Kompas TV nasional berita kompas tv

Tegas! Presiden Jokowi Tolak Pemulangan Militan ISIS Eks WNI

Rabu, 12 Februari 2020 | 19:25 WIB
tegas-presiden-jokowi-tolak-pemulangan-militan-isis-eks-wni
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Sumber: KOMPAS/WISNU WIDIANTORO)

KOMPAS.TV - Pemerintah Indonesia dengan tegas menyatakan tidak akan memulangkan terduga teroris pelintas batas atau WNI yang terlibat ISIS. Pernyataan tersebut diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Terduga teroris lintas batas atau Foreign Terrorist Fighters (FTF) tersebut saat ini diketahui tersebar di beberapa negara di Timur Tengah. "Pemerintah tidak memiliki rencana untuk memulangkan orang-orang yang ada di sana, ISIS eks WNI," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Kalimat Presiden Jokowi itu pun mengundang tanya para wartawan. Sebab, Kepala Negara menyebut "eks WNI". Artinya, mereka bukan lagi berkewarganegaraan Indonesia.

Baca Juga: Ketegasan Pemerintah Menolak ISIS Asal Indonesia

Meski demikian, saat wartawan bertanya kembali mengenai status kewarganegaraan mereka, apakah mereka saat ini masih berstatus WNI atau bukan, Presiden Jokowi menolak berkomentar.

Ia lantas menegaskan kembali bahwa pemerintah lebih mengutamakan keamanan 260 juta rakyat Indonesia di Tanah Air daripada harus memulangkan 689 WNI teroris pelintas batas.

"Saya kira kemarin sudah disampaikan bahwa pemerintah punya tanggung jawab keamanan terhadap 260 juta penduduk Indonesia, itu yang kita utamakan," lanjut Presiden Jokowi.

Editor : fadhilah

1
2



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:00
MAIN BOARD GAME BARENG KELUARGA, DISKON 30% ALL PRODUCTS DI GERAI.KOMPAS.ID AKSES KLIK.KOMPAS.ID/MAINDIRUMAH    WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 1.512 ORANG: 1.093 SEMBUH, 120 MENINGGAL DUNIA, 299 DALAM PERAWATAN   HINGGA 26 SEPTEMBER 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI SULAWESI SELATAN: 15.175 POSITIF, 11.111 SEMBUH, 410 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 26 SEPTEMBER 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA BARAT: 20.517 POSITIF, 12.644 SEMBUH, 386 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 26 SEPTEMBER 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA TENGAH: 21.368 POSITIF, 15.255 SEMBUH, 1.386 MENINGGAL DUNIA   SEBELAS PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG SEPAKAT PATUHI PROTOKOL KESEHATAN   GUBERNUR BI PERRY WARJIYO SEGERA BAHAS SKEMA BERBAGI BEBAN (BURDEN SHARING) DENGAN MENKEU DALAM WAKTU DEKAT   CEGAH PENULARAN KORONA, KORLANTAS POLRI GELAR TES CEPAT BAGI SOPIR DAN KONDEKTUR BUS DI JAKARTA   PRESIDEN JOKOWI AJAK UMAT ISLAM UNTUK PERBANYAK INFAK DAN SEDEKAH DI MASA PANDEMI KORONA   PRESIDEN JOKOWI: BUTUH KERJA SAMA SELURUH MASYARAKAT UNTUK BISA MEMUTUS RANTAI PENULARAN KORONA   PRESIDEN JOKOWI TEGASKAN PEMERINTAH TIDAK BISA BEKERJA SENDIRIAN DALAM MENGHADAPI PANDEMI KORONA   KPK AKAN MENGEVALUASI SISTEM KEPEGAWAIANNYA PASCAMUNDUR SEJUMLAH PEGAWAI KPK   KPK MENCATAT TOTAL 157 PEGAWAINYA TELAH MENGUNDURKAN DIRI SELAMA PERIODE 2016-SEPTEMBER 2020   KPK MENDUGA KEBUN SAWIT DI PADANG LAWAS, SUMUT, MILIK NURHADI MERUPAKAN BUAH HASIL TINDAK PIDANA SUAP DAN GRATIFIKASI