HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional kompas bisnis

Pro Kontra Pergub Pelarangan Plastik Sekali Pakai di Jakarta

Rabu, 15 Januari 2020 | 15:14 WIB

Ditargetkan efektif bulan Juli tahun ini, Peraturan Gubernur DKI Jakarta tentang penggunaan kantong belanja ramah lingkungan masih menuai polemik, kali ini dari Asosiasi Pengelola Pusat Belanja. Aturan sanksi dalam pergub dinilai asosiasi masih cukup berisiko bagi pengusaha.

Jakarta Juli nanti punya aturan baru. Untuk menekan penggunaan kantong plastik sekali pakai atau plastik kresek, pemerintah provinsi melarang penggunaan plastik kresek dan diganti dengan kantong belanja ramah lingkungan. Aturan dikeluarkan melalui Peraturan Gubernur DKI Nomor 142 tahun 2019.

Masyarakat pun menyambut baik aturan ini.

Meski sejumlah masyarakat menyambut baik peraturan ini, tapi Asosiasi Pengelola Pusat Belanja, APPBI DKI Jakarta punya pandangan berbeda. Demi lingkungan, APPBI sebenarnya mendukung aturan ini. Hanya saja ada sanksi yang tak adil, karena hanya dibebankan ke pengelola.

APPBI meminta adanya sosialisasi dan pengawasan yang ketat jika aturan ini dilakukan. Tak cuma di pusat belanja modern, pasar tradisional pun, nantinya juga harus menyubstitusi plastik kresek dengan yang ramah lingkungan. Jika melanggar sangsi denda hingga pencabutan izin juga akan diterapkan.

Yang terpenting sekarang adalah sosialisasi, terutama bagi semua masyarakat, agar tidak ngambek saat penjual tak menyediakan kresek lagi saat belanja.

Editor : Dea Davina



VIDEO REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
06:51
STADION MANAHAN, SOLO, JATENG, JADI SATU DARI ENAM KANDIDAT LOKASI PERTANDINGAN PIALA DUNIA U-20   INDIA AKAN BANGUN STADION KRIKET TERBESAR KETIGA DI DUNIA DENGAN KAPASITAS 75.000 PENONTON DI PINGGIRAN KOTA JAIPUR   JUMLAH KASUS KORONA DI DUNIA: 11.130.201 POSITIF, 6.002.500 SEMBUH, 526.156 MENINGGAL DUNIA   IRAK BERENCANA BARTER MINYAK DENGAN MAKANAN DARI LEBANON   MENKEU INGGRIS RISHI SUNAK MINTA WARGANYA UNTUK MAKAN DI LUAR RUMAH GUNA BANTU PULIHKAN EKONOMI NEGARA   WHO AKAN TINJAU HASIL UJI COBA OBAT VIRUS KORONA DALAM DUA PEKAN KE DEPAN   WHO: HAMPIR 30% DARI 60.000 SAMPEL KORONA MENUNJUKKAN ADA TANDA MUTASI, TETAPI TIDAK SEBABKAN PENYAKIT LEBIH PARAH   HINGGA 4 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI PAPUA: 1.942 POSITIF, 880 SEMBUH, 16 MENINGGAL DUNIA   PEMPROV PAPUA PERPANJANG MASA TANGGAP DARURAT PENANGANAN KORONA HINGGA 31 JULI 2020   SEBANYAK 30 PETAMBANG DI KOLAKA UTARA, SULAWESI TENGGARA, POSITIF TERINFEKSI KORONA   SEBANYAK 138 DARI 145 PASIEN POSITIF KORONA DI KABUPATEN MAGELANG, JATENG, TELAH DINYATAKAN SEMBUH   WAKIL WALI KOTA TANGSEL, BENYAMIN DAVNIE, SEBUT BANYAK WARGANYA MINTA PELONGGARAN UNTUK RESEPSI PERNIKAHAN   PSBB DI KOTA TANGERANG SELATAN BERLANGSUNG HINGGA 12 JULI 2020   JADI TERSANGKA KPK, KETUA DPRD KUTAI TIMUR ENCEK UR FIRGASIH DIPECAT DARI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN