Kompas TV nasional kompas siang

Heboh Soal Kerajaan Fiktif Bermunculan, JK : Kok Mau Aja Ditipu

Jumat, 24 Januari 2020 | 23:41 WIB

KOMPAS.TV - Polisi terus menggali kasus dugaan penipuan yang dilakukan Keraton Agung Sejagat di Purworejo dan mendalami fenomena Sunda Empire.

Dari hasil tes kejiwaan, sang raja dan ratu, rupanya secara sadar dan sehat melakukan upaya penipuan.

"Sehat dan sadar menipu". Itulah hasil tes kejiwaan pasangan Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat, di Purworejo, yang membuat heboh tanah air. Toto Santoso dan Fanni Aminadia, dinyatakan sadar, saat mendirikan Kerajaan fiktif-nya tahun 2018 lalu.
Aliran dana yang masuk ke rekening tersangka, Toto Santoso pun ditelusuri. Polisi bahkan menemukan uang berjumlah sekitar 1,3 miliar rupiah.

Puluhan korban Keraton Agung Sejagat, sudah diperiksa. Rata-rata korban menyetor uang tunai sebesar 30 juta rupiah, kepada Toto Santoso dan Fanni Aminadia.

Rupanya, uang itu berasal dari hasil membujuk warga dengan iming-iming tertentu. Indikasi pengumpulan uang dari pengikut sebelumnya diungkap sejumlah warga Purworejo, Jawa Tengah yang pernah bergabung di Keraton Sejagat.

Tidak hanya Keraton Agung Sejagat saja yang muncul, fenomena kerajaan fiktif lainnya muncul di Jawa Barat yakni Sunda Empire.

Wakil Presiden ke-10 dan 12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla juga ikut berkomentar soal maraknya fenomena kerajaan fiktif. JK menganggap kerajaan fiktif ini sebagai bentuk perilaku kelompok penipu. JK mengingatkan pemerintah untuk mengambil langkah serius, apalagi jika kelompok penipu sudah berdampak negatif kepada masyarakat.
 

Editor : Anjani Nur Permatasari



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
23:45
SEKDA PEMPROV BALI INGATKAN KEGIATAN ADAT DILAKSANAKAN DENGAN JUMLAH TERBATAS   BAWASLU JABAR SEBUT POTENSI KETERLIBATAN ASN BERPOLITIK PRAKTIS CUKUP TINGGI PADA PILKADA 2020   MENKO PMK SEBUT PEMERINTAH TERUS CARI CARA CEGAH KEMATIAN DOKTER AKIBAT COVID-19   KETUA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO: DISIPLIN PROTOKOL KESEHATAN SAAT PANDEMI COVID-19 HARGA MATI   TEKAN JUMLAH KEMATIAN AKIBAT COVID-19, DINKES NUSA TENGGARA BARAT "SCREENING" LANSIA   KASUS COVID-19 BERTAMBAH, PEMKAB BENER MERIAH TUTUP 17 SEKOLAH   PANGLIMA TNI MARSEKAL HADI TJAHJANTO: TNI AKAN KERAHKAN SELURUH ANGKATAN UNTUK ATASI PANDEMI COVID-19   SATPOL PP BOGOR SEGEL 10 VILA KARENA NEKAT SEWAKAN "HOME STAY" DI MASA PSBB PRA-ADAPTASI KEBIASAAN BARU   12 TENAGA MEDIS POSITIF COVID-19, RSUD JAMBI TUTUP SEMENTARA LAYANAN ICU HINGGA RADIOLOGI SELAMA 3 HARI   KEMENPERIN RUMUSKAN SNI MASKER KAIN UNTUK LINDUNGI KONSUMEN SECARA OPTIMAL DARI COVID-19   MENKO PMK MINTA PARA DOKTER YANG TANGANI PASIEN COVID-19 UTAMAKAN KESELAMATAN PRIBADI   BPOM TEMUKAN 50.000 TAUTAN IKLAN PENJUAL PRODUK MAKANAN DAN OBAT ILEGAL SELAMA PANDEMI KORONA   KPU KABUPATEN BANDUNG DORONG KAMPANYE SECARA DARING   BALAI BESAR TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU: JALUR PENDAKIAN GUNUNG SEMERU DIBUKA 1 OKTOBER 2020