Kompas TV klik360 cerita indonesia

Terlambat Infokan Harun Masiku, Roy Suryo Sarankan Dirjen Imigrasi Mundur

Minggu, 26 Januari 2020 | 06:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pakar Telematika Roy Suryo menyarankan Dirjen Imigrasi dan Menteri Hukum dan HAM mundur dari jabatannya, karena dianggap gagal terkait keterlambatan data imigrasi Harun Masiku. Harun Masiku adalah politisi PDIP yang tersangkut kasus dugaan korupsi Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR, bersama komisioner Komisi Pemilihan Umum, Wahyu Setiawan.

"Kalau saya menempatkan diri sebagai Dirjen Imigrasi, atau petinggi di atasnya, artinya Dirjen Imigrasi atau Menkumham itu malu dan bahkan mungkin kalau perlu mengundurkan diri," ujar Roy di Jakarta, Sabtu (25/1/2020).

Roy menilai, keterangan yang diberikan Direktorat Jenderal Imigrasi mengenai adanya "delay time" dalam sistem data terminal 2 Bandara Soekarno Hatta tidak bisa diterima.

"Istilah delay itu, saya selaku orang teknis sangat tidak menerima," lanjut Roy.

Sebelumnya Dirjen Imigrasi Ronny F. Sompie menyatakan keterlambatan informasi yang diberikan pihak imigrasi terkait kedatangan Harun Masiku ke Indonesia disebabkan oleh adanya "delay time", atau jeda waktu pemrosesan data. Menurut Sompie, kondisi inilah yang membuat pihak imigrasi tidak mengetahui jika Harun Masiku sudah ada di Indonesia sejak tanggal 7 Januari 2020. Sementara pihak imigrasi baru memberikan keterangan pada tanggal 22 Januari 2020. Artinya ada jeda 15 hari. 

Baca Juga: Mencari Harun Masiku, Adakah Konflik Kepentingan?

Sementara menurut Roy Suryo, delay time dalam teknologi kamera perekam seharusnya hanya hitungan detik atau paling lama dalam hitungan jam.

"Dalam istilah teknis ya, delay itu boleh kalau dalam hitungan detik atau menit, atau paling lama jam lah, jam aja itu udah parah. Ini delay kok sampai lima belas hari," ucap Roy.

#HarunMasiku #PDIP

Penulis : Laura Elvina


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Warga Was-was Terjadi Banjir Susulan

Selasa, 19 Januari 2021 | 13:08 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
13:24
KANADA CABUT LARANGAN PENERBANGAN BOEING 737 MAX MULAI 20 JANUARI 2021   POLISI AKAN CARI PELAKU TAWURAN DI MANGGARAI, JAKSEL, DENGAN MELAKUKAN IDENTIFIKASI WAJAH DI MEDIA SOSIAL    KOMISI IV DPR UNGKAP KEBUN DAN PERTAMBANGAN ILEGAL DI HUTAN INDONESIA CAPAI 17 JUTA HEKTAR   GUBERNUR SULAWESI TENGAH ALI MAZI DORONG PENGEMBANGAN ASPAL BUTON SECARA NASIONAL   DINKES SULAWESI BARAT TURUNKAN TIM PANTAU PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DI PENGUNGSIAN KORBAN GEMPA    MAHKAMAH KONSTITUSI REGISTRASI 132 PERKARA SENGKETA HASIL PILKADA 2020   IDI DUKUNG VAKSINASI MANDIRI UNTUK PERCEPAT TARGET VAKSINASI NASIONAL   JUBIR VAKSINASI COVID-19: VAKSINASI MANDIRI BELUM DIBAHAS LEBIH LANJUT, MASIH FOKUS VAKSINASI DARI PEMERINTAH   MENDAGRI TITO KARNAVIAN MINTA SINERGI KEMENDAGRI DAN POLRI DIPERKUAT   KAPASITAS RUMAH SAKIT RUJUKAN COVID-19 DI JAKARTA TERSISA 13 PERSEN   PEGAWAI POSITIF COVID-19, KANTOR KECAMATAN PASAR REBO, JAKARTA TIMUR, DITUTUP 3 HARI   KOTA GUNUNGSITOLI DAN KABUPATEN NIAS BELUM TERIMA VAKSIN COVID-19 TAHAP I   KNKT UNDUH 370 PARAMETER DAN DATA 18 PENERBANGAN SRIWIJAYA AIR SJ-182 DARI FDR   KNKT AKAN INFORMASIKAN LAPORAN AWAL HASIL INVESTIGASI KECELAKAAN SRIWIJAYA AIR SJ-182 FEBRUARI 2021