HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 cerita indonesia

Erick Thohir Bantah Bagi-bagi Jabatan Garuda ke Yenny Wahid dan Triawan Munaf

Kamis, 23 Januari 2020 | 19:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membantah adanya indikasi bagi-bagi jabatan terkait penunjukan putri Presiden ke-4 Republik Indonesia (RI) Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, sebagai Komisaris Independen PT Garuda Indonesia.

Bukan hanya Yenny Wahid, tetapi juga termasuk pengangkatan Triawan Munaf sebagai Komisaris Utama perusahaan berpelat merah tersebut.

Baca Juga: Sosok Yenny Wahid, Mantan Wartawan yang Jadi Komisaris Garuda Indonesia

Dilansir dari Tribunnews.com, Erick mengatakan, penunjukan Yenny dan Triawan murni menyelesaikan berbagai masalah yang tengah melanda PT Garuda Indonesia.

Hal itu disampaikan Erick usai memberikan arahan tertutup dalam acara Rapat Pimpinan 2020 di Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2020).

“Kalau ibu Yenny gak usah dipertanyakanlah, kan figur wanita yang bagus, dengan ada bu Yenny tentu sekarang pramugari, front officer perempuan, paling tidak ada yang melindungi atau ada yang bisa diajak bicara,” kata Erick.

Selain itu, Erick menilai Yenny memiliki latar belakang sebagai aktivis dan penggerak perempuan.

Tentunya, hal ini sangat membantu agar para pekerja perempuan di Garuda Indonesia memiliki figur wanita yang patut dijadikan teladan.

Meski demikian, Erick membantah penunjukan Yenny sebagai menyelesaikan isu-isu tak sedap terkait pekerja pramugari di perusahaan tersebut.

“Saya tidak mau komen case per case. Tapi kan tadi apa yang dilakukan pasti kita penuh dengan objektif lah. Bukan karena hal ini dan hal itu,” ucapnya.

Sementara itu, terkait dipilihnya Triawan Munaf, Erick menyebut hal itu dilakukan agar perusahaan tersebut bisa berinovasi mengikuti perkembangan zaman.

Baca Juga: Triawan Munaf Komisaris Utama Garuda Indonesia, Ini Sepak Terjangnya

“Kalau pak Triawan jelas beliau itu sebuah figur yang berinovasi ya kan industri kreatif dan bisa di era Garuda ini kan persaingannya sudah bukan pesawat saja, dimana di Garuda itu juga banyak implemen teknologi yang harus disiapkan,” jelas Erick.

#ErickThohir #YennyWahid #GarudaIndonesia

Editor : Desy Hartini



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
19:39
KUASAI BERAGAM TEKNIK “PUBLIC SPEAKING” BERSAMA RIKO ANGGARA. DAFTAR WEBINAR DI INSTITUTE.KOMPAS.ID   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD MEMINTA POLRI USUT DUGAAN SURAT JALAN DJOKO TJANDRA SECARA TERBUKA   BRIGJEN PRASETYO UTOMO DINILAI TELAH MENGELUARKAN SURAT JALAN UNTUK BURONAN KASUS BANK BALI DJOKO TJANDRA   KAPOLRI COPOT BRIGJEN PRASETYO UTOMO DARI JABATANNYA SEBAGAI KABIRO KOORDINASI & PENGAWASAN PPNS BARESKRIM POLRI   MENTERI EDHY PRABOWO: KAPAL IKAN ASING ILEGAL YANG TAK DITENGGELAMKAN DIHIBAHKAN KE KAMPUS PERIKANAN   POLISI TELAH PERIKSA 27 SAKSI TERKAIT KEMATIAN EDITOR METRO TV YODI PRABOWO    POLDA METRO JAYA TAMBAHKAN TIM BUSER USUT KASUS KEMATIAN EDITOR METRO TV YODI PRABOWO    BP2MI AKAN LAPOR KE BARESKRIM SOAL TEMUAN DUGAAN PENAMPUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA ILEGAL DI CILEUNGSI, BOGOR   BUPATI PONOROGO SEBUT "TRACING" KORONA DI DAERAHNYA TERHAMBAT KARENA ANTREAN UJI PCR MEMBELUDAK    PEMKAB PONOROGO, JATIM, TUNGGU HASIL 500 UJI PCR YANG BELUM KELUAR HASILNYA SEJAK PEKAN LALU   KOTA SAMARINDA BERLAKUKAN MARKAH JALAN "PHYSICAL DISTANCING" BAGI PENGENDARA SEPEDA MOTOR    PASAR PRAMUKA DI JAKTIM KEMBALI BEROPERASI SETELAH DITUTUP PADA 11-13 JULI 2020 KARENA KASUS POSITIF KORONA    DISHUB DKI JAKARTA: PEMERIKSAAN SURAT IZIN KELUAR MASUK ATAU SIKM SUDAH DITIADAKAN SEJAK KEMARIN    JUBIR PEMERINTAH ACHMAD YURIANTO: JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 47.859 ORANG