HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 cerita indonesia

Waspada! Kecanduan Gadget dan Game Online Bisa Bikin Gangguan Jiwa, Ini Buktinya

Senin, 30 Desember 2019 | 17:01 WIB

Sekarang ini gadget dan game online bukan cuma jadi gaya hidup, tapi sudah jadi kebutuhan sehari-hari. Bayangkan saja kalau gadget kita ketinggalan di rumah atau tak pegang gadget beberapa menit saja, rasanya mati gaya.

Gadget dan game online ini kalau digunakan terus menerus dan menimbulkan kecanduan bisa berdampak pada gangguan kesehatan mental kita loh bahkan ke gangguan jiwa!

Seperti salah satu kasus yang ditemui, ada seorang anak balita berusia 3 tahun yang selalu menangis, ngambek dan tidak mau makan kalau gadgetnya diambil sama orangtuanya. Maunya nonton youtube dan main game online terus di gadget.

Gangguan jiwa bukan hanya bisa menyasar balita tapi juga anak-anak, remaja dan dewasa yang sudah keranjingan dengan ciri-ciri lupa waktu ketika bermain game, menjadi agresif dan penyendiri.

Di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat saja bisa menangani 2-3 orang pasien selama seminggu dan di Jakarta ada sekitar 31,4% angka kecanduan gadget dan game online di usia remaja. Sejak tahun 2016, ada beberapa kasus kecanduan gadget dan game online, mulai dari sang anak atau remaja mencuri, menjadi pengemis, bahkan membenturkan kepala ke dinding demi gadget dan game online.

Dari penelusuran tim Digital KompasTV, kebanyakan orangtua memberikan gadget dan game online kepada anak-anaknya biar tidak rewel dan bisa diam sehingga orangtua bisa mengerjakan aktivitas lainnya.

Pemerintah Jawa Barat dan Kota Bandung serta berbagai pihak juga mulai perhatian dengan kasus kecanduan gadget dan game online pada anak dan remaja ini. Salah satu langkah mengurangi kecanduan gadget dan game online pada anak adalah dengan memberikan anak ayam kepada para siswa. Ide itu dimunculkan oleh Wali Kota Bandung, Oded M Danial. Unik ya!

Sebenarnya kalau kita bisa mengendalikan pola menggunakan gadget dan bermain game online tidak masalah. Para ahli menyarankan agar kita bermain gadget atau game online tidak lebih dari 2 jam sehari. Dan untuk anak kecil, sebaiknya baru mulai diperkenalkan gadget pada usia 8-10 tahun. Atau juga lebih positifnya lagi bagi yang sudah kecanduan game bisa menyalurkannya ke ajang e-sport misalnya.

Jadi, tidak ada masalah dalam bermain gadget dan game online kalau kita mampu mengaturnya dengan baik, sehingga tidak sampai kecanduan yang berlebihan!

Penulis : Sadryna Evanalia



BERITA LAINNYA

Berita Daerah

Harus Perhatikan Habitat Orang Utan

Jumat, 21 Februari 2020 | 09:59 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
10:34
PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA MINTA PEMERINTAH TARIK DAN PERBAIKI RUU “OMNIBUS LAW” SEBELUM DIAJUKAN KE PARLEMEN    BMKG: GEMPA BERMAGNITUDO 4,9 MENGGUNCANG TASIKMALAYA, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI   KORBAN MENINGGAL AKIBAT VIRUS KORONA DI TIONGKOK HINGGA 21 FEBRUARI 2020 MENCAPAI 2.233 ORANG   AUSTRALIA SEBUT DUA WARGANYA YANG DIEVAKUASI DARI KAPAL PESIAR DIAMOND PRINCESS POSITIF TERINFEKSI VIRUS KORONA   WAKIL KETUA KOMISI VII DPR ACE HASAN SYADZILY MINTA MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY TIDAK IKUT CAMPUR SOAL JODOH   KEJAGUNG GANDENG DITJEN PAJAK, KEMENKEU, DAN PPATK TELUSURI ASET TERSANGKA KASUS JIWASRAYA   PERKUMPULAN AHLI ARKEOLOGI INDONESIA MENDESAK GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES BASWEDAN BATALKAN FORMULA E DI MONAS   KLHK BANTAH RUU "OMNIBUS LAW" MENGABAIKAN PRINSIP LINGKUNGAN DAN PRO-PEBISNIS BESAR   KEJAGUNG SEBUT BERKAS 5 TERSANGKA KASUS DUGAAN KORUPSI PT JIWASRAYA SUDAH 85 PERSEN RAMPUNG   PBNU MENILAI USULAN MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY SOAL FATWA SI KAYA NIKAHI SI MISKIN TIDAK TEPAT    KEMENDAGRI SEBUT PEMERINTAH AKAN MENYALURKAN DANA DESA SEBESAR RP 72 TRILIUN KEPADA 74.953 DESA DI SELURUH INDONESIA   MENDIKBUD NADIEM MAKARIM INGIN BAHASA INDONESIA JADI BAHASA PENGANTAR DI KAWASAN ASIA TENGGARA   WAKIL KETUA MPR LESTARI MOERDIJAT SEBUT RUU KETAHANAN KELUARGA MENGABAIKAN HAM   KPK: KASUS-KASUS BESAR TIDAK TERMASUK YANG DIHENTIKAN PENYELIDIKANNYA