HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional berita kompas tv

Membandingkan Anggaran Penanggulangan Banjir Jakarta Era Anies dan Ahok

Senin, 10 Februari 2020 | 15:08 WIB
membandingkan-anggaran-penanggulangan-banjir-jakarta-era-anies-dan-ahok
Kolase Foto Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Sumber: Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Setiap gubernur tentu memiliki kebijakan masing-masing dalam upaya mengatasi banjir. Perbedaan kebijakan ini berpengaruh pada besaran anggaran yang dialokasikan dari Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (ABPD).

Misalnya, pada era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, ia memfokuskan penanggulangan banjir diprioritaskan pada normalisasi sungai dan waduk.

Dikutip dari Harian Kompas 30 Januari 2020, total anggaran penanganan banjir ditetapkan sebesar Rp2,5 triliun pada 2016. Dari dana tersebut, sebagian besar tersedot untuk program penataan kali dan waduk yang memang sudah digalakkan sejak era Gubernur Joko Widodo (Jokowi) sebesar 31,5 persen dari total belanja banjir atau sekitar Rp797,3 miliar.

Besarnya alokasi anggaran untuk penataan kali dan waduk di era Ahok tak lepas dari mahalnya harga pengadaan tanah. Dana itu juga termasuk digunakan untuk membebaskan lahan untuk situ, waduk, embung, dan polder.

Pada 2016, Pemprov DKI menganggarkan pembebasan lahan untuk waduk, situ, dan embung 107.340,3 meter persegi dengan harga Rp10 juta per meter persegi. Adapun untuk pembebasan sungai atau saluran seluas 25.933,9 meter persegi dengan harga Rp5 juta per meter persegi.

Dilansir dari Kompas.com, dalam melakukan normalisasi sungai, Ahok mengalokasikan 23 persen atau sekitar Rp582,4 miliar untuk menata beberapa sungai seperti Kali Sekretaris, Kali Pesanggrahan, Kali Grogol, dan Kali Angke.

Baca Juga: [FULL] Anies Baswedan Klaim Telah Kendalikan Banjir Jakarta dengan Baik

Penulis : Desy Hartini

1
2
3



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
02:04
PEDULI MEREKA YANG KEHILANGAN PENGHASILAN DI TENGAH PANDEMI KORONA, DENGAN DONASI KE BIT.LY/KONSERAMALDARIRUMAH   KOMPAS TV BERSAMA DIDI KEMPOT DAN SOBAT AMBYAR MENGGELAR KONSER AMAL DARI RUMAH, SABTU, 11 APRIL 2020 PUKUL 19.00 WIB   DINAS PARIWISATA NTB: 4.000 KARYAWAN HOTEL DAN RESTORAN DIRUMAHKAN KARENA SEPI PENGUNJUNG AKIBAT KORONA   DISBUDPAR JAWA BARAT: 575 HOTEL DI JABAR TUTUP SEMENTARA, 25.000 KARYAWAN DIRUMAHKAN AKIBAT KORONA   ISTRI DARI CAMAT BEKASI UTARA LUKMAN NULHAKIM BESERTA SOPIRNYA POSITIF TERINFEKSI KORONA   UNTUK BULAN APRIL, PESERTA PENERIMA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) AKAN MENDAPAT BANTUAN DUA KALI LIPAT   KEMENKEU: JANGAN SAMPAI PENERIMA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) GUNAKAN UANGNYA UNTUK BAYAR CICILAN   PEMERINTAH AKAN MENGGELONTORKAN RP 75 TRILIUN UNTUK PENANGANAN KORONA   DUA KOMISIONER OMBUDSMAN YANG DIRAWAT DI RS BRIMOB KELAPA DUA DEPOK DINYATAKAN SEMBUH DARI KORONA   SRI SULTAN HB X MENILAI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BELUM CUKUP SYARAT UNTUK AJUKAN PSBB   PEMKOT TANGERANG AJUKAN STATUS PSBB KE PEMPROV BANTEN   PEMERINTAH: JANGAN MELAKUKAN PERJALANAN KE MANA PUN DI TENGAH PANDEMI KORONA   PEMERINTAH: CUCI TANGAN MENGGUNAKAN SABUN DENGAN AIR MENGALIR UNTUK MENCEGAH PENYEBARAN KORONA   PEMERINTAH: FAKTOR PEMBAWA PENYEBARAN KORONA ADALAH MANUSIA