HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 sisi tv

Mengapa Banyak Muncul Kerajaan Fiktif di Indonesia? Dari Keraton Sejagat Hingga Sunda Empire

Jumat, 24 Januari 2020 | 18:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Padahal belum lama Keraton Agung Sejagat jadi pembicaraan yang hangat, baik di media sosial maupun dunia nyata. Namun, kini kembali muncul  “kerajaan” lainnya. 

Ada pun yang terbaru adalah kemunculan Kekaisaran Sunda Empire. Warga Bandung sendiri digegerkan dengan kemunculan kerajaan baru Sunda Empire ini. 

Ada sejumlah fakta mengenai Sunda Empire, yakni merupakan kekaisaran, klaim pemerintahan berakhir 15 Agustus 2020, hingga mampu mengendalikan nuklir.

Bukan cuma Sunda Empire, ada juga kemunculan Kesultanan Selaco atau Selacau.

Kesultanan Selaco atau Selacau Tunggul Rahayu berdiri di Kampung Nagara Tengah, Desa Cibungur, Kecamatan Parung Ponteng, Tasikmalaya sejak tahun 2004 lalu.

Kesultanan selaco didirikan Raden Rohidin Patra Kusumah (40) dengan gelar Sultan Patra Kusumah VIII. Rohidin mengaku sebagai keturunan ke-9 dari Kerajaan Padjadjaran era kepemimpinan Raja Surawisesa. 

Fakta lain mengenai Kesultanan ini diketahui diterima oleh masyarakat dan hidup berdampingan selama bertahun-tahun dengan warga sekitar.

Kesultanan Selaco memiliki legalitas fakta sejarah yang dikeluarkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2018. Sementara itu, untuk dananya pun diketahui berasal dari Swiss. 

Lalu mengapa banyak bermunculan kerajaan-kerajaan tersebut? Ada fenomena apa yang terjadi? Simak ulasannya dalam program SISI TV "Fenomena Kerajaan Fiktif di Indonesia" berikut ini.

#SundaEmpire #Selaco #KeratonSejagat

Penulis : Desy Hartini



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
14:28
TABEA! AUDISI SUCI IX DI KOTA AMBON 28 FEBRUARI 2020, CAFE KAYU MANIS JL. SAM RATULANGI NO. 125, PUKUL 10.00-19.00 WIB   SAMPURASUN! AUDISI SUCI IX HADIR DI BANDUNG 28 FEBRUARI 2020, ENDEUS SPACE JL HASANUDIN NO. 28, PUKUL 10.00-19.00 WIB   BERTEMU MENKO POLHUKAM MAHFUD MD, KONFEDERASI SERIKAT PEKERJA INDONESIA MINTA RUU CIPTA KERJA DIDISKUSIKAN ULANG   KOMISI I DPR SETUJUI KEMENTERIAN PERTAHANAN TERIMA HIBAH ALAT UTAMA SISTEM PERSENJATAAN (ALUTSISTA) DARI AS   MENKO PEREKONOMIAN: PEMERINTAH AKAN SEGERA LAKUKAN SOSIALISASI “OMNIBUS LAW” RUU CIPTA KERJA PADA PUBLIK   KROASIA KONFIRMASI KASUS VIRUS KORONA, KBRI IMBAU WNI WASPADA   SINGAPURA PASTIKAN TERSANGKA KASUS DUGAAN KORUPSI PENJUALAN KONDENSAT HONGGO WENDRATMO TIDAK ADA DI NEGARANYA   PRESIDEN JOKO WIDODO SEBUT BELUM TERPIKIR UNTUK MEROMBAK KABINET   MENHUB YAKIN PEMINDAHAN IBU KOTA AKAN KEMBANGKAN SISTEM TRANSPORTASI DAN PERKOTAAN YANG LEBIH BAIK   MENKO KEMARITIMAN DAN INVESTASI: 30 PERUSAHAAN BESAR BERMINAT INVESTASI DI IBU KOTA NEGARA BARU   KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA DONI MONARDO INGIN HULU SUNGAI MENJADI DAERAH KONSERVASI   ASOSIASI PEMILIK KAPAL FERRY NASIONAL INDONESIA PASTIKAN MULAI 1 MEI 2020 TAK AKAN LAYANI TRUK BERMUATAN BERLEBIH   DEWAN PENGAWAS TVRI SEPAKAT HENTIKAN SEMENTARA PROSES SELEKSI CALON DIRUT BARU   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD SEBUT PEMERINTAH AKAN MENAMBAH KEKUATAN ALUTSISTA DI NATUNA