Kompas TV klik360 cerita indonesia

Sosok Yenny Wahid, Mantan Wartawan yang Jadi Komisaris Garuda Indonesia

Kamis, 23 Januari 2020 | 09:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memutuskan bahwa Yenny Wahid sebagai dewan komisaris independen perusahaan. Putri Presiden ke-4 Republik Indonesia (RI) Abdurrahman Wahid itu puluhan tahun malang melintang di pemerintahan dan partai politik.

Yenny merupakan wanita kelahiran Jombang 46 tahun lalu. Ia pernah berkuliah di Jurusan Psikologi Universitas Indonesia. Namun pendidikan sarjanannya itu terhenti di tengah jalan sebelum kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Trisakti.

Baca Juga: Tantangan Yenny Wahid Jadi Komisaris Garuda Indonesia, Ada Isu Gundik

Beberapa tahun kemudian, ia meneruskan pendidikan di Universitas Harvard Kennedy School, Boston. Dilansir dari Kompas.com, ternyata Yenny Wahid sempat menjalani profesi sebagai wartawan. Ia menjadi koresponden harian Australia, The Sydney Morning Herald tahun 1997-1999 dan beberapa kali meliput di Timor Leste.

Yenny Wahid kemudian masuk ke pemerintahan saat ayahnya, Gusdur, terpilih menjadi presiden. Ia mendampingi ayahnya bertugas dengan menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik. Di masa pemerintah Presiden SBY, Yenny juga sempat mengemban tugas yang sama sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik.

Baca Juga: Sah! Irfan Setiaputra Dirut Garuda Indonesia, Yenny Wahid Komisaris Independen

Selain itu juga, Yenny mulai aktif di partai politik dengan menjadi Sekjen PKB. Namun, Yenny belakangan memutuskan mundur dari parpol usai berseteru dengan Ketua Umum PKB saat itu, Muhaimin Iskandar. 

#YennyWahid #GarudaIndonesia #ErickThohir

Editor : Desy Hartini



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Korona, Liga 3 Sumsel Ditiadakan

Jumat, 30 Oktober 2020 | 19:44 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
19:52
WEBINAR KOMPAS INSTITUTE "INVESTASI KALA RESESI" BERSAMA MOHAMAD ANDOKO. DAFTAR DI INSTITUTE.KOMPAS.ID   WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 1.694 ORANG: 1.232 SEMBUH, 154 MENINGGAL DUNIA, 308 DALAM PERAWATAN   BMKG KELUARKAN PERINGATAN DINI GELOMBANG TINGGI MENCAPAI 6 METER DI LAUT SELATAN JABAR, JATENG, DAN DIY   KPK PERIKSA ISTRI DAN TEMAN DARI TERSANGKA PENYUAP NURHADI, HIENDRA SOENJOTO   KPK BUKA PELUANG GUNAKAN PASAL PERINTANGAN PENYIDIKAN BAGI YANG BANTU PELARIAN HIENDRA SOENJOTO   KPK PASTIKAN KEMBANGKAN PERKARA MANTAN SEKRETARIS MA NURHADI KE ARAH DUGAAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG (TPPU)   BPJS KESEHATAN MINTA PNS PUSAT/DAERAH DAFTAR ULANG MULAI 1 NOVEMBER 2020   HINGGA 30 OKTOBER 2020, 21.411 PASIEN KORONA DI RSD WISMA ATLET JAKARTA SEMBUH   TIM RELAWAN COVID-19 MINTA TAMBAHAN TENAGA SARJANA KESEHATAN UNTUK MEMBANTU SEBAGAI RELAWAN PELACAKAN   HINGGA 30 OKTOBER 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI SULAWESI SELATAN: 18.339 POSITIF, 16.383 SEMBUH, 464 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 30 OKTOBER 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA TENGAH: 33.295 POSITIF, 27.808 SEMBUH, 1.734 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 30 OKTOBER 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA BARAT: 35.927 POSITIF, 25.355 SEMBUH, 718 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 30 OKTOBER 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA TIMUR: 52.242 POSITIF, 46.152 SEMBUH, 3.758 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 30 OKTOBER 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI DKI JAKARTA: 104.847 POSITIF, 92.219 SEMBUH, 2.232 MENINGGAL DUNIA