HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 sisi tv

Lika-liku Formula E di Monas: Soal Izin, Jakarta Cuma "Pelayan", Hingga Anies Dituding Bohong

Jumat, 14 Februari 2020 | 21:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Sekretaris Negara selaku komisi pengarah menyetujui perhelatan Formula E di Monas.

Keputusan itu tertuang dalam surat yang ditandatangani oleh Mensesneg Pratikno pada 7 Februari 2020.

Keputusan Kemensetneg selaku Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Taman Merdeka itu terbilang cukup mengejutkan.

Sebab, sebelumnya pada 5 Februari lalu, Kemensetneg justru melarang kawasan Monas digunakan sebagai sirkuit Formula E.

Di sisi lain, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyebutkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah melakukan pembohongan publik. 

Sebab, Anies mengaku sudah mendapatkan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI Jakarta untuk menggelar Formula E 2020 di kawasan Monas

Baca Juga: [GRAFIS] Tarik Ulur Izin Formula E untuk Melintas di Monas

Padahal, pernyataan Anies itu dibantah Ketua TACB Mundardjito.

PT Jakarta Propertindo ditunjuk untuk membangun infrastruktur dari ajang balap internasional ini yang ditargetkan rampung pada April 2020 atau sebelum masa uji coba.

Adapun besaran anggaran yang dibutuh untuk event internasional ini mencapai Rp1,16 triliun atau lebih dari 2 kali lipat anggaran Hong Kong, yaitu hk$250-hk$300 juta.

Sayangnya, meski telah mengeluarkan biaya yang tak sedikit, Jakarta hanya menjadi 'pelayan' dalam menggelar ajang balap mobil listrik dunia ini.

Disebut pelayan karena sejauh ini belum ada pebalap Indonesia yang mendapatkan kesempatan untuk unjuk gigi. Syarat utama pebalap Indonesia bisa turut serta di Formula E tentu dipilih atau mengajukan diri ke tim yang berpartisipasi.

Baca Juga: Formula E di Monas Disebut demi Tingkatkan Wisatawan dan Tak Langgar Pergub

Gubernur DKI Jakarta telah mengirimkan rancangan rute lintasan balap atau sirkuit yang akan digunakan pada gelaran Formula e kepada Kemensetneg.

Dalam rancangan tersebut, rute balap mobil bertaraf internasional ini akan melintasi kawasan Monas dan Jalan Medan Merdeka Selatan.

Lokasi Formula E di Monas memang menimbulkan banyak pro dan kontra. Bahkan, sejumlah pihak memberikan ide lokasi selain di Monas. Salah satunya di Gelora Bung Karno.

Pengelola Gelora Bung Karno menawarkan alternatif tempat untuk penyelenggaraan Formula E, yaitu di kawasan Gelora Bung Karno Jakarta.

#FormulaE #Monas #AniesBaswedan

Penulis : Desy Hartini



BERITA LAINNYA

Berita Daerah

Polda Jambi Musnahkan 15 Kg Sabu

Selasa, 25 Februari 2020 | 15:50 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
16:02
TABEA! AUDISI SUCI IX DI KOTA AMBON 28 FEBRUARI 2020, CAFE KAYU MANIS JL. SAM RATULANGI NO. 125, PUKUL 10.00-19.00 WIB   SAMPURASUN! AUDISI SUCI IX HADIR DI BANDUNG 28 FEBRUARI 2020, ENDEUS SPACE JL HASANUDIN NO. 28, PUKUL 10.00-19.00 WIB   BMKG: WASPADA HUJAN LEBAT DISERTAI PETIR DAN ANGIN KENCANG DI SELURUH WILAYAH BENGKULU   MAL AEON JAKARTA GARDEN CITY DITUTUP SEMENTARA DAN DIJAGA PASCAUNJUK RASA OLEH SEJUMLAH MASSA   ASOSIASI PENGUSAHA TRUK INDONESIA: 20.000 TRUK PERUSAHAAN LOGISTIK DI JAKARTA BERHENTI BEROPERASI KARENA BANJIR   PETA LISTRIK JAKARTA (PELITA): PLN MELAKUKAN PEMADAMAN LISTRIK SEMENTARA DI 850 WILAYAH JAKARTA KARENA BANJIR   POLISI AKAN TINDAK TEGAS AKSI KRIMINAL YANG MANFAATKAN RUMAH KOSONG SAAT BANJIR   KEPALA BNPB DONI MONARDO SEBUT PENYEDOTAN AIR TANAH MENJADI SALAH SATU PEMICU BANJIR DI JAKARTA   "UNDERPASS" GUNUNG SAHARI, JAKARTA PUSAT, TERENDAM BANJIR, ARUS LALU LINTAS DIALIHKAN   DISHUB DKI JAKARTA: HARI INI PENERAPAN SISTEM GANJIL-GENAP DITIADAKAN AKIBAT BANJIR   DINAS SUMBER DAYA AIR DKI TERJUNKAN 170 POMPA "MOBILE" DI SELURUH WILAYAH JAKARTA UNTUK ATASI BANJIR   DINAS SUMBER DAYA AIR DKI: SEJUMLAH RUMAH POMPA AIR DI JAKARTA TAK BERFUNGSI AKIBAT TERENDAM BANJIR   SIMULASI UJIAN NASIONAL DI SMA NEGERI 6 BEKASI DIBATALKAN KARENA BANJIR   62 SEKOLAH DI KOTA BEKASI TERPAKSA DILIBURKAN AKIBAT BANJIR