HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 cerita indonesia

Kemenlu Keluarkan Imbauan, WNI Diminta Jauhi Kota Asal Virus Corona

Sabtu, 25 Januari 2020 | 02:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengeluarkan imbauan perjalanan kepada warga Indonesia yang akan bepergian ke China. Imbauan ini dikeluarkan meyusul merebaknya virus Corona di Kota Wuhan, China. Sampai saat ini tercatat sudah 25 orang di China yang terjangkit virus tersebut meninggal.

Imbauan ini ditulis di situs safetravel.id milik Kemenlu. Berikut isi imbauan lengkap yang dikeluarkan oleh Kemenlu:

Perkembangan wabah penyakit infeksi paru-paru Wuhan atau virus korona sebagaimana imbauan kami pada tanggal 20 Januari 2020, pada saat ini tercatat penyebaran virus korona telah mencapai 549 kasus dan telah menyebabkan 17 orang meninggal dunia. Pemerintah tiongkok telah menutup transportasi publik di Wuhan termasuk bandara setempat.

Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto, meminta semua pihak waspada penyebaran virus baru yang muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Kewaspadaan terutama ditingkatkan di bandara dan pelabuhan sebagai pintu masuk penyebaran virus dari negeri Tiongkok dan telah menyebar ke beberapa negara lain.

Kami mengimbau Anda yg hendak ke Republik Rakyat Tiongkok agar mengikuti perkembangan virus ini; menghindari tempat dan kota asal virus; dan tidak kontak fisik dengan orang yg sedang dalam kondisi batuk, demam dan sesak panas.

Dalam kondisi darurat, hubungi nomor hotline KBRI Beijing @kbribeijing di 8610 6532 5486.
Anda juga dapat menggunakan Tombol Darurat aplikasi Safe Travel Kementerian Luar Negeri untuk menghubungi Perwakilan RI dimaksud.

Baca Juga: Wabah Virus Corona, WNI di Kota Wuhan Tidak Ada Yang Terinfeksi

#Wuhan #VirusCorona #China

Penulis : Laura Elvina



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
10:45
PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA MINTA PEMERINTAH TARIK DAN PERBAIKI RUU “OMNIBUS LAW” SEBELUM DIAJUKAN KE PARLEMEN    BMKG: GEMPA BERMAGNITUDO 4,9 MENGGUNCANG TASIKMALAYA, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI   KORBAN MENINGGAL AKIBAT VIRUS KORONA DI TIONGKOK HINGGA 21 FEBRUARI 2020 MENCAPAI 2.233 ORANG   AUSTRALIA SEBUT DUA WARGANYA YANG DIEVAKUASI DARI KAPAL PESIAR DIAMOND PRINCESS POSITIF TERINFEKSI VIRUS KORONA   WAKIL KETUA KOMISI VII DPR ACE HASAN SYADZILY MINTA MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY TIDAK IKUT CAMPUR SOAL JODOH   KEJAGUNG GANDENG DITJEN PAJAK, KEMENKEU, DAN PPATK TELUSURI ASET TERSANGKA KASUS JIWASRAYA   PERKUMPULAN AHLI ARKEOLOGI INDONESIA MENDESAK GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES BASWEDAN BATALKAN FORMULA E DI MONAS   KLHK BANTAH RUU "OMNIBUS LAW" MENGABAIKAN PRINSIP LINGKUNGAN DAN PRO-PEBISNIS BESAR   KEJAGUNG SEBUT BERKAS 5 TERSANGKA KASUS DUGAAN KORUPSI PT JIWASRAYA SUDAH 85 PERSEN RAMPUNG   PBNU MENILAI USULAN MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY SOAL FATWA SI KAYA NIKAHI SI MISKIN TIDAK TEPAT    KEMENDAGRI SEBUT PEMERINTAH AKAN MENYALURKAN DANA DESA SEBESAR RP 72 TRILIUN KEPADA 74.953 DESA DI SELURUH INDONESIA   MENDIKBUD NADIEM MAKARIM INGIN BAHASA INDONESIA JADI BAHASA PENGANTAR DI KAWASAN ASIA TENGGARA   WAKIL KETUA MPR LESTARI MOERDIJAT SEBUT RUU KETAHANAN KELUARGA MENGABAIKAN HAM   KPK: KASUS-KASUS BESAR TIDAK TERMASUK YANG DIHENTIKAN PENYELIDIKANNYA