Kompas TV nasional sapa indonesia

Heboh Kerajaan Fiktif, Mengapa Orang Mau Ikut?

Minggu, 19 Januari 2020 | 02:09 WIB

Setelah Keraton Agung Sejagat di Purworejo, kini muncul Sunda Empire yang diduga berada di Bandung, Jawa Barat. Sunda Empire mengklaim beranggotakan 54 negara, termasuk Rusia dan Korea Utara.

Masyarakat dihebohkan dengan munculnya kerajaan-kerajaan fiktif yang mengklaim sebagai penerus kerajaan di Nusantara.

Selain Sunda Empire di Jawa Barat, juga ada sebuah kerajaan di Tasikmalaya bernama Kesultanan Selacau.

Berbeda dengan Sunda Empire, keberadaan Sultan Selacau Tunggul Rahayu di Kecamatan Parungponteng selama ini bisa berdampingan dengan masyarakat sejak 2004.

Kerajaan ini dipimpin Rohidin, yang bergelar Sultan Patrakusumah VIII.

Ia mengaku keturunan ke-9 dari Raja Pajajaran Surawisesa.

Rohidin mengklaim mendapat legalitas fakta sejarah yang dikeluarkan PBB pada tahun 2018.

Geger kemunculan sejumlah kerajaan fiktif, mengapa masih banyak orang tergiur? Apakah yang memicu kepercayaan masyarakat hingga ingin masuk dalam lingkaran kelompok yang dihormati karena status sosialnya?

Munculnya kerajaan-kerajaan palsu ini harus diwaspadai oleh masyarakat, khususnya ketika mendapat ajakan untuk bergabung.

Sikap kritis dan logis harus dikedepankan agar jangan sampai menjadi korban.

Baca Juga: Heboh Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire, Fenomena Apa?

Editor : Christandi Super



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Pengukuhan Lima Pjs Bupati Walikota

Selasa, 29 September 2020 | 02:30 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
05:55
KPU MAKASSAR BATASI SUMBANGAN DANA KAMPANYE BAGI PASLON MAKSIMAL RP 95,6 MILIAR   PANGLIMA TNI MARSEKAL HADI TJAHJANTO PASTIKAN NETRALITAS TNI DALAM PILKADA 2020   LPSK SIAP BERIKAN PERLINDUNGAN KEPADA SAKSI KASUS PENEMBAKAN PENDETA DI PAPUA    POLRES EMPAT LAWANG, SUMSEL, GAGALKAN PENYELUNDUPAN 748 KILOGRAM GANJA KERING ASAL ACEH   KEMDIKBUD MINTA PESERTA DAN TENAGA PENDIDIK LAPOR PADA SEKOLAH JIKA BELUM DAPATKAN KUOTA INTERNET    GUBERNUR JATENG GANJAR PRANOWO SEBUT SUDAH TAK ADA ZONA MERAH COVID-19 DI JAWA TENGAH   CEGAH PENULARAN COVID-19 DI KALANGAN LANSIA, PEMKOT SURABAYA BERI ALAT PENGUKUR KADAR OKSIGEN DAN VITAMIN KE LANSIA   WAPRES MA'RUF AMIN: PEMUKA AGAMA BERPERAN PENTING CEGAH PENULARAN COVID-19   KETUA BAWASLU SEBUT PILKADA DI TENGAH PANDEMI KORONA TIDAK MUDAH   KASUS COVID-19 MELONJAK, PEMKAB LEBAK BERENCANA TERAPKAN PSBB MULAI 1-20 OKTOBER 2020   PEMPROV BANGKA BELITUNG TERBITKAN KEBIJAKAN LARANGAN ISOLASI MANDIRI PASIEN COVID-19 CEGAH KLASTER KELUARGA   KEPALA SATPOL PP JAKARTA PUSAT SEBUT PELANGGAN MASKER DI JAKPUS MENURUN PADA MINGGU KEDUA PSBB   KETUA KOMITE PENANGANAN COVID-19: TINGKAT KETERISIAN TEMPAT TIDUR RS COVID-19 SECARA NASIONAL CAPAI 46,29 PERSEN    KETUA SATGAS COVID-19: BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN USUL HARGA STANDAR TES USAP RP 797.000