keluarga masing-masing.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan para WNI tersebut sudah bisa kembali ke keluarga dan tidak ada lagi melakukan tes kesehatan di Bandara Halim Perdanakusuma.

Seperti yang dilakukan rombongan pertama. Saat tiba di Jakarta, mereka dijemput oleh keluarga dan ada juga perwakilan dari daerah tempat mereka tinggal yang menjemput. 

Baca Juga: Aman dari Corona, Kata Menkes Terawan WNI yang Selesai Diobservasi Bisa Nonton Java Jazz

"Mereka langsung (pulang ke keluarga), yang sudah dapet tiket langsung, (terakhir) jam 8 malam nanti ada yang dari Jawa Timur apa mana gitu," ujar Terawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (15/2/2020).

Lebih lanjut Terawan menjelaskan, hal tersebut untuk memastikan bahwa kondisi para WNI yang selesai observasi dalam kondisi sehat atau tidak terpapar Virus Corona.

Setiap WNI yang menjalani observasi memiliki sertivikat kesehatan dari hasil pemantauan selama observasi. Sertivikat tersebut juga diakuioleh organisasi kesehatan dunia (WHO) yang ikut memantau observasi para WNI tersebut.

Penulis : Johannes Mangihot

1
2



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
13:40
PEMERINTAH ITALIA PERPANJANG “LOCKDOWN” HINGGA 13 APRIL 2020   PT KAI: DAMPAK VIRUS KORONA, PENUMPANG KERETA API DI SUMATERA UTARA TURUN HINGGA 60 PERSEN   GELAR RESEPSI PERNIKAHAN SAAT PANDEMI VIRUS KORONA, KAPOLSEK KEMBANGAN DICOPOT   PANTAU KESEHATAN PEMUDIK, PEMKAB MADIUN DIRIKAN POSKO PEMERIKSAAN KORONA DI STASIUN DAN TERMINAL CARUBAN   DINAS KOMUNIKASI INFORMASI DAN STATISTIK RIAU: 4.444 TKI DARI MALAYSIA MASUK INDONESIA LEWAT RIAU   PANDEMI KORONA, KKP MINTA AKSES PENGIRIMAN SARANA PRODUKSI & LOGISTIK DI BIDANG KELAUTAN DAN PERIKANAN TAK DIBATASI   PEMPROV SULAWESI SELATAN SIAPKAN LAHAN DI GOWA KHUSUS UNTUK TEMPAT PEMAKAMAN JENAZA PASIEN VIRUS KORONA   WALI KOTA JAKARTA BARAT: 144 JEMAAH YANG DIISOLASI DI MASJID JAMI, KEBON JERUK, TAK ADA YANG MEMILIKI GEJALA KORONA   JUBIR PENANGANAN VIRUS KORONA: PEMERIKSAAN DENGAN MESIN TB-TCM DIPRIORITASKAN DI DAERAH YANG BANYAK KASUS KORONA   GUBERNUR JATIM KHOFIFAH INDAR PARAWANSA: RSUD TONGAS, PROBOLINGGO, JADI RUJUKAN PASIEN KORONA   BELUM BERSTATUS PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR, PEMPROV DKI BELUM STOP TRANSPORTASI DARI DAN KE JAKARTA   KEPALA IMIGRASI: WNA DILARANG MASUK KE INDONESIA, PENJAGAAN PELABUHAN DAN BANDARA DI BATAM DIPERKETAT   CEGAH PENYEBARAN KORONA, ANGKASA PURA II: BANDARA SOEKARNO-HATTA BERLAKUKAN LARANGAN KEDATANGAN WNA   PBNU MINTA MASYARAKAT JANGAN TOLAK PEMAKAMAN PASIEN POSITIF KORONA YANG MENINGGAL