HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 cerita indonesia

Diklaim China, Natuna Banyak Simpan Cadangan Gas Alam

Minggu, 5 Januari 2020 | 19:05 WIB

Jakarta, Kompas.tv - Hubungan Indonesia dan China beberapa hari terakhir memanas, setelah China mengeluarkan klaim memiliki hak di Perairan Natuna yang masuk sebagai Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia. Atas polemik ini, nama Natuna pun menjadi santer diperbincangkan. Termasuk mengenai potensi kekayaan alam Perairan Natuna yang disebut-sebut termasuk yang terbesar di dunia.

Baca Juga: Pakar Hukum Internasional: Insiden Kapal China di Laut Natuna Bukan Perkara Teritori

Indonesia dikenal sebagai negara produsen gas alam dunia. Salah satu cadangan terbesarnya, berada di perairan Natuna yang saat ini tengah berpolemik karena klaim China. Dari data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM), Indonesia memiliki cadangan gas bumi mencapai 144,06 triliun kaki kubik (TCF), terdiri dari cadangan terbukti (P1) sebesar 101,22 TSCF dan cadangan potensial (P2) 42,84 TSCF. Cadangan gas terbesar di Indonesia berada di Natuna, tepatnya berada di Blok East Natuna 49,87 TCF. Selanjutnya disusul Blok Masela di Maluku 16,73 TCF, dan Blok Indonesia Deepwater Development (IDD) di Selat Makassar 2,66 TCF. Besarnya kandungan gas alam di Natuna tersebut, membuatnya disebut-sebut sebagai cadangan gas terbesar di Asia Pasifik.

East Natuna direncanakan baru bisa memproduksi gas pada tahun 2027. Lamanya produksi karena belum ada teknologi yang mempuni untuk menyedot gas di kedalaman laut Nantuna. Masalah terberatnya, yakni kandungan gas CO2 yang mencapai 72 persen, sehingga perlu teknologi khusus yang harganya juga mahal.

Berbeda dengan blok lain di Natuna, gas yang diproduksi dari East Natuna tak dijual melalui pipa ke Singapura, namun diharapkan bisa disalurkan ke Jawa lewat pipa yang tersambung dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Selatan dan sampai ke Jawa Tengah. Wilayah kerja migas yang berlokasi di Kepulauan Natuna, berjumlah 16 WK, terdiri dari 6 WK produksi, 10 WK eksplorasi di mana 3 diantaranya dalam proses terminasi karena waktu kontraknya telah habis dan belum berhasil memperoleh temuan migas.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dilirik China, Natuna Simpan Cadangan Gas Raksasa", https://money.kompas.com/read/2020/01/05/144631726/dilirik-china-natuna-simpan-cadangan-gas-raksasa?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook.
Penulis : Muhammad Idris
Editor : Muhammad Idris

#natuna #gasalam #china 

Penulis : Laura Elvina



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
01:59
PEDULI MEREKA YANG KEHILANGAN PENGHASILAN DI TENGAH PANDEMI KORONA, DENGAN DONASI KE BIT.LY/KONSERAMALDARIRUMAH   KOMPAS TV BERSAMA DIDI KEMPOT DAN SOBAT AMBYAR MENGGELAR KONSER AMAL DARI RUMAH, SABTU, 11 APRIL 2020 PUKUL 19.00 WIB   DINAS PARIWISATA NTB: 4.000 KARYAWAN HOTEL DAN RESTORAN DIRUMAHKAN KARENA SEPI PENGUNJUNG AKIBAT KORONA   DISBUDPAR JAWA BARAT: 575 HOTEL DI JABAR TUTUP SEMENTARA, 25.000 KARYAWAN DIRUMAHKAN AKIBAT KORONA   ISTRI DARI CAMAT BEKASI UTARA LUKMAN NULHAKIM BESERTA SOPIRNYA POSITIF TERINFEKSI KORONA   UNTUK BULAN APRIL, PESERTA PENERIMA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) AKAN MENDAPAT BANTUAN DUA KALI LIPAT   KEMENKEU: JANGAN SAMPAI PENERIMA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) GUNAKAN UANGNYA UNTUK BAYAR CICILAN   PEMERINTAH AKAN MENGGELONTORKAN RP 75 TRILIUN UNTUK PENANGANAN KORONA   DUA KOMISIONER OMBUDSMAN YANG DIRAWAT DI RS BRIMOB KELAPA DUA DEPOK DINYATAKAN SEMBUH DARI KORONA   SRI SULTAN HB X MENILAI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BELUM CUKUP SYARAT UNTUK AJUKAN PSBB   PEMKOT TANGERANG AJUKAN STATUS PSBB KE PEMPROV BANTEN   PEMERINTAH: JANGAN MELAKUKAN PERJALANAN KE MANA PUN DI TENGAH PANDEMI KORONA   PEMERINTAH: CUCI TANGAN MENGGUNAKAN SABUN DENGAN AIR MENGALIR UNTUK MENCEGAH PENYEBARAN KORONA   PEMERINTAH: FAKTOR PEMBAWA PENYEBARAN KORONA ADALAH MANUSIA