HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 cerita indonesia

Benarkah Harun Masiku Sudah Kembali ke Indonesia?

Rabu, 15 Januari 2020 | 01:02 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Harun Masiku sebagai tesangka kasus korupsi suap kepada komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

Semenjak ditetapkan sebagai tersangka, Harun tidak berada Indonesia.

Dua hari menjelang Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan oleh KPK terhadap Wahyu Setiawan, Harun terdeteksi melakukan perjalanan ke luar negeri.

Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham Arvin Gumilang juga menyatakan, Harun tercatat meninggalkan Indonesia pada Senin (6/1/2020).

"Iya tercatat dalam data perlintasan keluar Indonesia tanggal 6 Januari," ujar Arvin kepada wartawan

Sempat ada kabar yang menyatakan Harun telah kembali ke Indonesia.

Saat dikonfirmasi wartawan, Ketua KPK Firli Bahuri mengaku tak tahu menahu akan kabar tersebut. Menurutnya, ia harus berkoordinasi langsung dengan kemenkumham akan hal tersebut.

“Kalau ada informasi itu, saya harus cek lagi ke Kemenkumham. Karena Kumham yang memiliki data yang cepat. Kita komunikasi yang intens dengan kumham, siapa yang keluar negeri, siapa yang masuk ke dalam negeri kita, itu tercatat semua dalam sistem aplikasi. Ada di catatan Direktorat Jenderal Direktur Penindakan Dirjen Imigrasi,” ujar Firli kepada wartawan.

Harun Masiku adalah politisi dari PDI Perjuangan.

Ia ditetapkan tersangka bersama dengan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

Harun diduga memberikan uang sebanyak 600 juta kepada Wahyu.

Uang tersebut belum diketahui sumber dananya.

Hal ini dilakukan untuk  memuluskan niatnya menjadi anggota DPR melalui proses pergantian antar waktu (PAW).

Harun yang waktu itu caleg PDI-P, diperuntukkan untuk menggantikan Nazarudin Kiemas yang telah meninggal dunia.

Penulis : Abdur Rahim



BERITA LAINNYA

Berita Daerah

Menuju Pilkada 2020 Berintegritas 3

Selasa, 25 Februari 2020 | 18:54 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
19:25
TABEA! AUDISI SUCI IX DI KOTA AMBON 28 FEBRUARI 2020, CAFE KAYU MANIS JL. SAM RATULANGI NO. 125, PUKUL 10.00-19.00 WIB   SAMPURASUN! AUDISI SUCI IX HADIR DI BANDUNG 28 FEBRUARI 2020, ENDEUS SPACE JL HASANUDIN NO. 28, PUKUL 10.00-19.00 WIB   DINAS SUMBER DAYA AIR DKI KERAHKAN 8.000 PETUGAS TANGANI BANJIR JAKARTA   PRESIDEN JOKO WIDODO SIAPKAN INSTRUMEN FISKAL UNTUK ATASI DAMPAK PENYEBARAN VIRUS KORONA TERHADAP PEREKONOMIAN   KETUA PANJA JIWASRAYA ARIA BIMA AKAN GELAR RAPAT PANJA GABUNGAN BAHAS PENYEHATAN ASURANSI JIWASRAYA   MENKO KEMARITIMAN DAN INVESTASI: PARIWISATA INDONESIA RUGI 500 JUTA DOLLAR AS KARENA VIRUS KORONA   MENKO KEMARITIMAN DAN INVESTASI: PROYEK KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG BISA TERTUNDA KARENA VIRUS KORONA   WABAH VIRUS KORONA DI KORSEL, ANGGOTA KOMISI IX DPR SALEH PARTAONAN: KESELAMATAN WNI HARUS DIPRIORITASKAN   KETUA TIM INFEKSI KHUSUS: TIGA PASIEN YANG DIISOLASI DI RS HASAN SADIKIN BANDUNG NEGATIF KORONA   KEMENTERIAN BUMN BANTAH AKAN SUNTIK ASURANSI JIWASRAYA RP 15 TRILIUN UNTUK MEMBAYAR KLAIM NASABAH   BPBD: BANJIR DI JABAR MELANDA KABUPATEN KARAWANG, BEKASI, DAN KOTA BEKASI   GUBERNUR JATIM INGATKAN PENERIMA DANA DESA TAHAP PERTAMA MEREALISASIKAN DANA DESA UNTUK KEGIATAN PADAT KARYA TUNAI   KAPOLDA METRO JAYA IRJEN NANA SUDJANA: 782 KELUARGA TERDAMPAK BANJIR DI PERIUK, KOTA TANGERANG   PEMKOT BEKASI SEBUT BANJIR DISEBABKAN DIBERHENTIKANNYA PROYEK NORMALISASI SUNGAI