HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV regional berita daerah

Wyata Guna Klaim Sosialisai Perubahan Regulasi Asrama Disabilitas Dilakukan Sejak 2019

Sabtu, 18 Januari 2020 | 11:36 WIB

BANDUNG, KOMPAS.TV - Polemik perubahan regulasi dari panti menjadi balai pelatihan kerja untuk penyandang disabilitas, di Wyata Guna terus bergulir.

Sampai saat ini  puluhan mahasisswa yang terpaksa keluar dari dalam asrama masih bertahan di trotoar Jalan Pajajaran, Kota Bandung.

Namun pihak balai menegaskan, tidak ada pengusiran terhadap para mahasiswa tersebut.

Sejak hari Selasa kemarin, sebanyak 30 mahasiswa disabilitas mantan penerima manfaat balai rehabilitasi sosial penyandang disabilitas Wyata Guna, bertahan di trotoar Jalan Pajajaran, Kota Bandung

Sejumlah spanduk bertuliskan penolakan mengenai regulasi perubahan status Wyata Guna dari panti menjadi balai, terpasang.

Para mahasiswa penyandang disabilitas ini mengaku tidak tahu sampai kapan mereka akan bertahan disini. 

Mereka bertekad akan terus memperjuangankan agar Peraturan Menteri sosial terkait dengan perubahan regulasi tersebut, bisa segera dicabut, sehingga mereka bisa kembali menempati asrama di Panti Wyata Guna.

Mereka berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bisa membantu mengembalikan Wyata Guna kembali menjadi panti.

Kepala Balai Wyata Guna Bandung, Sudarsono mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi sejak lama, bahkan sampai mengunjungi rumah penerima manfaat untuk memberikan pengertian kepada pihak keluarga. 

Namun hingga batas waktu akhir Juni 2019 lalu, para penerima manfaat belum juga meninggalkan Balai Wyata Guna.

Perubahan status dari panti menjadi balai, bukan untuk menelantarkan para penyandang disabilitas ini, namun mereka sudah bertahun-tahun menetap di Wyata Guna, sehingga menutup kesempatan bagi penyandang lain menjadi peserta didik baru, dan menjalani pelatihan serta pembinaan.

Fungsi balai merupakan wadah pembinaan yang bersifat sementara, bukan tempat permanen.

Perubahan regulasi dari panti menjadi balai sepenuhnya merupakan kewenangan Kementerian Sosial. 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian Sosial telah memberikan solusi dengan menyediakan asrama di Panti Sosial Penyandang Disabilitas milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Cimahi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap, para mahasiswa ini mau menempati asrama di Cimahi, agar penyandang disabilitas lain bisa mendapatkan kesempatan yang sama mendapatkan pelatihan dan pembinaan di Wyata Guna.

Hingga saat ini sudah ada sekitar 40 penerima manfaat yang menempati Balai Wyata Guna, dan jumlah ini akan terus bertambah secara berkelanjutan dari sepuluh Provinsi di Indonesia.
 

Penulis : Dea Davina



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
14:42
PEMERINTAH ITALIA PERPANJANG “LOCKDOWN” HINGGA 13 APRIL 2020   PT KAI: DAMPAK VIRUS KORONA, PENUMPANG KERETA API DI SUMATERA UTARA TURUN HINGGA 60 PERSEN   GELAR RESEPSI PERNIKAHAN SAAT PANDEMI VIRUS KORONA, KAPOLSEK KEMBANGAN DICOPOT   PANTAU KESEHATAN PEMUDIK, PEMKAB MADIUN DIRIKAN POSKO PEMERIKSAAN KORONA DI STASIUN DAN TERMINAL CARUBAN   DINAS KOMUNIKASI INFORMASI DAN STATISTIK RIAU: 4.444 TKI DARI MALAYSIA MASUK INDONESIA LEWAT RIAU   PANDEMI KORONA, KKP MINTA AKSES PENGIRIMAN SARANA PRODUKSI & LOGISTIK DI BIDANG KELAUTAN DAN PERIKANAN TAK DIBATASI   PEMPROV SULAWESI SELATAN SIAPKAN LAHAN DI GOWA KHUSUS UNTUK TEMPAT PEMAKAMAN JENAZA PASIEN VIRUS KORONA   WALI KOTA JAKARTA BARAT: 144 JEMAAH YANG DIISOLASI DI MASJID JAMI, KEBON JERUK, TAK ADA YANG MEMILIKI GEJALA KORONA   JUBIR PENANGANAN VIRUS KORONA: PEMERIKSAAN DENGAN MESIN TB-TCM DIPRIORITASKAN DI DAERAH YANG BANYAK KASUS KORONA   GUBERNUR JATIM KHOFIFAH INDAR PARAWANSA: RSUD TONGAS, PROBOLINGGO, JADI RUJUKAN PASIEN KORONA   BELUM BERSTATUS PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR, PEMPROV DKI BELUM STOP TRANSPORTASI DARI DAN KE JAKARTA   KEPALA IMIGRASI: WNA DILARANG MASUK KE INDONESIA, PENJAGAAN PELABUHAN DAN BANDARA DI BATAM DIPERKETAT   CEGAH PENYEBARAN KORONA, ANGKASA PURA II: BANDARA SOEKARNO-HATTA BERLAKUKAN LARANGAN KEDATANGAN WNA   PBNU MINTA MASYARAKAT JANGAN TOLAK PEMAKAMAN PASIEN POSITIF KORONA YANG MENINGGAL