HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional sapa indonesia

Suap Komisioner KPU dengan Kader PDI-P, Bagaimana Aturan PAW?

Senin, 13 Januari 2020 | 13:54 WIB

Komisioner KPU, Wahyu Setiawan resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap. Wahyu Setiawan diduga menerima suap senilai 600 juta rupiah demi memuluskan politisi PDI Perjuangan, Harun Masiku, menjadi anggota DPR RI, melalui mekanisme pergantian antara waktu.

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto bersikukuh partainya memiliki wewenang untuk mengajukan PAW sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Caleg yang hendak digantikan Harun Masiku adalah Nazarudin Kiemas yang meraup suara terbanyak di dapilnya yang sebelumnya telah meninggal dunia.

Hasto berpegang pada tafsir keputusan Mahkamah Agung, bahwa partai berhak menentukan pengganti caleg meninggal di DPR.

Namun permintaan itu ditolak KPU, karena tak sesuai undang-undang pemilu, yang menyatakan bahwa calon terpilih diganti oleh KPU dengan calon dari daftar calon tetap parpol yang sama di dapil tersebut berdasarkan perolehan suara terbanyak berikutnya.

Sementara itu, Ketua KPU Arif Budiman menyatakan, seluruh surat PDI Perjuangan ditanggapi oleh para komisioner tanpa ada perbedaan pendapat.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Pimpinan KPK menyebut, pihak-pihak yang diduga terlibat dan mengetahui perkara suap akan diperiksa sebagai pengembangan kasus.

Adanya perbedaan pandangan ataupun tafsir dari aturan soal Pergantian Antar Waktu atau PAW kursi anggota DPR diduga menjadi celah munculnya praktik suap yang melibatkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan Caleg PDI Perjuangan Harun Masiku. Benarkah ada celah korupsi dalam aturan PAW ini?

Simak dialog berikut bersama Politisi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu, Pakar Hukum Tata Negara, Prof Juanda dan Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini.

Penulis : Reny Mardika



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
14:16
TABEA! AUDISI SUCI IX DI KOTA AMBON 28 FEBRUARI 2020, CAFE KAYU MANIS JL. SAM RATULANGI NO. 125, PUKUL 10.00-19.00 WIB   SAMPURASUN! AUDISI SUCI IX HADIR DI BANDUNG 28 FEBRUARI 2020, ENDEUS SPACE JL HASANUDIN NO. 28, PUKUL 10.00-19.00 WIB   UNI EMIRAT ARAB MELARANG PENERBANGAN EMIRATES DAN ETIHAD DARI DAN MENUJU IRAN KARENA VIRUS KORONA   WAKIL MENTERI KESEHATAN IRAN IRAJ HARIRCHI TERJANGKIT VIRUS KORONA   BADAN PENGENDALIAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT KOREA SELATAN: SUDAH ADA 11 ORANG YANG MENINGGAL DUNIA AKIBAT KORONA   SEBANYAK 1.146 ORANG TERINFEKSI VIRUS KORONA DI KOREA SELATAN   KBRI SEOUL, KOREA SELATAN, IMBAU WNI MENUNDA KUNJUNGAN KE DAEGU DAN SEKITARNYA AKIBAT ADANYA WABAH VIRUS KORONA   HONG KONG TERAPKAN PEMBATASAN AKSES MASUK BAGI WARGA NEGARA ASING YANG AKAN MASUK DARI KOREA SELATAN   PSSI AKAN BENTUK TIM KEAMANAN KHUSUS UNTUK TIMNAS INDONESIA KETIKA TAMPIL DI LUAR NEGERI   KEMENDAGRI: PEMERINTAH TELAH MENGUCURKAN DANA DESA RP 1,3 TRILIUN PER 19 FEBRUARI 2020   POLISI TETAPKAN 8 TERDUGA PERUSAK AEON MALL JAKARTA GARDEN CITY, MAYORITAS ANAK-ANAK DI BAWAH UMUR   ASOSIASI PENGUSAHA TRUK INDONESIA: BANJIR JAKARTA SEBABKAN TRUK LOGISTIK RUGI RP 30 MILIAR   KOMISI V DPR PANGGIL GUBERNUR DKI JAKARTA, GUBERNUR JABAR, DAN GUBERNUR BANTEN BAHAS BANJIR   KOMISI III DPR DESAK KEJAGUNG UTAMAKAN MENGEJAR ASET PARA TERSANGKA JIWASRAYA UNTUK PENGEMBALIAN DANA