HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV regional berita daerah

Buaya "Berkalung Ban" Takut Muncul Karena Ditonton Banyak Warga

Kamis, 13 Februari 2020 | 17:40 WIB

PALU, KOMPAS.TV - BKSDA Sulawesi Tengah akhirnya mendapatkan bantuan, tenaga ahli reptil dari Australia , untuk membantu melepaskan ban dari seekor buaya di Palu, Sulawesi Tengah.

Ini bukan persiapan untuk sirkus atau pertunjukan hewan liar.

Melainkan pemasangan perangkap di sepanjang Sungai Palu, untuk menyelamatkan buaya berkalung ban.

Metode penangkapan menggunakan beberapa peralatan, di antaranya, kamera pemantau yang di pasang di bawah Sungai Palu, serta perangkap besi sepanjang enam meter.

Kemudian perangkap diletakkan sesuai dengan lokasi favorit buaya biasa berjemur.

Perangkap pun dibiarkan terpasang di lokasi itu dengan harapan, buaya berkalung ban itu masuk dengan menangkap umpan yang telah disiapkan di dalam perangkap besi.

Nantinya jika buaya sudah masuk dalam perangkap, akan memudahkan petugas untuk melepas ban yang ada pada buaya.

Matthew Nicolas Wright dan Chris Wilson, yang merancang perangkap ini, untuk membantu BKSDA Palu melepas jerat ban pada buaya.

Usai kembali dari Jakarta untuk mengurus perizinan, Matt langsung mengobservarsi sepanjang sungai palu yang menjadi lokasi ditemukannya buaya berkalung ban.

Bantuan dari pemerhati reptil tidak datang begitu saja.

Sebelumnya BKSDA Palu , memang telah membuat sayembara bagi orang yang dapat melepas ban yang mengalungi buaya itu.

Sebelum Tim BKSDA telah melakukan berbagai upaya untuk mengeluarkan ban dari leher buaya.

Mulai dari melakukan upaya evakuasi ban dari leher buaya sendiri, hingga membuat sayembara.

Namun selama 4 tahun, upaya ini gagal, dan buaya tetap berkalung ban.

Editor : Aleksandra Nugroho



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
19:54
MENKO PEREKONOMIAN: PEMERINTAH SIAPKAN SOP SKENARIO KENORMALAN BARU UNTUK SEJUMLAH SEKTOR USAHA    KEMENAKER MENCATAT ADA 519 PERUSAHAAN YANG BELUM MEMBAYARKAN THR KEAGAMAAN KE KARYAWAN   BPTJ TEGASKAN PENUMPANG PESAWAT KE DKI JAKARTA WAJIB TUNJUKKAN HASIL PCR SERTA SURAT IZIN KELUAR MASUK JABODETABEK    KETUA GUGUS TUGAS PERCEPATAN PENANGANAN COVID-19: TNI-POLRI HADIR DI RUANG PUBLIK BUKAN UNTUK TIMBULKAN KEGADUHAN   MENKO PEREKONOMIAN AIRLANGGA HARTARTO BELUM BISA PASTIKAN MAL DI JAKARTA BUKA 5 JUNI 2020   HARGA MINYAK BELUM STABIL, PERTAMINA JAGA PRODUKSI HULU MIGAS   MENAG SEBUT PERIBADATAN DI RUMAH IBADAH AKAN DIBUKA SECARA BERTAHAP DENGAN MENAATI PROTOKOL KENORMALAN BARU   PEMDA YOGYAKARTA PERPANJANG STATUS TANGGAP DARURAT VIRUS KORONA HINGGA 30 JUNI 2020   MENDESA PDTT ABDUL HALIM ISKANDAR: 47.030 DESA SUDAH TERIMA BANTUAN LANGSUNG TUNAI DANA DESA   MENDESA PDTT: ADA 38 KABUPATEN/KOTA YANG PROGRES PENYALURAN DANA DESANYA MASIH NOL PERSEN   KETUA GUGUS TUGAS COVID-19: PENGERAHAN PERSONEL TNI-POLRI BUKAN UNTUK BUAT MASYARAKAT TAKUT DAN KHAWATIR   KEMENTERIAN LUAR NEGERI: ARAB SAUDI BELUM PUTUSKAN SOAL PELAKSANAAN IBADAH HAJI 2020   SULIT TAMPILKAN WISATA BUDAYA SAAT KENORMALAN BARU, BALI INGIN GENJOT WISATA ALAM   PRESIDEN JOKOWI MINTA PROTOKOL TATANAN NORMAL BARU DISOSIALISASIKAN SECARA MASIF KE MASYARAKAT