HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV regional berita daerah

Raja Keraton Agung Sejagat Pernah jadi Anggota Sunda Empire

Senin, 20 Januari 2020 | 04:23 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Pengurus Sunda Empire, Ki Ageng Ranggasasana, mengklaim tak berhubungan dengan Keraton Agung Sejagat pimpinan Toto Santoso.

Meski demikian, Toto Santoso diakui pernah menjadi salah satu anggota Sunda Empire.

Ia menegaskan bahwa Toto Santoso telah dipecat dan dikeluarkan dari Sunda Empire lalu membentuk perkumpulan yang disebut Keraton Agung Sejagat.

Baca Juga: Ganjar: Saya Pernah Dihubungi Ratu Keraton Agung Sejagat

Pasca diketahui secara luas keberadaannya, lokasi yang disebut pengikutnya sebagai Keraton Agung Sejagat, ditutup oleh Polres Purworejo.

Polisi juga memasang garis polisi di beberapa titik di komplek perumahan yang berlokasi di Desa Pogung Juru Tengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Baca Juga: Heboh Kerajaan Fiktif, Mengapa Orang Mau Ikut?

Orang yang mengaku raja, yakni Toto Santoso, dan yang mengaku ratu, Fani Aminadiam, menjadi tersangka kasus penipuan dan sudah ditahan.

Baca Juga: Keraton Agung Sejagat Bubar, Begini Kata Polisi dan Pemkab Purworejo

Penulis : Christandi Super



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
10:52
PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA MINTA PEMERINTAH TARIK DAN PERBAIKI RUU “OMNIBUS LAW” SEBELUM DIAJUKAN KE PARLEMEN    BMKG: GEMPA BERMAGNITUDO 4,9 MENGGUNCANG TASIKMALAYA, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI   KORBAN MENINGGAL AKIBAT VIRUS KORONA DI TIONGKOK HINGGA 21 FEBRUARI 2020 MENCAPAI 2.233 ORANG   AUSTRALIA SEBUT DUA WARGANYA YANG DIEVAKUASI DARI KAPAL PESIAR DIAMOND PRINCESS POSITIF TERINFEKSI VIRUS KORONA   WAKIL KETUA KOMISI VII DPR ACE HASAN SYADZILY MINTA MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY TIDAK IKUT CAMPUR SOAL JODOH   KEJAGUNG GANDENG DITJEN PAJAK, KEMENKEU, DAN PPATK TELUSURI ASET TERSANGKA KASUS JIWASRAYA   PERKUMPULAN AHLI ARKEOLOGI INDONESIA MENDESAK GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES BASWEDAN BATALKAN FORMULA E DI MONAS   KLHK BANTAH RUU "OMNIBUS LAW" MENGABAIKAN PRINSIP LINGKUNGAN DAN PRO-PEBISNIS BESAR   KEJAGUNG SEBUT BERKAS 5 TERSANGKA KASUS DUGAAN KORUPSI PT JIWASRAYA SUDAH 85 PERSEN RAMPUNG   PBNU MENILAI USULAN MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY SOAL FATWA SI KAYA NIKAHI SI MISKIN TIDAK TEPAT    KEMENDAGRI SEBUT PEMERINTAH AKAN MENYALURKAN DANA DESA SEBESAR RP 72 TRILIUN KEPADA 74.953 DESA DI SELURUH INDONESIA   MENDIKBUD NADIEM MAKARIM INGIN BAHASA INDONESIA JADI BAHASA PENGANTAR DI KAWASAN ASIA TENGGARA   WAKIL KETUA MPR LESTARI MOERDIJAT SEBUT RUU KETAHANAN KELUARGA MENGABAIKAN HAM   KPK: KASUS-KASUS BESAR TIDAK TERMASUK YANG DIHENTIKAN PENYELIDIKANNYA