HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 cerita indonesia

Hasto Kristiyanto Menjawab Terkait Kasus Harun Masiku

Rabu, 15 Januari 2020 | 21:55 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Sumber: KompasTV)

Dalam konferensi pers Rabu (15/01/2020), Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan PDIP menegaskan kasus yang membelit kadernya Harun Masiku bukan terkait pergantian antar waktu, atau PAW.

“Ada unsur misteri. Framingnya itu sangat jelas, mengaburkan hal pokok dari persoalan hukum itu sendiri. Padahal dari awal diawali hal sederhana, partai memiliki kedaulatan politik sejak awal, dan ini bukan pergantian antar waktu, tapi ini penetapan calon terpilih. Mengingat tugas dewan  pimpinan pusat partai, menjalankan keputusan dari mahkamah agung, sebagai hasil dari uji materi.” Kata Hasto.

Lebih lanjut Hasto memaparkan apa yang dilakukan partainya adalah atas keputusan Mahkamah Agung.

“Kami luruskan ini bukan pergantian antar waktu, surat-surat sebagai pemenuhan ketentuan legalitas, terakit peraturan perundang-undangan,  sebelum penetapan anggota legislatif terpilih, kursi itu milik partai, maka kami telah menetapkan berdasarkan keputusan MA, bahwa calon terpilih itu adalah Harun Masiku, hanya saja ini tidak dijalankan KPU. Kemudian kedua dengan kekuasaan yang begitu besar, dengan kerja sama aparat penegak hukum, kpk dapat menjalankan tugasnya sebaik-baiknya.” Ujar Hasto dalam konferensi pers.

Namun Hasto kali ini tak menampik, bahwa memang terjadi sebuah tindakan pemerasan, dan penipuan oleh oknum-oknum tertentu.

Mengingat KPU secara kolektif, kolegial, sejak awal telah mengambil keputusan untuk menolak permohonan resmi dari dewan pimpinan pusat partai.

Tapi ada pihak-pihak tertentu yang menawarkan upaya-upaya dan itu di luar sepengetahuan partainya. 

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di www.kompas.tv/live. Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru.

Media sosial Kompas TV : Facebook Instagram Twitter LINE

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
05:12
INTER MILAN DITAHAN IMBANG 1-1 SAAT MENJAMU CAGLIARI DALAM LAGA LANJUTAN LIGA ITALIA DI STADION GIUSEPPE MEAZZA   PEMILIHAN WAGUB DKI JAKARTA, RIZA PATRIA MENGAKU TIDAK ADA LOBI-LOBI KHUSUS KE DPRD   PERUM BULOG MENCATAT TELAH MENJUAL 250 TON BERAS PREMIUM HINGGA AKHIR 2019 LEWAT “E-COMMERCE”   KONTRAKTOR PT BAHANA PRIMA NUSANTARA TETAP LANJUTKAN REVITALISASI MONAS MESKI DPRD DKI JAKARTA MINTA DIHENTIKAN   MENKES TERAWAN AGUS PUTRANTO PASTIKAN TURIS TIONGKOK YANG MELAKUKAN PERJALANAN WISATA KE SULUT SEHAT   GUBERNUR KEPULAUAN RIAU TOLAK KEBIJAKAN PEMERINTAH PUSAT YANG AKAN MENGHAPUS TENAGA HONORER   PERMUDAH DISTRIBUSI LOGISTIK KE DAERAH TERDAMPAK BANJIR BANDANG DI SUKAJAYA, BOGOR, TNI BANGUN JEMBATAN DARURAT   KUTIP LAPORAN WHO, IDI: VIRUS KORONA BUKAN PENYEBAB TUNGGAL KEMATIAN   CEGAH PENYEBARAN VIRUS KORONA, PEMPROV PAPUA BARAT WAJIBKAN PEMERIKSAAN MEDIA BAGI TKA ASAL TIONGKOK   KEMENKES SEBUT PASIEN DI JAMBI DIDIAGNOSIS HANYA MENDERITA INFLUENZA   KEMENKES BANTAH ADA PASIEN DI JAMBI YANG DIISOLASI AKIBAT VIRUS KORONA SETELAH BERKUNJUNG KE TIONGKOK   DAMPAK VIRUS KORONA, PELARI LALU M ZOHRI BATAL IKUTI KEJUARAAN ASIA ATLETIK INDOOR ASIA 2020 DI HANGZHOU, TIONGKOK   TIONGKOK PERLUAS ISOLASI HINGGA KE BEIJING UNTUK MENCEGAH PENYEBARAN VIRUS KORONA   IDI: VIRUS KORONA MENULAR LEWAT BATUK HINGGA MAKANAN TERCEMAR AIR LIUR