Kompas TV nasional kompas siang

Pemerintah Menyiapkan Skema Evakuasi, Untuk Membawa Pulang WNI di Tiongkok

Rabu, 29 Januari 2020 | 13:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ratusan warga negara Indonesia, masih terjebak di Wuhan. 
Meski seluruh warga negara Indonesia di tiongkok masih dinyatakan sehat dan tidak terinfeksi virus Corona baru, pemerintah Indonesia tetap menyiapkan skema evakuasi.

Skema ini disiapkan sebagai antisipasi, dan hanya akan diterapkan jika situasi di Tiongkok dinilai sudah tidak dapat diatasi.

Cemas, dan khawatir.

Perasaan itulah yang dirasakan pasangan suami istri, asal Desa Kebonsari Lumajang, ini, hampir setiap hari.

Memikirkan putri semata wayang mereka, Isma Nur Fadila, mahasiswa yang kuliah di Tiongkok, dan belum bisa pulang ke Tanah Air.

Tak ada harapan lain, selain kepulangan anak mereka ke Tanah Air, di tengah ancaman virus Corona baru, yang meluas dengan cepat.

Mereka yang senasib dengan Isma, tak sendiri.

Masih banyak mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Tiongkok, tak bisa pulang, karena pemerintah Tiongkok masih mengisolasi Wuhan,dan sejumlah kota lainnya.

Sebenarnya, pemerintah Indonesia juga tak tinggal diam, agar bisa memulangkan warganya dari wilayah  pusat wabah, selain membantu logistik, masker, dan kebutuhan sehari-hari.

Skema evakuasi disiapkan, sebagai antisipasi, dan akan diterapkan jika situasi di Tiongkok dinilai sudah tidak dapat diatasi.

Selain skema evakuasi yang juga harus dibahas bersama pemerintah Tiongkok, pemerintah juga akan memberlakukan karantina selama 14 hari sebelum dan 14 hari setelah evakuasi sebagai jaminan pencegahan penyebaran wabah.

Pemerintah pun mengklaim sudah menyiapkan tempat untuk skema ini, termasuk memodifikasi fasilitas rumah sakit.

Hingga rabu, 29 Januari pukul 6 pagi, data terakhir lebih dari 5.500 orang positif terinfeksi virus Corona baru, dan 131 diantaranya meninggal dunia. 

Namun, ada 107 orang yang dinyatakan sembuh.

Pemerintah Tiongkok pun masih melakukan isolasi di sejumlah kota, dan membatasi perjalanan bagi warganya, untuk mencegah meluasnya penyebaran virus Corona baru.

Editor : Merlion Gusti



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:57
PANGDAM JAYA UNGKAP ACARA TABUR BUNGA YANG DIHADIRI MANTAN PANGLIMA TNI (PURN) GATOR NURMANTYO TAK DIKETAHUI PEPABRI   HINGGA 1 OKTOBER 2020, PASIEN SEMBUH COVID-19 BERTAMBAH 3.540 MENJADI 218.487 ORANG   PEMERINTAH: KASUS BARU COVID-19 SEBANYAK 4.147 PADA 1 OKTOBER 2020   KEMENKES MENCATAT 43.592 SPESIMEN KORONA DIPERIKSA HARI INI   DIPIMPIN KABARESKRIM, POLISI DAN JAKSA PENELITI GELAR PERKARA KASUS KEBAKARAN GEDUNG UTAMA KEJAKSAAN AGUNG    WAKETUM PAN VIVA YOGA MAULADI: AMIEN RAIS SUDAH TIDAK LAGI MENJADI BAGIAN DARI KELUARGA BESAR PAN   WALI KOTA TANGSEL AIRIN RACHMI DIANY INGATKAN WARGA JAKARTA YANG BERKUNJUNG KE WILAYAHNYA PATUHI PROTOKOL KESEHATAN   DISPERINAKER BADUNG, BALI, MENCATAT 532 PERUSAHAAN PARIWISATA TUTUP AKIBAT PANDEMI COVID-19   KETUA MPR MENDORONG KPU DAN PEMERINTAH KELUARKAN PERPPU PERKUAT SANKSI BAGI PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN DI PILKADA   KETUA MPR MENDORONG KPU DAN PEMERINTAH KELUARKAN PERPPU PERKUAT SANKSI BAGI PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN DI PILKADA   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD: BAGI INDONESIA, VANUATU ITU MENGADA-ADA   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD SEBUT PEMERINTAH BENTUK TIM INVESTIGASI GABUNGAN KASUS PENEMBAKAN PENDETA YEREMIA   JUBIR WAPRES MINTA POLISI UNGKAP MOTIF PELAKU PENYEBAR KOLASE FOTO WAKIL PRESIDEN MA'RUF AMIN   POLISI TANGKAP 2 ORANG DALAM KASUS PENYERANGAN ACARA MIDODARENI DI SOLO, JAWA TENGAH