Kompas TV regional berita daerah

SiswiSMP Di Makassar Diduga 12 Hari Menjadi Korban Penculikan Dan Penyekapan oleh orang tak dikenal

Jumat, 31 Januari 2020 | 18:54 WIB

Siswi SMP Di Makassar Diduga  12 Hari Menjadi Korban Penculikan

MAKASSAR, KOMPAS.TV - Seorang Siswi Salah Satu Sekolah Menengah Pertama Di Makassar Sulawesi Selatan Diduga Menjadi Korban Penculikan Dan Penyekapan Oleh Orang  Tidak Dikenal 29/01/2020. Korban  Mengaku Di Sekap 12 Hari Dan Berpindah Pindah Tempat Sebelum Akhirnya Ditemukan Oleh Kerabat Korban Di Jalan.

Siswi berinisial SF (15 tahun) pelajar kelas 3 SMP di makassar diduga menjadi korban penculikan oleh 2 wanita yang tidak dikenal  pada kamis 16 januari lalu. kejadian berawal saat korban usai berkunjung ke rumah temannya dan hendak pulang ke rumahnya di jalan cilalang kecamatan rappocini makassar. saat berada tak jauh dari rumahnya korban lalu didatangi oleh pelaku dan menepuk bagian lehernya hingga tidak sadar. setelah sadar korban baru mengetahui jika dirinya berada dikabupaten gowa usai diberitahu oleh kedua pelaku.

Selama disekap korban mengatakan kerap berpindah pindah tempat di makassar dan kabupaten gowa. selama 12 hari disekap, korban juga sering dipaksa menenggak minuman keras dan jika menolak korban akan dianiaya korban mengaku lebih banyak tidak sadarkan diri dan selama di sekap hanya diberi makan seadanya.

Ayah Korban Mengatakan Mengetahui Anaknya Menjadi Korban Dugaan Penculikan Setelah 2 Hari Tidak Pulang Kerumah. Ia Juga Tidak Mempunyai Persoalan Dengan Siapa Pun Termasuk Dengan Anaknya.

Kasus Dugaan Penculikan Ini Sebelumnya Telah Dilaporkan Kepolrestabes Makassar Dan Masih Dilakukan Penyelidikan. Pihak Bhabinkamtibmas Dan Babinsa Setempat Juga Telah Mendatangi Kediaman Korban.

Korban Ditemukan Oleh Rekan Kerabatnya Di Jalan Pampang Dan Lansung menghubungi Pihak Keluarganya Yang Juga Melakukan Pencarian.

Peristiwa dugaan penculikan terjadi saat SF baru saja menghadiri pesta ulang tahun salah seorang rekan sekolahnya. SF lalu diantar pulang ke rumahnya di wilayah Buakana, Rappocini, Makassar, pada Kamis (16/1) sore. SF diantar hingga ke depan masjid di lorong dekat rumahnya.

SF mengaku mengetahui dirinya dibawa ke wilayah Gowa karena dua orang yang diduga pelaku mengatakannya kepada SF. Dua orang yang dimaksud SF berciri-ciri berambut panjang dengan kulit gelap.

SF mengaku hanya 2 hari di Gowa lantaran kerap dibawa berpindah-pindah ke sejumlah wilayah di Makassar. Selama 12 hari, SF mengaku kerap dipaksa meminum minuman keras yang disuguhkan terduga pelaku. Selain itu, SF juga mengaku dipaksa meminum air putih yang telah dicampurkan sesuatu.

SF mengaku lebih banyak tak sadarkan diri sebelum tiba-tiba ia dipergoki oleh seorang rekan kakaknya sedang berjalan di Jl Urip Sumoharjo, Kelurahan Pampang, Makassar, pada Selasa (28/1).
#Penculikan
#cilallang
#polsek
#polrestabes
#makassar
#beritadaerah

Editor : KompasTV Makassar



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
05:14
SINGAPURA HENTIKAN SEMENTARA PENDAFTARAN PASIEN UJI COBA OBAT ANTIBODI KORONA DARI PERUSAHAAN FARMASI AS, ELI LILLY   SATGAS COVID-19 PAPUA: 3.359 PASIEN POSITIF KORONA MASIH DIRAWAT   HINGGA 20 OKTOBER 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI SULAWESI TENGAH: 726 POSITIF, 462 SEMBUH, 28 MENINGGAL DUNIA   GUBERNUR SULTENG LONGKI DJANGGOLA USULKAN KOTA/KABUPATEN AJUKAN PENERAPAN PSBB DI TENGAH LONJAKAN KASUS KORONA   SEBANYAK 16.000 PETUGAS KPPS DI KOTA MAKASSAR, SULSEL, AKAN JALANI TES CEPAT KORONA PADA 14-20 NOVEMBER 2020   SEORANG STAF TATA USAHA IPDN KAMPUS DI PRAYA, LOMBOK TENGAH, NTB, POSITIF TERINFEKSI KORONA   DELAPAN MAHASISWA DITANGKAP DAN DUA POLISI TERLUKA DALAM DEMO TOLAK UU CIPTA KERJA DI BIMA, NTB   DINKES KOTA SEMARANG: 7 ORANG DARI KLASTER DEMO DI SEMARANG SEMBUH DARI KORONA   SATGAS COVID-19: DAMPAK DEMO TOLAK UU CIPTA KERJA TERHADAP KASUS KORONA AKAN TERLIHAT DALAM 2-4 PEKAN KE DEPAN   SEBANYAK 151 HOTEL DI KOTA BATAM BERSERTIFIKAT MEMENUHI SYARAT PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19   MENKES YAKIN PROSES PENGUJIAN VAKSIN KORONA AKAN TERUS DILAKUKAN UNTUK SEMUA KELOMPOK MASYARAKAT   MENKES TERAWAN AGUS PUTRANTO SEBUT VAKSIN KORONA YANG SEDANG DIUJI KLINIS BUKAN UNTUK ANAK DAN LANSIA   KPU: SELAMA 3 PEKAN MASA KAMPANYE, KAMPANYE DARING BARU 4% DAN KEGIATAN TATAP MUKA MASIH MASIF   BAWASLU KHAWATIR RENTANG 6 JAM PENCOBLOSAN TAK CUKUP MEMFASILITASI 500 PEMILIH DI SATU TPS