Kompas TV klik360 cerita indonesia

Warga Bidara Cina Tolak Toa Banjir, Warga: Yang Sudah Ada Saja Tidak Berfungsi

Minggu, 19 Januari 2020 | 09:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengadakan Disaster Warning System dengan pengeras suara yang yang biasa dikenal dengan toa. Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang diajukan untuk pengadaan peringatan dini bencana ini, termasuk banjir, bernilai Rp 4 Miliar.

Namun banyak penolakan yang didapat oleh Pemprov DKI Jakarta, termasuk dari warga di RT 5/ RW 7, di Kelurahan Bidara Cina Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Pasalnya, di lokasi ini sudah terpasang pengeras suara berbentuk sirene, namun warga menganggap alat tersebut tidak berfungsi efektif. 

Menurut warga, sirene yang dipasang di empat titik di kawasan Bidara Cina tidak aktif. Delapan tahun terpasang, warga bahkan tak tahu bagaimana cara pengoperasian alat tersebut. Saat banjir tiba warga justru mendapatkan informasi melalui media sosial ataupun media massa. 

Baca Juga: Presiden Jokowi Tak Peduli Normalisasi atau Naturalisasi, Sindir Anies?

Warga bahkan secara mandiri membangun koordinasi dengan Pintu Air Katulampa untuk berjaga dari datangnya banjir. Sebagai daerah yang selalu terdampak banjir, wilayah Bidara Cina justru menolak jika pemerintah memberikan tambahan sirine.

Menurut Mamat Sahroni selaku Ketua RW 7, ketimbang membeli sirene yang tak berfungsi, Mamat lebih memilih bantuan guna mempercepat koordinasi antar RT saat banjir tiba. 

#toa #banjir #BanjirDKI #anggarantoa

Editor : Laura Elvina



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
06:15
KPU MAKASSAR BATASI SUMBANGAN DANA KAMPANYE BAGI PASLON MAKSIMAL RP 95,6 MILIAR   PANGLIMA TNI MARSEKAL HADI TJAHJANTO PASTIKAN NETRALITAS TNI DALAM PILKADA 2020   LPSK SIAP BERIKAN PERLINDUNGAN KEPADA SAKSI KASUS PENEMBAKAN PENDETA DI PAPUA    POLRES EMPAT LAWANG, SUMSEL, GAGALKAN PENYELUNDUPAN 748 KILOGRAM GANJA KERING ASAL ACEH   KEMDIKBUD MINTA PESERTA DAN TENAGA PENDIDIK LAPOR PADA SEKOLAH JIKA BELUM DAPATKAN KUOTA INTERNET    GUBERNUR JATENG GANJAR PRANOWO SEBUT SUDAH TAK ADA ZONA MERAH COVID-19 DI JAWA TENGAH   CEGAH PENULARAN COVID-19 DI KALANGAN LANSIA, PEMKOT SURABAYA BERI ALAT PENGUKUR KADAR OKSIGEN DAN VITAMIN KE LANSIA   WAPRES MA'RUF AMIN: PEMUKA AGAMA BERPERAN PENTING CEGAH PENULARAN COVID-19   KETUA BAWASLU SEBUT PILKADA DI TENGAH PANDEMI KORONA TIDAK MUDAH   KASUS COVID-19 MELONJAK, PEMKAB LEBAK BERENCANA TERAPKAN PSBB MULAI 1-20 OKTOBER 2020   PEMPROV BANGKA BELITUNG TERBITKAN KEBIJAKAN LARANGAN ISOLASI MANDIRI PASIEN COVID-19 CEGAH KLASTER KELUARGA   KEPALA SATPOL PP JAKARTA PUSAT SEBUT PELANGGAN MASKER DI JAKPUS MENURUN PADA MINGGU KEDUA PSBB   KETUA KOMITE PENANGANAN COVID-19: TINGKAT KETERISIAN TEMPAT TIDUR RS COVID-19 SECARA NASIONAL CAPAI 46,29 PERSEN    KETUA SATGAS COVID-19: BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN USUL HARGA STANDAR TES USAP RP 797.000