HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 cerita indonesia

Perayaan Imlek di Beijing Batal, karena Virus Corona

Jumat, 24 Januari 2020 | 09:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Tahun Baru Imlek yang biasanya dirayakan secara meriah di Beijing, dibatalkan oleh pihak berwenang.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona dari Kota Wuhan, China.

Pembatalan tersebut harus dilakukan untuk mengurangi terkumpulnya massa dengan skala besar.

Dilansir dari Kompas.com pada Jumat (24/01/2020), Biro Kebudayaan dan Pariwisata Beijing juga menghimbau masyarakat untuk memperkuat tindakan pencegahan dan mendukung keputusan Pemerintah Beijing.

Pemerintah Beijing juga berjanji, jika situasi sudah kondusif, maka mereka tidak menutup kemungkinan untuk menyampaikan informasi tersebut ke masyarakat, sehingga Tahun Baru Imlek tetap dapat berjalan.

WHO mencatat bahwa jumlah orang meninggal akibat virus corona sudah mencapai 17 orang, dan menginfeksi lebih dari 600 orang.

WHO juga menyatakan bahwa mereka tidak memperkirakan kalau virus corona ini dapat menyebar dengan sangat cepat, karena awalnya penyebaran hanya melalui kontak yang sangat dekat.

Ternyata, setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, ditemukan bukti bahwa kontak yang lebih jauh juga dapat menyebarkan virus, seperti melalui bersin atau batuk.

 

Penulis : Angela Winda



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
10:53
PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA MINTA PEMERINTAH TARIK DAN PERBAIKI RUU “OMNIBUS LAW” SEBELUM DIAJUKAN KE PARLEMEN    BMKG: GEMPA BERMAGNITUDO 4,9 MENGGUNCANG TASIKMALAYA, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI   KORBAN MENINGGAL AKIBAT VIRUS KORONA DI TIONGKOK HINGGA 21 FEBRUARI 2020 MENCAPAI 2.233 ORANG   AUSTRALIA SEBUT DUA WARGANYA YANG DIEVAKUASI DARI KAPAL PESIAR DIAMOND PRINCESS POSITIF TERINFEKSI VIRUS KORONA   WAKIL KETUA KOMISI VII DPR ACE HASAN SYADZILY MINTA MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY TIDAK IKUT CAMPUR SOAL JODOH   KEJAGUNG GANDENG DITJEN PAJAK, KEMENKEU, DAN PPATK TELUSURI ASET TERSANGKA KASUS JIWASRAYA   PERKUMPULAN AHLI ARKEOLOGI INDONESIA MENDESAK GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES BASWEDAN BATALKAN FORMULA E DI MONAS   KLHK BANTAH RUU "OMNIBUS LAW" MENGABAIKAN PRINSIP LINGKUNGAN DAN PRO-PEBISNIS BESAR   KEJAGUNG SEBUT BERKAS 5 TERSANGKA KASUS DUGAAN KORUPSI PT JIWASRAYA SUDAH 85 PERSEN RAMPUNG   PBNU MENILAI USULAN MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY SOAL FATWA SI KAYA NIKAHI SI MISKIN TIDAK TEPAT    KEMENDAGRI SEBUT PEMERINTAH AKAN MENYALURKAN DANA DESA SEBESAR RP 72 TRILIUN KEPADA 74.953 DESA DI SELURUH INDONESIA   MENDIKBUD NADIEM MAKARIM INGIN BAHASA INDONESIA JADI BAHASA PENGANTAR DI KAWASAN ASIA TENGGARA   WAKIL KETUA MPR LESTARI MOERDIJAT SEBUT RUU KETAHANAN KELUARGA MENGABAIKAN HAM   KPK: KASUS-KASUS BESAR TIDAK TERMASUK YANG DIHENTIKAN PENYELIDIKANNYA