Kompas TV klik360 cerita indonesia

Pembunuh Begal di Malang Demi Membela Pacar, Ternyata Juga Punya Istri

Minggu, 19 Januari 2020 | 22:39 WIB

Malang, Kompas TV – Seorang pelajar SMA di Kabupaten Malang, Jawa Timur yang membunuh begal karena melindungi pacarnya, ternyata sudah berkeluarga.

Meski masih di bawah umur, ternyata ZA sudah menikah dan memiliki satu orang anak. Pacar yang ia lindungi dari begal bukan istrinya, melainkan perempuan yang berbeda.

Baca Juga: Fakta Pelajar Terancam Hukuman Seumur Hidup karena Bunuh Begal

Sebelumnya, ZA diancam hukuman seumur hidup oleh Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Kabupaten Malang. Ia didakwa dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman paling berat penjara seumur hidup. Sidang dakwaan tersebut telah berlangsung pada hari Selasa, 14 Januari 2020 lalu. 

Pengacara terdakwa, Lukman Chakim menyatakan keberatan atas keputusan majelis hakim.

Menurutnya, kronologi kejadian tersebut tidak memenuhi unsur PDARI Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. 

“Pasal 340 ini yang sangat janggal. Di mana 340 ini ada unsur perencanaannya. Karena itu kami sayangkan,” Ujar Lukman kepada Kompas.com.

Baca Juga: Kronologi Pelajar Bunuh Begal di Malang, Hingga Didakwa Seumur Hidup

Oleh karena itu, tim kuasa hukum mengajukan keberatan atas keputusan hakim. Mereka berusaha untuk mencari saksi ahli pidana untuk membantah dakwaan tersebut.

ZA disidang melalui pengadilan anak yang tertutup. Ia didampingi oleh lima orang pengacara dari BRH and Associate Law Office, di antaranya : Bhakti Riza Hidayat, Lukman Chakim, Novi Zulfikar, Moch Asni Fitrian dan Afrizal Multi Wibowo.
 

Editor : Abdur Rahim



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:39
SEBANYAK 11 PRAJURIT TNI KODIM 1603 SIKKA, NTT, TERKONFIRMASI POSITIF KORONA SETELAH PULANG PENDIDIKAN DARI BALI   BAPPENDA NTB: DALAM SEPEKAN, TERKUMPUL RP 42,16 JUTA DARI DENDA WARGA DAN ASN YANG TAK MENGGUNAKAN MASKER   PEMKAB SLEMAN, YOGYAKARTA, SIAPKAN RUSUNAWA GEMAWANG UNTUK ISOLASI PASIEN KORONA ASIMTOMATIK    SRI SULTAN HB X MINTA KABUPATEN/KOTA DI DIY TERAPKAN SANKSI SECARA KONSISTEN BAGI PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN   BUPATI BERAU, KALTIM, H MUHARRAM, MENINGGAL DUNIA SETELAH 13 HARI DIRAWAT KARENA POSITIF KORONA   DINKES SEBUT KASUS COVID-19 DI KARAWANG, JAWA BARAT, DIDOMINASI OLEH KLASTER INDUSTRI   WALI KOTA TANGERANG ARIEF WISMANSYAH: TEMPAT TIDUR RS RUJUKAN KORONA DI KOTA TANGERANG SUDAH TERISI LEBIH DARI 73%   PEMPROV BANTEN BERENCANA SIAPKAN 5 HEKTAR LAHAN MAKAM KHUSUS BAGI PASIEN KORONA YANG MENINGGAL   POLRI: 8 HARI OPERASI YUSTISI, DENDA YANG TERKUMPUL DARI PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN MENCAPAI RP 924,17 JUTA   SATGAS COVID-19 MINTA SETIAP PERUSAHAAN RUTIN TES USAP KE KARYAWAN GUNA TEKAN ANGKA PENULARAN KLASTER PERKANTORAN   PP MUHAMMADIYAH MINTA ELITE PARPOL TAK MANFAATKAN PANDEMI KORONA SEBAGAI KOMODITAS POLITIK KEKUASAAN   BAWASLU: 50 KABUPATEN/KOTA PENYELENGGARA PILKADA MASUK KATEGORI RAWAN TINGGI DALAM ASPEK PANDEMI KORONA    BAWASLU MINTA SEMUA PIHAK BERKOMITMEN MEMATUHI PROTOKOL KESEHATAN PADA SETIAP TAHAPAN PILKADA 2020   BAWASLU MINTA PIMPINAN PARPOL IKUT CEGAH KERUMUNAN MASSA PADA RANGKAIAN PILKADA 2020