HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV internasional kompas dunia

Asal Usul Virus Corona, Diduga dari Kelelawar di Pasar Wuhan

Jumat, 24 Januari 2020 | 08:25 WIB
Pasar Seafood Huanan, Wuhan (Sumber: Twitter @muyixiao)

Ini dia penampakan pasar seafood wuhan, di Ibu Kota Wuhan Provinsi Hubei. Kondisi pasar sudah ditutup sejak desember 2019.

Dilansir dari South China Morning Post, pasar tersebut telah ditutup sejak akhir Desember semenjak virus mewabah.

Warganet Akun Muyixiao Mengunggah Kondisi Pasar yang Diduga Asal Virus Corona (Sumber: Twitter @muyixiao)

Pada 21 Januari 2020 akun twitter muyixiao menunjukkan ada sekitar 100 hewan hidup dan daging hewan yang dijual. Pasar Seafood Huanan tidak hanya menjual seafood saja melainkan juga berbagai hewan liar. Ia juga menjelaskan foto kedua yang ia unggah adalah kondisi pasar telah ditutup setelah wabah corona ditemukan.

Ibu Kota Wuhan, Provinsi Hubei (Sumber: Google Maps)

Media China Global Television Network mengunggah data bahwa sebanyak 835 kasus terkonfirmasi dari virus corona, termasuk 5 kasus di Hongkong, Makau, dan Taiwan. Total sudah ada 25 orang meninggal dunia.

Kasus virus Corona bukan hal sepele, di Indonesia sendiri pemerintah telah menyiapkan alat thermal scanner untuk mendeteksi panas tubuh seseorang di terminal kedatangan internasional. Terutama turis ataupun WNI yang datang dari China.

“pendeteksian di seluruh pintu masuk 135 pintu masuk darat laut udara. Kita pasang 195 thermal scanner dan kesiapan 24 jam,” tegas Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Kamis (23/01/2020).

Dikutip dari Kompas.com Wabah Virus Corona sendiri sampai sudah mencapai ke beberapa negara seperti Thailand, Hongkong, Macau, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Amerika, dan Vietnam.

Penulis : Yuilyana




BERITA LAINNYA

Berita Daerah

Harus Perhatikan Habitat Orang Utan

Jumat, 21 Februari 2020 | 09:59 WIB
Berita Daerah

Polisi Tembak Mati Bandar Sabu

Jumat, 21 Februari 2020 | 09:54 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
10:09
PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA MINTA PEMERINTAH TARIK DAN PERBAIKI RUU “OMNIBUS LAW” SEBELUM DIAJUKAN KE PARLEMEN.    BMKG: GEMPA BERMAGNITUDO 4,9 MENGGUNCANG TASIKMALAYA, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI   KORBAN MENINGGAL AKIBAT VIRUS KORONA DI TIONGKOK HINGGA 21 FEBRUARI 2020 MENCAPAI 2.233 ORANG   AUSTRALIA SEBUT DUA WARGANYA YANG DIEVAKUASI DARI KAPAL PESIAR DIAMOND PRINCESS POSITIF TERINFEKSI VIRUS KORONA   WAKIL KETUA KOMISI VII DPR ACE HASAN SYADZILY MINTA MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY TIDAK IKUT CAMPUR SOAL JODOH   KEJAGUNG GANDENG DITJEN PAJAK, KEMENKEU, DAN PPATK TELUSURI ASET TERSANGKA KASUS JIWASRAYA   PERKUMPULAN AHLI ARKEOLOGI INDONESIA MENDESAK GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES BASWEDAN BATALKAN FORMULA E DI MONAS   KLHK BANTAH RUU "OMNIBUS LAW" MENGABAIKAN PRINSIP LINGKUNGAN DAN PRO-PEBISNIS BESAR   KEJAGUNG SEBUT BERKAS 5 TERSANGKA KASUS DUGAAN KORUPSI PT JIWASRAYA SUDAH 85 PERSEN RAMPUNG   PBNU MENILAI USULAN MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY SOAL FATWA SI KAYA NIKAHI SI MISKIN TIDAK TEPAT    KEMENDAGRI SEBUT PEMERINTAH AKAN MENYALURKAN DANA DESA SEBESAR RP 72 TRILIUN KEPADA 74.953 DESA DI SELURUH INDONESIA   MENDIKBUD NADIEM MAKARIM INGIN BAHASA INDONESIA JADI BAHASA PENGANTAR DI KAWASAN ASIA TENGGARA   WAKIL KETUA MPR LESTARI MOERDIJAT SEBUT RUU KETAHANAN KELUARGA MENGABAIKAN HAM   KPK: KASUS-KASUS BESAR TIDAK TERMASUK YANG DIHENTIKAN PENYELIDIKANNYA