Kompas TV nasional kompas siang

Presiden Jokowi Nyatakan Koruptor Bisa Dihukum Mati, Pro Kontra Bermunculan

Rabu, 11 Desember 2019 | 16:22 WIB

Presiden Joko Widodo menyebut tak menutup kemungkinan inisiatif usulan hukuman mati bagi koruptor akan datang dari pemerintah. Hal ini bisa saja terjadi jika memang menjadi aspirasi kuat dari masyarakat. Wacana ini muncul saat presiden menjawab pertanyaan siswa di hari peringatan Hari Antikorupsi Sedunia.

Pernyataan presiden soal dorongan penerapan hukuman tegas untuk memberantas korupsi disambut baik Menko Polhukam Mahfud MD. Mahfud menyebut dirinya sudah setuju sejak dulu dengan hukuman mati bagi koruptor. Menurut Mahfud, aturan hukuman mati terhadap koruptor sudah ada dalam Undang-Undang Tipikor. ,Dengan demikian, jika nantinya hukuman mati diterapkan maka tak perlu lagi ada undang-undang baru. Namun untuk pelaksanaannya menurut Mahfud semuanya tergantung dengan putusan hakim di pengadilan.

Namun, bagi Komnas HAM, aturan hukuman mati bagi koruptor dinilai bakal melanggar hak asasi manusia dan kurang efektif dalam pemberantasan korupsi. Bagi komisioner Komnas HAM, cara yang paling efektif dalam pemberantasan korupsi adalah memantau dan mengawasi proses penyelenggaraan anggaran negara secara terbuka. Aturan hukuman mati bagi koruptor sudah ada di Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Meski begitu, wacana hukuman mati bagi koruptor yang dijelaskan Jokowi menurut Indonesia Corruption Watch justru bertolak belakang dengan pemberian grasi bagi para koruptor baru-baru ini. ICW pun menyarankan presiden segera mengambil langkah nyata memerangi korupsi. Salah satunya menerbitkan Perppu KPK.

#HukumanMati #Koruptor #PresidenJokowi

Editor : Imanuel Gilang Krisjanuar



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:53
18 TENAGA KESEHATAN RSUD 45 KUNINGAN, JAWA BARAT, POSITIF TERINFEKSI COVID-19   MANTAN KOMISIONER KPU WAHYU SETIAWAN DITUNTUT 8 TAHUN PENJARA TERKAIT KASUS HARUN MASIKU   MAHKAMAH AGUNG BELUM TERIMA SURAT PERMOHONAN PEMAKZULAN FAIDA SEBAGAI BUPATI JEMBER   SATGAS PENANGANAN COVID-19: KASUS BARU TERINFEKSI VIRUS KORONA MENCAPAI 1.679 PADA 3 AGUSTUS 2020    POLDA JATIM SEBUT SUDAH ADA 15 TERDUGA KORBAN KASUS DUGAAN PELECEHAN SEKSUAL BUNGKUS KAIN JARIK   KAPOLRES LHOKSEUMAWE AKBP EKO HARTANTO TERKONFIRMASI POSITIF TERJANGKIT VIRUS KORONA    SATGAS PENANGANAN COVID-19: ANGKA KEMATIAN AKIBAT VIRUS KORONA DI INDONESIA SEMAKIN MENURUN    PENGADILAN TINGGI DKI JAKARTA KUATKAN VONIS TIPIKOR PADA PN PUSAT KEPADA MANTAN DIRUT GARUDA EMIRSYAH SATAR   KAPOLDA METRO JAYA: PEREDARAN NARKOBA SAAT PANDEMI KORONA SAAT TINGGI   HONG KONG TUNDA PEMILU HINGGA 2021 AKIBAT PANDEMI COVID-19    GUBERNUR JAWA BARAT RIDWAN KAMIL SEBUT PASIEN SEMBUH COVID-19 NAIK MENJADI 3.992 ORANG   PRESIDEN JOKOWI: ANGKA KEMATIAN DI INDONESIA LEBIH TINGGI 0,8 PERSEN DARIPADA KEMATIAN GLOBAL    PARTAI GERINDRA IKUT BERGABUNG DALAM GERBONG KOALISI PDI-P DI KOTA SOLO MENGUSUNG GIBRAN RAKABUMING RAKA   POLRESTABES PALEMBANG, SUMSEL, TAHAN DUA YOUTUBER PELAKU "PRANK" PAKET KURBAN BERISI SAMPAH