HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional kompas siang

Sejarah Pasang Surut Perayaan Imlek di Indonesia

Jumat, 24 Januari 2020 | 21:51 WIB

KOMPAS.TV - Selama tiga dekade, adat istiadat Budaya Tionghoa mengalami masa senyap dengan bebarapa aturan diskriminatif.

Dan di tahun 2000, akhirnya Imlek dapat dirayakan secara terbuka. Perayaan tahun baru imlek di Indonesia, sempat mengalami pasang surut dalam beberapa periode.

Berawal dari dikeluarkannya Instruksi Presiden No.14 Tahun 67, yaitu pelarangan merayakan hari-hari besar yang berhubungan dengan Adat Istiadat Tionghoa, berimbas kepada warga keturunan Tionghoa di Indonesia.

Selama kurun waktu dari tahun 1967 hingga 1998, sejumlah aturan diskriminatif dikeluarkan untuk melarang pemakaian atribut-atribut bernuansa Tionghoa. Aturan ini dianggap mendiskriminasi warga keturunan Tionghoa dalam pelaksanaan peribadatan dan perayaan.

Akhirnya, aturan tersebut dihapus pada masa Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) di tahun 2000. Gusdur akhirnya mengganti peraturan tersebut dengan mengeluarkan Keputusan Presiden No.6 Tahun 2000 bersamaan dengan penetepan agama Konghucu sebagai enam agama yang diakui di Indonesia.

Tuntutan untuk bebas melangsungkan perayaan Imlek segera dikabulkan oleh Gusdur dengan menginstruksikan Budi S Tanuwibowo yang kala itu menjabat sebagai Ketua Panitia Perayaan Imlek dan kawan-kawannya dari Majelis Agama Tinggi Konghucu untuk merayakan Imlek bersama dua kali.

Ketua Majelis Agama Tinggi Konghucu Indonesia, Budi S Tanuwibowo menegaskan bahwa saat zaman Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto, perayaan Imlek bisa di Indonesia diibaratkan 'beku'. Namun, kondisi ini dipulihkan saat kepemipinann Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.  

Penulis : Anjani Nur Permatasari



BERITA LAINNYA

Berita Daerah

Hanna Pagiet Rilis Album Akustik

Jumat, 28 Februari 2020 | 09:21 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
09:51
TABEA! AUDISI SUCI IX DI KOTA AMBON 28 FEBRUARI 2020, CAFE KAYU MANIS JL. SAM RATULANGI NO. 125, PUKUL 10.00-19.00 WIB   SAMPURASUN! AUDISI SUCI IX HADIR DI BANDUNG 28 FEBRUARI 2020, ENDEUS SPACE JL HASANUDIN NO. 28, PUKUL 10.00-19.00 WIB   HARI EKSTRA, BELANJA EKSTRA! DISKON 50 PERSEN BELANJA DI GERAI.KOMPAS.ID. AKSES KLIK.KOMPAS.ID/KABISAT 2020   BRASIL UMUMKAN KASUS PERTAMA PASIEN POSITIF TERJANGKIT VIRUS KORONA YANG KEMBALI DARI ITALIA   PM AUSTRALIA SCOTT MORRISON PERPANJANG LARANGAN MASUK BAGI WARGA TIONGKOK TERKAIT VIRUS KORONA    KETUA KOMISI II DPR AHMAD DOLI KURNIA AKAN KAJI LAGI PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI SOAL PILPRES DAN PILEG SERENTAK   POLITISI PARTAI KEADILAN RAKYAT ANWAR IBRAHIM: MAHATHIR MOHAMAD SENDIRI YANG INGIN KELUAR DARI PAKATAN HARAPAN    WHO LAPORKAN 9 NEGARA BARU YANG TERINFEKSI VIRUS KORONA   MENDIKBUD NADIEM MAKARIM INGIN BUDAYA INDONESIA MENJADI BUDAYA OFENSIF, BUKAN DEFENSIF   DIRUT PT MRT: LEWATI RING 1 DAN CAGAR BUDAYA, PT MRT SIAPKAN SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN KEAMANAN YANG TINGGI   DIRUT PT MRT: PEMBANGUNAN FASE 2 MRT JAKARTA SIAPKAN KETAHANAN MITIGASI BENCANA   DIRUT PT MRT: PEMBANGUNAN FASE 2 STASIUN DAN TEROWONGAN BERADA PADA STRUKTUR TANAH YANG LUNAK DI BAWAH SUNGAI   BPPT SEBUT TEKNOLOGI MODIFIKASI CUACA TIDAK BISA MENJANGKAU AWAN-AWAN HUJAN DI MALAM HINGGA DINI HARI   PANGLIMA TNI MARSEKAL HADI TJAHJANTO PASTIKAN PULAU SEBARU SUDAH SIAP OBSERVASI 188 WNI KRU WORLD DREAM