Kompas TV klik360 cerita indonesia

Erick Thohir Akui Dapat Ancaman, Karena Jiwasraya dan Asabri?

Jumat, 17 Januari 2020 | 14:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sejak bergabung ke dalam Kabinet Indonesia Maju, Menteri BUMN Erick Thohir aktif melakukan gebrakan "bersih-bersih" di tubuh BUMN. Beberapa di antaranya adalah Garuda Indonesia serta Jiwasraya dan Asabri yang saat ini tengah ramai diperbincangkan publik.

Namun langkah bersih-bersih Erick Thohir ini tidak diterima dengan baik oleh semua kalangan. Mantan pemilik klub sepak bola Inter Milan ini mengaku kerap mendapat ancaman setelah dirinya menjabat sebagai menteri. Terlebih setelah munculnya kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero).

“(Ancaman sudah menjadi) makanan sehari-hari, apalagi ada (kasus) Jiwasraya dan Asabri,” ujar Erick di Jakarta, Jumat (17/1/2020). 

Meski begitu, Erick tak mau merinci apa bentuk ancaman yang dia terima. Ia menegaskan, ancaman yang ia terima tidak akan menyurutkan langkahnya untuk memperbaiki BUMN, agar tercipta Good Corporate Governance.

“Tapi kita lillahi ta'ala saja, kerja yang terbaik saja,” kata Erick. 

Saat ditanya mengenai profesinya terdahulu, Erick mengaku lebih senang menjadi seorang pengusaha dibandingkan menjadi menteri.

“(Lebih enak jadi) pengusaha. (Jadi pengusaha) bisa lebih bebas,” ucap dia. 

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero) tengah dilanda masalah yang bersumber dari penempatan portofolio investasi pada saham-saham gorengan. Nilai saham yang diinvestasikan oleh kedua perusahaan tersebut merosot yang membuat aset perusahaan mengalami penyusutan drastis. 

Masalah kerugian dalam laporan keuangan pun membuat perusahaan terancam gagal bayar polis kepada masing-masing nasabah.

Penulis : Laura Elvina



BERITA LAINNYA


Peristiwa

Catat! Jadwal Libur Tahun Baru 2020

Rabu, 25 November 2020 | 14:34 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
14:42
DALAM PENGAMANAN NATAL & TAHUN BARU, POLRI AKAN GELAR OPERASI LILIN MULAI 23 DESEMBER 2020 HINGGA 4 JANUARI 2021   POLRI KERAHKAN 191.584 PERSONEL UNTUK AMANKAN NATAL & TAHUN BARU 2021   WAPRES MA’ARUF AMIN INGATKAN PELAKU INDUSTRI "FINTECH" PERKUAT KEAMANAN PELAYANAN BAGI MASYARAKAT   WAPRES MA'RUF AMIN: PERKEMBANGAN INDUSTRI TEKNOLOGI FINANSIAL ATAU “FINTECH” DI INDONESIA BERKEMBANG SANGAT PESAT   PRESIDEN JOKOWI INGATKAN PARA MENTERI UNTUK TETAP BERHATI-HATI DALAM MENGGUNAKAN APBN 2021   PRESIDEN JOKOWI: APBN 2021 MASIH DIFOKUSKAN UNTUK PENANGANAN COVID-19, BAIK DI SEKTOR KESEHATAN MAUPUN EKONOMI    PRESIDEN JOKOWI MINTA MENSOS SEGERA MENYALURKAN BANTUAN SOSIAL UNTUK MASYARAKAT PADA AWAL JANUARI 2020   PENYIDIK KPK SITA SEJUMLAH BARANG DAN KARTU DEBIT DALAM PENANGKAPAN MENTERI KP EDHY PRABOWO   DPP GERINDRA DKI MENYATAKAN AKAN JELASKAN SOAL PENANGKAPAN MENTERI EDHY PRABOWO OLEH KPK   SEKJEN KKP ANTAM NOVAMBAR SEBUT PIHAKNYA HARGAI PROSES HUKUM KPK TERKAIT PENANGKAPAN MENTERI EDHY PRABOWO    DARI 17 ORANG YANG DITANGKAP TERDIRI DARI MENTERI EDHY PRABOWO & ISTRI, PEJABAT KKP, SERTA SEJUMLAH PIHAK SWASTA   HINGGA SAAT INI, KPK MENANGKAP 17 ORANG DALAM RANGKAIAN OPERASI TANGKAP TANGAN MENTERI KP EDHY PRABOWO    KETUA HARIAN DPP GERINDRA SUFMI DASCO AHMAD MASIH TUNGGU INFORMASI VALID KPK SOAL PENANGKAPAN MENTERI EDHY PRABOWO   WAKIL KETUA KOMISI IV DPR DEDI MULYADI MENGAKU PRIHATIN DENGAN PENANGKAPAN MENTERI EDHY PRABOWO OLEH KPK