HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional singkap

Banjir Dan Sejarah Kanal Batavia - SINGKAP

Senin, 20 Januari 2020 | 18:39 WIB

Banjir merendam beberapa wilayah di Jabodetabek pada awal tahun 2020. Namun bukan kali ini saja warga Ibu Kota harus berhadapan dengan air bah yang merendam rumah, menghanyutkan barang-barang dan bahkan menelan korban. Banjir sudah terjadi sejak Jakarta masih bernama Batavia.

Dahulu Batavia dikelilingi banyak sungai yang indah namun tanahnya lebih rendah dari permukaan laut, sangat berpotensi mengalami banjir. Sehingga Gubernur Jenderal VOC , Jan Pieterszoon Coen, mulai mengurus drainase untuk antisipasi dengan mengadopsi sistem kanal seperti yang ada di Belanda, karena kedua wilayah tersebut memiliki kerakteristik yang sama.

Selain untuk mengatasi banjir, tujuan pembangunan kanal juga sebagai pemasok air dan mempermudah transportasi air. Pembangunan kanal awalnya berfungsi dengan baik dan Batavia menjadi kota yang indah mirip dengan Kota Amsterdam. Hal inilah yang menjadikan Batavia dijuluki Queen of the East atau Ratu dari Timur.

Keindahan kawasan Kanal tidak berlangsung lama, akibat kerusakan ekologi yang disebabkan oleh limbah dan sampah. Kejayaan sebagai urat nadi kota pun meredup. Saat musin hujan, debit air yang tinggi membuat kanal-kanal meluap dan membanjiri bagian kota yang lebih rendah, jika banjir surut banyak lumpur maupun kotoran yang tertinggal di daratan.

Penanggulangan banjir menjadi program kerja terpenting era pemerintah kolonial, namun pada masa Jepang penanggulangan banjir terbengkalai. Ratusan tahun berlalu, Jakarta masih berkutat dengan masalah yang sama hingga saat ini. Usaha penanggulangan banjir via struktur maupun nonstruktural sudah dilakukan. Namun menciptakan lingkungan sehat bukan perkara mudah, perlunya kerja sama dari berbagai pihak yaitu pemerintah dan masyarakat.

#SINGKAP

 

Penulis : Yudho Priambodo



BERITA LAINNYA

Berita Daerah

Menuju Pilkada 2020 Berintegritas 3

Selasa, 25 Februari 2020 | 18:54 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
19:15
TABEA! AUDISI SUCI IX DI KOTA AMBON 28 FEBRUARI 2020, CAFE KAYU MANIS JL. SAM RATULANGI NO. 125, PUKUL 10.00-19.00 WIB   SAMPURASUN! AUDISI SUCI IX HADIR DI BANDUNG 28 FEBRUARI 2020, ENDEUS SPACE JL HASANUDIN NO. 28, PUKUL 10.00-19.00 WIB   DINAS SUMBER DAYA AIR DKI KERAHKAN 8.000 PETUGAS TANGANI BANJIR JAKARTA   PRESIDEN JOKO WIDODO SIAPKAN INSTRUMEN FISKAL UNTUK ATASI DAMPAK PENYEBARAN VIRUS KORONA TERHADAP PEREKONOMIAN   KETUA PANJA JIWASRAYA ARIA BIMA AKAN GELAR RAPAT PANJA GABUNGAN BAHAS PENYEHATAN ASURANSI JIWASRAYA   MENKO KEMARITIMAN DAN INVESTASI: PARIWISATA INDONESIA RUGI 500 JUTA DOLLAR AS KARENA VIRUS KORONA   MENKO KEMARITIMAN DAN INVESTASI: PROYEK KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG BISA TERTUNDA KARENA VIRUS KORONA   WABAH VIRUS KORONA DI KORSEL, ANGGOTA KOMISI IX DPR SALEH PARTAONAN: KESELAMATAN WNI HARUS DIPRIORITASKAN   KETUA TIM INFEKSI KHUSUS: TIGA PASIEN YANG DIISOLASI DI RS HASAN SADIKIN BANDUNG NEGATIF KORONA   KEMENTERIAN BUMN BANTAH AKAN SUNTIK ASURANSI JIWASRAYA RP 15 TRILIUN UNTUK MEMBAYAR KLAIM NASABAH   BPBD: BANJIR DI JABAR MELANDA KABUPATEN KARAWANG, BEKASI, DAN KOTA BEKASI   GUBERNUR JATIM INGATKAN PENERIMA DANA DESA TAHAP PERTAMA MEREALISASIKAN DANA DESA UNTUK KEGIATAN PADAT KARYA TUNAI   KAPOLDA METRO JAYA IRJEN NANA SUDJANA: 782 KELUARGA TERDAMPAK BANJIR DI PERIUK, KOTA TANGERANG   PEMKOT BEKASI SEBUT BANJIR DISEBABKAN DIBERHENTIKANNYA PROYEK NORMALISASI SUNGAI