HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 cerita indonesia

Ada Apa Dengan Kekayaan Natuna?

Rabu, 8 Januari 2020 | 16:10 WIB

Kapal-kapal ikan asing, kembali masuk ke Laut Natuna Utara. Direktur Pusat Kajian Maritim memperkirakan bahwa kapal-kapal asing tersebut kembali karena kekayaan alam Natuna yang luar biasa menggiurkan. Misalnya saja di bagian perikanan, Laut Natuna Utara kaya akan ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi yaitu ikan tuna, ikan cakalang dan ikan tongkol. Dan stok ikan-ikan tersebut di wilayah perairan Vietnam dan China sudah menipis, karena hal itulah maka mereka mengejar Laut Natuna Utara. 

Sementara itu, Laut Natuna Utara juga kaya akan sumber daya minyak dan gas. Indonesia dikenal sebagai produsen gas alam dunia, dan daerah penghasil gas alam terbesar berlokasi di Perairan Natuna. Tidak hanya itu saja, gas alam yang dihasilkan Natuna juga disebut sebagai daerah penghasil gas alam terbesar se-Asia Pasifik.

Baca Juga: Diklaim China, Natuna Banyak Simpan Cadangan Gas Alam

Untuk kasus China sendiri, mereka tidak hanya mengejar sumber daya perikanannya saja, tetapi juga kedaulatan daerah perairan Natuna tersebut. Seharusnya, pemerintah Indonesia harus selalu hadir di Laut Natuna Utara sebagai bukti bahwa kita memiliki kedaulatan penuh atas daerah tersebut, sebelum dimanfaatkan oleh pihak asing

Editor : Angela Winda



VIDEO REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
22:23
PEMPROV BENGKULU BUAT APLIKASI E-NGADU UNTUK BERANTAS KORUPSI, IDENTITAS PELAPOR DIRAHASIAKAN   KPK MENGAPRESIASI PEMPROV JABAR DALAM MENETAPKAN DATA PENERIMA BANTUAN SOSIA TAHAP DUA   MENDESA ABDUL HALIM ISKANDAR MENYATAKAN 97 PERSEN DESA TELAH SALURKAN BLT DANA DESA   KEMENTERIAN PPPA: PAPARAN RADIKALISME DAN AJARAN TERORISME DAPAT MEMBUAT ANAK KELIRU PAHAMI AGAMA    KEMENKES: JUMLAH ANGGARAN INSENTIF TENAGA KESEHATAN SUDAH TEREALISASI SEBESAR RP 278 MILIAR    KEMENKES KLAIM TELAH MEMBERIKAN INSENTIF PADA 166.029 ORANG TENAGA KESEHATAN    DINKES JABAR MINTA ORANGTUA UTAMAKAN PENCEGAHAN KORONA TERHADAP ANAK SELAMA MASA "NEW NORMAL"   PSBB TRANSISI, PEMPROV DKI IZINKAN GELANGGANG REKREASI DAN OLAHRAGA BEROPERASI KEMBALI MULAI 12 JULI 2020   JAM OPERASIONAL TRANSPORTASI UMUM DI KOTA TANGERANG DIPERPANJANG DARI PUKUL 20.00 WIB MENJADI 22.00 WIB   HINGGA 8 JULI 2020, DINKES KOTA BEKASI MENYATAKAN DELAPAN RW MASIH BERADA DI ZONA MERAH KORONA   9 KARYAWAN POSITIF KORONA, PABRIK PENGOLAHAN KAYU DI PROBOLINGGO, JATIM, DITUTUP & 3.600 PEKERJA DIRUMAHKAN   PEMKOT JAKTIM AKAN TANDAI HEWAN KURBAN YANG TAK LAYAK DENGAN "PYLOX" WARNA MERAH   JELANG IDUL ADHA, PEMKOT JAKTIM IMBAU WARGA TAK POTONG HEWAN KURBAN DI WILAYAH ZONA MERAH KORONA   WAPRES MA'RUF AMIN NILAI PENDIDIKAN DARING SELAMA PANDEMI TAK OPTIMAL KARENA TERKENDALA JARINGAN INTERNET