HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 cerita indonesia

[Full] Kronologi Salah Ketik Surat Rekomendasi Formula E di Monas

Sabtu, 15 Februari 2020 | 07:00 WIB
Sekda DKI Saefullah ketika ditanya wartawan mengenai salah ketik surat rekomendasi Formula E pada Jumat (14/2/2020) (Sumber: KOMPASTV/ ADISTY/ YOGI)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah mengakui adanya kesalahan penulisan surat rekomendasi Formula E yang dikirimkan kepada Menteri Sekretariat Negara Pratikno. Atas kesalahan ini Saefullah meminta maaf dan akan mengirimkan surat perbaikan yang akan dikirimkan kembali ke Menteri Sekretariat Negara.

Kesalahan diakui oleh Sekda DKI Saefullah perihal rekomendasi yang sebelumnya tertulis telah didapatkan dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) padahal seharusnya didapatkan rekomendasi dari Tim Sidang Pemugaran atau TSP.

Baca Juga: Formula E Dipastikan Tetap Digelar di Monas

"Jadi ada kekeliruan dari tim teknis kita. Kita dapat penjelasan dari Kepala Dinas Kebudayaan. Jadi tim ini dua-duanya merupakan tim kelompok ahli yang dibina oleh Pemprov DKI Jakarta sesuai dengan undang-undang. Jadi ketika dimasukan di format surat salah persepsi mestinya TSP jadi TACB itu saja sih. Kita susulin perbaikan surat permohonan maaf," ujar Safeullah di Balai Kota Jakarta pada Jumat (14/2/2020).

Perhelatan Formula E yang rencananya akan digelar di Monas menuai pro dan kontra bahkan menjadi kisruh. Hal ini karena terungkapnya surat pernyataan rekomendasi penyelenggaraan Fomula E 2020 di Monas yang diberikan ke Sekretaris Negara.

Baca Juga: Kisruh Formula E, Sekda DKI: Kasihan Pak Gubernur Anies, Capek

Surat yang dimaksud adalah surat balasan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan guna menindaklanjuti surat persetujuan penggunaan Monas untuk Formula E dari Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka yang diketuai Pratikno.

Dalam surat ini, Anies menyatakan telah mendapatkan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya DKI Jakarta, namun ternyata Ketua TACB DKI Jakarta mengaku tak pernah mengeluarkan rekomendasi tersebut.

Penulis : Sadryna Evanalia



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
04:52
KOMNAS HAM: PENUNDAAN PILKADA 2020 BUKAN SOAL TEKNIS TAPI MENYANGKUT KESELAMATAN KESEHATAN DAN KEMANUSIAAN   AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: PEMIDANAAN PENGHINA PRESIDEN JUSTRU BISA TINGKATKAN JUMLAH ORANG MASUK PENJARA   KETUM PALANG MERAH INDONESIA JUSUF KALLA: RUMAH SAKIT PMI BOGOR, JAWA BARAT, SIAP TANGANI PASIEN VIRUS KORONA   PANDEMI VIRUS KORONA, KEMENPAN RB TUNDA PENDAFTARAN SEKOLAH KEDINASAN   MENTERI ERICK THOHIR: 35 RUMAH SAKIT BUMN SIAP TANGANI PASIEN VIRUS KORONA   MENTERI ERICK THOHIR HARAPKAN BUMN DAPAT PRODUKSI ALAT KESEHATAN TERMASUK VENTILATOR   MENRISTEK BAMBANG BRODJONEGORO: VENTILATOR PORTABEL UNTUK TANGANI KORONA DIUJI KEMENTERIAN KESEHATAN   MENRISTEK BAMBANG BRODJONEGORO: PENGEMBANGAN VAKSIN KORONA MINIMAL SATU TAHUN   KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI SIAPKAN 100.000 “RAPID TEST” VIRUS KORONA   IKATAN DOKTER INDONESIA USULKAN RSUD DEPOK DIDEDIKASIKAN KHUSUS UNTUK TANGANI PASIEN POSITIF KORONA   ATASI OVERKAPASITAS, KPK MINTA KEMENKUMHAM BENAHI TATA KELOLA LAPAS   PANGKOGABWILHAN I: 37.222 PEKERJA MIGRAN DI MALAYSIA TERCATAT PULANG SECARA MANDIRI KE INDONESIA   GUGUS TUGAS KORONA MINTA PEMDA TAK TUTUP JALAN SAAT TERAPKAN PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR   MENDESA PDTT MINTA RELAWAN SOSIALISASIKAN PEMAKAMAN PASIEN POSITIF KORONA AGAR TIDAK DITOLAK WARGA