HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV regional berita daerah

Pemprov Jawa Barat Siap Menerima Penyandang Disabilitas Netra

Kamis, 16 Januari 2020 | 21:37 WIB
pemprov-jawa-barat-siap-menerima-penyandang-disabilitas-netra
Fasilitas dan kelengkapan panti disabilitas yang akan menampung 32 penerima manfaat dari Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna. (Sumber: dok: Ditjen Rehsos)


CIMAHI, KOMPAS.TV – Niat baik Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menerima 32 orang Penerima Manfaat (PM) dari Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) “Wyata Guna”, ditindak lanjuti Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial dengan berkunjung ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.
Kunjungan Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Idit Supriadi Priatna yang didampingi Kepala Bagian Umum Herman Kuswara dan Kepala Bagian Organisasi, Hukum dan Humas E Maria Hapsari diterima oleh Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Barnas Adjidin, didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Adun Abdulah dan Kepala Panti Disabilitas Ferrus.
Idit menyampaikan kehadirannya di Dinas Sosial Provinsi untuk memastikan langsung kesiapan fasilitas dan layanan yang ada di panti disabilitas Provinsi Jawa Barat sekaligus mendiskusikan kolaborasi layanan yang akan dilakukan.
“Masalah ini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah pusat maupun daerah, jangan hanya pusat yang menanggung. Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat sudah paham peraturan pembagian kewenangan pusat dan daerah. Pemprov melakukan perlindungan dan jaminan sosial, pemerintah provinsi menjamin akan berikan fasilitas terbaik sehingga tidak perlu ada keraguan untuk berpindah ke panti kami. Tawaran ini sudah diberikan semenjak pertama kali masalah ini muncul, namun tidak ditanggapi oleh para PM,” kata Barnas Adjidin.

Fasilitas dan kelengkapan panti disabilitas yang akan menampung 32 penerima manfaat dari Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna (Sumber: dok: Ditjen Rehsos)

 

Baca Juga: Penyandang Tunanetra Ini Buka Jasa Perbaikan Barang Elektronik


Diskusi dilanjutkan dengan berkeliling mengunjungi aula, ruang makan, wisma, perpustakaan, ruang pijat sehat dan berbagai ruang keterampilan. “Setelah melihat langsung fasilitas yang ada di Panti Sosial Rehabilitasi Penyandang  Disabilitas Mental Sensorik Netra, Rungu Wicara, Tubuh (PRSPD) Mensenetruwitu Dinsos Jawa Barat, saya yakin PM bisa dilayani dengan baik disini dan akan dilakukan kolaborasi antara Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat untuk mendampingi pelayanan dasar bagi PM yang berpindah ke panti disabilitas milik Provinsi Jawa Barat.” ujar Idit.

Sebelumnya, dilansir dari Kompas.com, terjadi polemik di balai rehabilitasi sosial netra Wyata Guna terkait keberadaan Penerima Manfaat (PM) yang telah selesai masa rehabilitasinya. Dirjen Rehabilitasi Sosial Edi Suharto mengatakan, saat ini balai rehabilitasi sedang dalam proses revitalisasi fungsional. Tujuannya, agar masyarakat disabilitas dapat berdaya dan berkiprah setelah mendapat pelayanan rehabilitasi sosial lanjut di Balai Rehabilitasi Sosial. “Kami ada program transformasi, perubahan status panti menjadi balai. Kami ingin balai rehabilitasi sosial berkontribusi secara progresif,” kata Edi, seperti dalam keterangan tertulisnya.
Salah satu konsekuensi dari transformasi tersebut adalah adanya batas waktu bagi penerima manfaat.

“Ini dilakukan agar mereka dapat berkumpul kembali dengan keluarga, mandiri, dan berkiprah di masyarakat,” kata Edi.
Hal itulah yang terjadi kepada 32 penyandang disabilitas netra penerima manfaat Wyata Guna, yang telah menyelesaikan masa rehabilitasinya. Sayangnya, 32 penerima manfaat tersebut belum menerima pemindahan ke panti milik pemerintah provinsi. Edi pun menegaskan, Balai Wyata Guna Bandung tidak mengusir 32 penerima manfaat, melainkan masa pelayanan rehabilitasinya sudah berakhir.
 “Ini dilakukan agar mereka dapat berkumpul kembali dengan keluarga, mandiri, dan berkiprah di masyarakat,” kata Edi.

Menteri Sosial Juliari P. Batubara pun berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil.

Penulis : Herwanto

1
2



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
21:03
PEDULI MEREKA YANG KEHILANGAN PENGHASILAN DI TENGAH PANDEMI KORONA, DENGAN DONASI KE BIT.LY/KONSERAMALDARIRUMAH   KOMPAS TV BERSAMA DIDI KEMPOT DAN SOBAT AMBYAR MENGGELAR KONSER AMAL DARI RUMAH, SABTU, 11 APRIL 2020 PUKUL 19.00 WIB   KOMNAS HAM MINTA PRESIDEN DAN DPR TUNDA PENGESAHAN RKUHP   KANWIL KEMENKUMHAM BALI SIAPKAN BLOK KHUSUS UNTUK NARAPIDANA BERSTATUS POSITIF KORONA   KEMENTERIAN LUAR NEGERI ALOKASIKAN RP 110 MILIAR UNTUK PENANGANAN VIRUS KORONA   MENPAN RB TJAHJO KUMOLO TERBITKAN SE LARANGAN MUDIK BAGI ASN DAN KELUARGA   KEMENDIKBUD MENDATA 40.081 SENIMAN TERDAMPAK PANDEMI VIRUS KORONA   IKATAN DOKTER NDONESIA INVESTIGASI MENINGGALNYA PETUGAS MEDIS TANGANI KORONA   PEMKAB BANTUL, YOGYAKARTA, SIAPKAN RUMAH ISOLASI WARGA YANG MUDIK DARI LUAR DAERAH   KETUA DPR: PEMERINTAH PERLU MILIKI DATABASE TERKAIT RUMAH SAKIT YANG TENAGA KESEHATANNYA MEMERLUKAN APD   MENLU SEBUT 907 WNI PESERTA JAMAAH TABLIGH BERADA DI LUAR NEGERI, PALING BANYAK DI INDIA   MENSOS: WARGA MISKIN DI JABODETABEK DAPAT PAKET SEMBAKO BUKAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI   MUI: JIKA PANDEMI VIRUS KORONA MASIH TAK TERKENDALI, SHALAT IDUL FITRI DITIADAKAN   GUGUS TUGAS PERCEPATAN PENANGANAN KORONA SERAHKAN 7.000 APD KE DOKTER GIGI DAN SPESIALIS THT