HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV regional berita daerah

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Mengajar Toleransi dan Radikalisme

Jumat, 24 Januari 2020 | 04:46 WIB

SRAGEN, KOMPAS.TV - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, melakukan kunjungan kerja, di salah satu sekolah di Sragen.

Dalam kunjungannya, Ganjar kembali mengingatkan akan pentingnya toleransi, dan pengajaran yang sesuai untuk setiap siswa.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menyempatkan diri untuk mengajar di SMA Negeri 3 Sragen, Jawa Tengah.

Ganjar datang, untuk mengajar tentang toleransi dan waspada terhadap radikalisme.

Pemerintah provinsi Jawa Tengah, juga mengingatkan kembali pentingnya toleransi, yang diterapkan pada murid, guru dan orangtua.

Sistem tanya jawab juga diterapkan Ganjar, untuk mengkomunikasikan sejumlah persoalan bangsa, yang akan menjadi tantangan para siswa di masa mendatang.

Ganjar menyatakan "Kalo ada yang bengkok kita luruskan, maka kedatangan saya kesini untuk menyampaikan kepada murid, guru-guru, dan wali murid agar kita meluruskan cara yang salah."

Oleh karena itu, Gubernur Jawa Tengah berharap pemikiran siswa harus diluruskan sesuai dengan ajaran bangsa dan negara.

Ganjar dalam kesempatan ini juga menyatakan pemerintah tidak kecolongan dengan kejadian ini.
 

Penulis : Merlion Gusti



BERITA LAINNYA

Berita Daerah

Harus Perhatikan Habitat Orang Utan

Jumat, 21 Februari 2020 | 09:59 WIB
Berita Daerah

Polisi Tembak Mati Bandar Sabu

Jumat, 21 Februari 2020 | 09:54 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
10:18
PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA MINTA PEMERINTAH TARIK DAN PERBAIKI RUU “OMNIBUS LAW” SEBELUM DIAJUKAN KE PARLEMEN.    BMKG: GEMPA BERMAGNITUDO 4,9 MENGGUNCANG TASIKMALAYA, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI   KORBAN MENINGGAL AKIBAT VIRUS KORONA DI TIONGKOK HINGGA 21 FEBRUARI 2020 MENCAPAI 2.233 ORANG   AUSTRALIA SEBUT DUA WARGANYA YANG DIEVAKUASI DARI KAPAL PESIAR DIAMOND PRINCESS POSITIF TERINFEKSI VIRUS KORONA   WAKIL KETUA KOMISI VII DPR ACE HASAN SYADZILY MINTA MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY TIDAK IKUT CAMPUR SOAL JODOH   KEJAGUNG GANDENG DITJEN PAJAK, KEMENKEU, DAN PPATK TELUSURI ASET TERSANGKA KASUS JIWASRAYA   PERKUMPULAN AHLI ARKEOLOGI INDONESIA MENDESAK GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES BASWEDAN BATALKAN FORMULA E DI MONAS   KLHK BANTAH RUU "OMNIBUS LAW" MENGABAIKAN PRINSIP LINGKUNGAN DAN PRO-PEBISNIS BESAR   KEJAGUNG SEBUT BERKAS 5 TERSANGKA KASUS DUGAAN KORUPSI PT JIWASRAYA SUDAH 85 PERSEN RAMPUNG   PBNU MENILAI USULAN MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY SOAL FATWA SI KAYA NIKAHI SI MISKIN TIDAK TEPAT    KEMENDAGRI SEBUT PEMERINTAH AKAN MENYALURKAN DANA DESA SEBESAR RP 72 TRILIUN KEPADA 74.953 DESA DI SELURUH INDONESIA   MENDIKBUD NADIEM MAKARIM INGIN BAHASA INDONESIA JADI BAHASA PENGANTAR DI KAWASAN ASIA TENGGARA   WAKIL KETUA MPR LESTARI MOERDIJAT SEBUT RUU KETAHANAN KELUARGA MENGABAIKAN HAM   KPK: KASUS-KASUS BESAR TIDAK TERMASUK YANG DIHENTIKAN PENYELIDIKANNYA